Pajak Karbon dan Dampaknya terhadap Bisnis

Oleh: Arcanda Tahar *)

AKHIR-AKHIR ini kita sering mendengar tentang pajak karbon (carbon tax) yang akan dan telah diterapkan di beberapa negara. Apa itu pajak karbon, kenapa diterapkan, dan bagaimana dampaknya terhadap industri pertambangan? Kami akan membahasnya dalam tulisan kali ini.

Karbon banyak dihasilkan dari kegiatan manusia, seperti migas, pertambangan mineral, termasuk juga aktivitas pertanian dan peternakan. Karbon dalam bentuk Carbon Dioksida (CO2), Carbon Monoksida (CO) dan juga gas Methane (CH4) dibuang ke udara dan ditengarai menjadi penyebab terjadinya perubahan iklim (climate change).

Salah satu efek negatif dari perubahan iklim ini adalah naiknya rata-rata suhu bumi beberapa derajat, sehingga es di kutub utara dan selatan mencair.

Dengan cairnya es ini, garis pantai akan berubah dan banyak pulau terancam tenggelam. Semakin banyak karbon yang dibuang ke udara maka ancaman terhadap ekosistem di bumi semakin besar.

Untuk mengurangi agar karbon tidak dibuang ke udara sejumlah negara telah mengenakan pajak kepada badan usaha yang masih melakukannya. Besarnya bervariasi, tergantung negaranya.

Misalnya, di Eropa pajak karbon ber variasi antara US$ 1 dan US$ 100 per ton CO2 yang dihasilkan. Semakin besar CO2 yang dihasilkan semakin mahal ongkos produksi yang harus ditanggung perusahaan tersebut. Itulah efek jera yang diterapkan agar pelaku usaha mau beralih ke energi terbarukan dan melakukan efisiensi dari sisi penggunaan energi oleh alat-alat produksi mereka.

Namun demikian, pajak yang dikenakan ini tentu berdampak terhadap harga barang yang dihasilkan dan pada akhirnya konsumen yang harus menanggungnya.

Di sektor pertambangan, besar nya karbon yang dihasilkan dari usaha ini tergantung dari jenis komoditas (mineral). Aluminium termasuk komoditas yang menghasilkan karbon terbesar, disusul dengan baja dan nikel. Karbon dari aluminium berasal dari energi listrik murah (PLTU) yang banyak digunakan di Tiongkok.

Baja dan nikel menghasilkan karbon berasal dari pemakaian batu bara sebagai reduktor untuk pengolahan bijih besi atau bijih nikel. Ditambah lagi kalau listrik yang digunakan juga berasal dari PLTU.

Tembaga, zinc dan emas termasuk komoditas yang menghasilkan karbon rendah. Artinya, penerapan pajak karbon tidak banyak pengaruhnya terhadap harga jual komoditas ini.

Akan sangat berbeda dengan aluminium, baja dan nikel. Harganya akan naik tajam dengan diterapkannya pajak karbon.

Bagaimana dampak penerapan pajak karbon oleh beberapa Negara di dunia?

Pertama, akan banyak relokasi smelter aluminium, baja dan nikel ke negara-negara yang belum menerapkan pajak karbon. Eropa Barat dan Kanada sudah memulai pajak karbon tapi Amerika Serikat, Tiongkok dan India masih pikir-pikir.

Kedua, harga komoditas yang berubah akibat pajak karbon membuat pelaku usaha menyubstitusi mineral yang menghasilkan karbon tinggi dengan yang rendah. Misalnya, penggunaan alumunium diganti dengan tembaga untuk power transmisi.

Ketiga, penggunaan energi terbarukan di sektor pertambangan akan semakin meningkat. Walaupun listrik yang dihasilkan oleh energi terbarukan lebih mahal dari pada energi fosil, namun ongkos produksi secara keseluruhan akan lebih murah dengan diterapkannya pajak karbon.

Untuk lebih mudah memahami pajak karbon ini, kita umpamakan kembali dengan restoran Padang. Kalau tungku yang digunakan untuk memasak berbahan bakar kayu, maka setiap asap yang dihasilkan ditimbang kemudian di kenakan denda. Rendang adalah jenis masakan yang akan terkena pajak terbesar karena memasaknya lama dan menghasilkan asap terbanyak.

Telor balado akan kena pajak yang kecil karena tidak banyak menghasilkan asap. Akibatnya harga rendang akan naik, sementara harga telor balado relatif tetap atau naik sedikit.

Semoga usaha untuk membuat bumi lebih sehat bisa terwujud lewat inisiatif yang berkeadilan. Insyaa Allah.

*) Mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

Sumber : Investor Daily

Read More

Nikel Indonesia Dikontrol China, Tesla Memilih Kerjasama dengan Australia

NIKEL.CO.ID – Tesla akhirnya memutuskan bekerjasama dengan Australia setelah sebelumnya dikabarkan mengincar nikel Indonesia.

