Beranda Nikel 10 Tahun lagi Cadangan Nikel Indonesia akan Ludes

10 Tahun lagi Cadangan Nikel Indonesia akan Ludes

1344
0
Komisaris Utama Antam, Prof. Irwandy Arif, memaparkan cadangan nikel Indonesia dalam Annual Business Meeting 2026 (Foto: MNI/Shiddiq)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Cadangan nikel Indonesia berpotensi menipis dalam waktu sekitar 10 tahun jika tidak dikelola dengan baik.

Hal itu disampaikan Komisaris Utama PT Aneka Tambang Tbk. (Antam), Prof. Irwandy Arif, dalam Annual Business Meeting 2026 bertema “Beyond Boundaries, Toward Global Excellence” yang digelar Antam Resources.Id, di J.W. Marriott Hotel Jakarta, Senin (21/9/2026).

Prof. Irwandy mengatakan, peningkatan kapasitas produksi smelter turut mempercepat pemanfaatan cadangan nikel nasional. Bahkan, pada tingkat produksi tertentu, umur cadangan nikel disebut dapat jauh lebih pendek.

“Yang akan habis segera, kemungkinan kalau kita tidak mengelola dengan baik adalah nikel. Dalam 10 tahun, kalau tidak dikelola dengan baik, cadangan nikel kita akan habis,” ujarnya.

Menurut dia, apabila kapasitas produksi meningkat hingga sekitar 735 juta ton, umur cadangan saprolit diperkirakan hanya sekitar enam tahun, sedangkan limonit sekitar 16 tahun.

Di sisi lain, ia menilai, Indonesia masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral. Saat ini sebagian besar industri masih berada di tahap produk-antara dan belum sepenuhnya mencapai produk-akhir, termasuk untuk rantai pasok baterai.

“Kita masih berada di tengah. Kita baru menuju ke industrialisasi. Belum menuju ke produk akhir. Jadi, kita masih belum mendapatkan nilai tambah yang maksimum,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya pembangunan ekosistem industri, termasuk pemanfaatan tailing dan penguatan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), agar hilirisasi mineral dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia. (Shiddiq)