


NIKEL.CO.ID, CHINA— Program magister teknik metalurgi hasil kerja sama tiga pihak antara Huayou Cobalt, Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, serta Northeastern University memasuki angkatan IV.
Pembukaan program tersebut digelar di Northeastern University pada 21 September 2026 dan dihadiri perwakilan Huayou Cobalt, pemerintah Indonesia, perguruan tinggi Indonesia, serta pimpinan, dosen, dan mahasiswa Northeastern University. Sebanyak 24 mahasiswa Indonesia mengikuti program tersebut.
Dalam sambutannya, Senior Vice President of Huayou Cobalt, Gao Baojun, menyampaikan ucapan selamat kepada para mahasiswa baru sekaligus mendorong mereka memanfaatkan kesempatan pendidikan tersebut untuk memperkuat kompetensi di bidang metalurgi.
Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan praktik industri, sehingga dapat menjadi tenaga profesional yang mampu berkontribusi terhadap pengembangan industri setelah menyelesaikan pendidikan.

“Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat kemampuan akademik mahasiswa, tetapi juga memberikan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan industri. Kami berharap para mahasiswa dapat menggabungkan pengetahuan dengan praktik dan nantinya turut menjadi penghubung antara Indonesia dan China,” ujar Gao, sebagaimana keterangan pers yang diterima Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id), Rabu (7/10/2026).
Asisten Menteri Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Indonesia, Mandi Firdas, menilai, kerja sama pemerintah, perguruan tinggi, dan industri tersebut sejalan dengan kebutuhan Indonesia dalam mengembangkan sumber daya manusia di sektor pengolahan mineral.
Menurut Mandi, Indonesia tengah mendorong hilirisasi mineral serta pengembangan rantai industri nikel dan kobalt bernilai tambah. Karena itu, kebutuhan terhadap tenaga profesional lokal menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan industri.
“Kami berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, termasuk dengan memahami bahasa dan budaya kedua negara. Setelah menyelesaikan pendidikan, pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat dibawa kembali untuk mendukung pengembangan industri di Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Northeastern University, Xu Wei, mengatakan, program tersebut telah berjalan sejak 2022 dan dikembangkan melalui sistem pendidikan yang menggabungkan pembelajaran akademik, penelitian, pembelajaran bahasa Mandarin, serta pengalaman praktik di perusahaan.
Menurut Xu, pola pendidikan tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh kepada mahasiswa mengenai bidang metalurgi sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya.
“Kami berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan masa studi untuk memperkuat kemampuan akademik dan keterampilan praktis. Mereka juga diharapkan dapat menjadi bagian dari hubungan persahabatan dan kerja sama antara Indonesia dan China,” harapnya.
Dalam rangkaian pembukaan program, Huayou Cobalt, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Indonesia, serta Northeastern University menandatangani perjanjian kerja sama tiga pihak. Northeastern University dan Huayou Cobalt juga menandatangani perjanjian kerja sama tersendiri.

Perwakilan Huayou Cobalt turut melakukan pertemuan bilateral dan trilateral dengan para pihak untuk membahas peluang pengembangan kerja sama ke depan, termasuk di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Selain agenda pembukaan, General Manager Human Resources Center of Huayou Cobalt, Li Qian, mengikuti forum diskusi bersama dosen Northeastern University serta mahasiswa Indonesia yang baru maupun yang telah mengikuti program sebelumnya.
Pertemuan tersebut membahas kebutuhan mahasiswa selama masa studi, termasuk proses pembelajaran dan pengembangan diri. Dalam forum tersebut, perwakilan perusahaan mendengarkan masukan dari dosen dan mahasiswa sekaligus memberikan dukungan terhadap proses pendidikan.
Berbarengan dengan momentum Festival Pertengahan Musim Gugur atau Mid-Autumn Festival, delegasi Huayou Cobalt juga mengunjungi mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Northeastern University. Perusahaan menyerahkan bingkisan dan menyampaikan ucapan selamat kepada para mahasiswa yang menjalani masa studi jauh dari Indonesia.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan kerja sama antara Huayou Cobalt, pemerintah Indonesia, dan Northeastern University. Kerja sama yang telah berlangsung sejak 2022 tersebut diarahkan tidak hanya pada pengembangan sumber daya manusia, tetapi juga membuka peluang kolaborasi di bidang penelitian dan pengembangan industri.
Ke depan, Huayou Cobalt menyatakan akan melanjutkan pengembangan model pendidikan lintas negara melalui kerja sama antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan lembaga penelitian. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas tenaga profesional Indonesia sekaligus mendukung pengembangan industri pengolahan mineral dan hubungan Indonesia-China. (Li Han/HC)










