Tesla telah menyepakati pembelian nikel, bahan baku utama baterai mobil listrik mereka, dengan perusahaan BHP, penambang nikel terbesar di dunia yang berada di Australia.

Langkah Tesla ini merupakan strategi memastikan suplai nikel dari produsen yang tidak dikontrol China, seperti di Indonesia.

Kerjasama dengan BHP merupakan kesepakatan ketiga yang dilakukan Tesla pada tahun ini, setelah Vale dan Goro.

Laporan Financial Times, Elon Musk, CEO Tesla, mengatakan pada Juli tahun lalu bahwa dia akan menawarkan ‘kontrak besar dalam jangka waktu lama’ pada perusahaan yang menambang nikel secara ‘efisien dan sensitif pada lingkungan’.

Tesla akan membeli nikel dari pabrik BHP, Nickel West, di Australia, yang merupakan salah satu produsen logam baterai dengan emisi karbon terendah.

Nikel merupakan material kunci buat Tesla menciptakan mobil listrik yang mampu menempuh jarak perjalanan lebih jauh. Nikel membuat baterai bisa memiliki lebih banyak kerapatan energi. Setiap mobil listrik membutuhkan setidaknya 40 kg di dalam baterai.

Reuters menjelaskan produsen otomotif dunia saat ini mencari penyuplai alternatif agar mengurangi ketergantungan dari China.

Indonesia adalah salah satu penyuplai besar nikel, kira-kira mewakili 30 persen di dunia menurut Nickel Study Group, dominasinya juga diperkirakan bakal mencapai 50 persen pada 2025. Meski begitu sebagian besar produksi nikel di Indonesia menggunakan batu bara dan produsennya dikontrol China.

Pemerintah Indonesia sudah mempromosikan kerjasama dengan Tesla sejak 2019. Pada Februari lalu Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengklaim telah mengantongi proposal dari Tesla.

Kementerian Perindustrian pada pekan lalu menyatakan Indonesia telah siap menjadi produsen baterai kendaraan listrik, salah satunya didukung cadangan nikel yang terbesar di dunia.

Menurut Kemenperin saat ini sudah ada lima perusahaan pemasok bahan baku baterai di Indonesia, yakni Huayue Nickel Cobalt, QMB New Energy Material, Weda Bay Nickel, Halmahera Persada Lygend, dan Smelter Nikel Indonesia.

Selain itu sudah ada empat produsen baterai di dalam negeri, yaitu International Chemical Industry, ABC Everbright, Panasonic Gobel, dan Energizer.

Steve Brown, konsultan independen di Australia, mengatakan kepada Reuters, strategi Tesla menggaet BHP logis, sebab peluang mendapatkan nikel di dunia saat ini tidak banyak.

Jejak karbon di pabrik Nickel West dikatakan setengah dari para produsen nikel top di Indonesia, yang menggunakan teknologi berenergi besar untuk mengekstraksi nikel dari bijih laterit. Praktek pembuangan limbah di pabrik itu juga dikatakan berisiko lebih rendah.

“Tesla akan mendapatkan ketersediaan nikel dari produsen mapan dengan kredensial operasional yang kuat sebanyak mungkin,” tandasnya. (ATN)

Sumber : asiatoday.id

Read More

Arcandra Tahar Beri Alasan Tesla Pilih Beli Nikel dari Australia

NIKEL.CO.ID – Mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar memberikan analisisnya terkait penandatanganan perjanjian pembelian nikel oleh Tesla dari perusahaan pertambangan Australia BHP.

Menurut dia, selain mensuplai nikel, Tesla dan BHP juga akan bekerjasama dalam pengembangan energy storage yang ramah lingkungan.

“Kenapa Tesla memilih tambang nikel di Australia Barat bukan di negara lain? Tidak ada yang tahu pasti kenapa kerjasama yang sangat strategis ini dimulai. Namun demikian, ada beberapa hal yang bisa menjadi petunjuk kenapa Tesla memilih BHP,” ujarnya lewat akun Instagram pribadinya @arcandra.tahar seperti yang dikutip pada Rabu, 28 Juli.

Dalam unggahan tersebut, Arcandra setidaknya memberikan empat alasan mengapa kerja sama itu bisa terjadi.

Pertama, tekanan dari pemegang saham agar Tesla menunjukan usaha dan berpartisipasi dalam mengurangi dampak dari perubahaan iklim. BHP adalah salah satu perusahaan tambang yang sangat peduli dengan lingkungan dan berhasil menjadi penambang nikel dengan emisi CO2 terkecil.

“Mereka punya komitmen untuk mengelola tambang yang ramah lingkungan dengan menggunakan energi terbarukan,” katannya.

Kedua, kesamaan visi antara Tesla dan BHP dalam mengatasi masalah kerusakan lingkungan akibat kegiatan bisnis yang tidak berorientasi ramah lingkungan. Tesla dan BHP berkomitmen untuk punya usaha yang berkelanjutan (sustainable) dan handal, sehingga kegiatan bisnis mereka bisa bertahan lama.

“Pandangan jauh ke depan dari kedua perusahaan ini akan saling menguatkan posisi mereka di mata investor,” ungkap dia.

Ketiga, kerjasama ini akan menaikkan nilai saham kedua perusahaan. Dapat dibayangkan bagaimana reaksi investor apabila Tesla bekerjasama dengan penambang nikel yang tidak ramah lingkungan. Tesla bisa jadi mendapatkan harga nikel yang lebih murah, tapi kalau nilai sahamnya turun maka kerugian besar bagi Tesla.

“Kata orang Minang, Tesla kalah membeli tapi menang memakai. Hal yang sama juga berlaku untuk BHP,” imbuhnya.

Disebutkan Arcandra bahwa jika BHP menjual nikel kepada perusahaan yang tidak peduli dengan lingkungan maka nilai saham BHP bisa turun.

“Inilah fenomena ke depan yang harus dihadapi perusahaan dunia yang sudah go public. Mereka harus peduli dengan lingkungan kalau tidak ingin ditinggal investor,” tegasnya.

Keempat, adanya usaha yang sungguh-sungguh dari pemerintah Australia membantu perusahaan-perusahan tambang mereka untuk berpartisipasi dalam mengurangi dampak negatif dari perubahan iklim.

“Mereka menyadari bahwa dalam jangka pendek akan ada biaya lebih yang harus dikeluarkan penambang ramah lingkungan. Tapi pemerintah hadir lewat insentif fiskal yang bisa meringankan beban perusahaan tersebut. Inilah kunci untuk membangun dunia usaha yang berkelanjutan dan andal. Tidak dipaksa melalui jalan sulit dengan peta jalan yang buram,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa tidak berpengaruhnya biaya tenaga kerja yang lebih mahal di Australia terhadap masuknya investor kesana. Paling tidak bukan sebagai faktor penentu investor berinvestasi di sana.

Investor, dikatakannya, lebih punya ketertarikan terhadap perusahaan dan peluang bisnis yang ramah lingkungan.

“Perusahaan kelas dunia sangat cerdas dalam mengumpulkan data-data yang akurat terhadap komitmen sebuah perusahaan termasuk praktek-praktek bisnis yang biasa mereka lakukan di suatu negara. Inilah zaman baru yang terbuka dan transparan,” ucap dia.

Seperti yang diketahui, beberapa waktu lalu terdengar rumor bahwa Indonesia akan masuk dalam salah satu rantai produksi Tesla, utamanya dalam hal pembuatan baterai mobil listrik, karena dianggap mempunyai cadangan nikel yang besar.

Namun, hal tersebut sampai saat ini belum terealisasi. Bahkan, Tesla dikabarkan memilih Bangalore di India sebagai salah satu pusat pengembangan Tesla di luar Amerika Serikat.

“Semoga kita diberi kemampuan untuk belajar dari kerjasama Tesla dengan BHP di Australia” tutup Arcandra Tahar.

Sumber: voi.id

Read More

Tujuh Fakta Menarik Nikel, Bahan Baku Baterai Mobil Listrik

NIKEL.CO.ID – Perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla, dikabarkan meninggalkan Indonesia dan mencapai kesepakatan dengan perusahaan Australia untuk memasok nikel yang dipakai untuk pembuatan baterai.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan sumber daya bijih nikel yang melimpah. Menurut pemetaan Badan Geologi tahun 2020, Indonesia memiliki 11.887 juta ton bijih nikel dan 4.346 juta ton cadangan bijih.

Nikel adalah salah satu jenis logam yang memiliki warna putih keperakan. Logam ini merupakan hasil tambang yang berasal dari sisa makhluk hidup atau tubuhan yang telah terkubur di tanah dalam waktu yang sangat lama.

Selain fakta-fakta di atas, ternyata nikel memiliki beberapa fakta menarik yang lain. Melansir dari laman Livescience, berikut ini tujuh fakta menarik dari nikel:

1. Dinamai ‘iblis tembaga’

Penemu pertama bijih nikel adalah para penambang di Jerman pada tahun 1600-an. Mereka keliru mengira bijih nikel sebagai bijih tembaga jenis baru dan mencoba mengekstraksinya namun gagal. Karena frustasi, mereka menyebutnya sebagai menamai bijih tersebut dengan kupfernickel atau “setan tembaga” dalam mitologi Jerman.

Pada 1751, Baron Axel Fredrik Cronstedt mengganti nama kupfernickel menjadi nikel. Ia merupakan ahli kimia asal Swedia yang menemukan fakta bahwa nikel merupakan unsur baru dengan sifat yang berbeda dari tembaga.

2. Merupakan unsur terbanyak ke-2 di inti bumi

Nikel adalah unsur terbanyak ke-5 di kerak bumi. Nikel bisa ditemukan dengan konsentrasi 100 kali lipat di perut bumi. Oleh karena itulah, nikel diyakini sebagai unsur terbanyak ke-2 di inti bumi setelah besi.

3. Mempunyai peran penting dalam industri material

Nikel memiliki banyak manfaat. Umumnya digunakan sebagai lapisan luar untuk logam yang lebih lunak. Nikel banyak dijadikan pilihan dalam pembuatan super aloy (campuran logam super) karena mampu menahan suhu yang sangat tinggi.

Nikel dapat digunakan untuk memproduksi stainless steel, peralatan militer, koin, baterai, hingga komponen elektronik.

4. Terkandung dalam meteroit

Meteorit adalah batu luar angkasa yang jatuh ke bumi. Kebanyakan meteorit memiliki kandungan logam nikel-besi. Bangsa Mesir Kuno sering memanfaatkan batu meteorit kaya nikel ini untuk membuat alat-alat kecantikan. Hal tersebut dibuktikan dengan penemuan manik-manik dari meteroit pada sebuah makam berusia 5 ribu tahun di tepi barat Sungai Nil.

5. Satu dari empat unsur logam yang bersifat feromagnetik

Nikel memiliki sifat feromagnetik. Artinya, nikel dapat ditarik oleh magnet ataupun dibuat menjadi magnet. Magnet Alnico yang terbuat dari kombinasi aluminium (Al), nikel (Ni) dan kobalt (Co) adalah magnet permanen yang sangat kuat. Magnet ini mampu mempertahankan daya magnetnya bahkan ketika dipanaskan sampai bersinar merah.

6. Dapat menyebabkan alergi

Alergi nikel merupakan salah satu penyebab paling umum dari alergi kontak dermatitis. Bagi sebagian orang, bersentuhan langsung dengan logam nikel dapat mengakibatkan gatal-gatal atau ruam pada kulit. Alergi ini biasanya berkaitan dengan perhiasan yang terbuat dari emas putih.

7. Merupakan unsur penting yang diperlukan tanaman untuk hidup

Kita dapat menemukan unsur nikel dalam berbagai macam sayuran, buah-buahan, hingga kacang-kacangan. Hal ini lantaran nikel adalah unsur yang cukup penting bagi kesehatan tanaman.

Meski begitu, nikel bisa sangat berbahaya jika masuk ke dalam tubuh manusia dalam jumlah besar. Paparan nikel yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru, fibrosis dan penyakit lainnya.

Sumber: tempo.co

Read More

Tesla Putuskan Beli Nikel Dari Perusahaan Australia

NIKEL.CO.ID – Tesla telah menyepakati pembelian nikel, bahan baku utama baterai mobil listrik mereka, dari BHP, penambang nikel terbesar di dunia yang berada di Australia.
Langkah Tesla ini merupakan strategi memastikan suplai nikel dari produsen yang tidak dikontrol China, seperti di Indonesia.

Kerja sama dengan BHP merupakan kesepakatan ketiga yang dilakukan Tesla pada tahun ini, setelah Vale dan Goro.

Menurut Financial Times, Elon Musk, CEO Tesla, mengatakan pada Juli tahun lalu bahwa dia akan menawarkan ‘kontrak besar dalam jangka waktu lama’ pada perusahaan yang menambang nikel secara ‘efisien dan sensitif pada lingkungan’.

Tesla akan membeli nikel dari pabrik BHP, Nickel West, di Australia, yang merupakan salah satu produsen logam baterai dengan emisi karbon terendah.

Nikel merupakan material kunci buat Tesla menciptakan mobil listrik yang mampu menempuh jarak perjalanan lebih jauh. Nikel membuat baterai bisa memiliki lebih banyak kerapatan energi.

Setiap mobil listrik membutuhkan setidaknya 40 kg di dalam baterai.

Reuters menjelaskan produsen otomotif dunia saat ini mencari penyuplai alternatif agar mengurangi ketergantungan dari China.

Indonesia adalah salah satu penyuplai besar nikel, kira-kira mewakili 30 persen di dunia menurut Nickel Study Group, dominasinya juga diperkirakan bakal mencapai 50 persen pada 2025. Meski begitu sebagian besar produksi nikel di Indonesia menggunakan batu bara dan produsennya dikontrol China.

Pemerintah Indonesia sudah mempromosikan kerja sama dengan Tesla sejak 2019. Pada Februari lalu Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengklaim telah mengantongi proposal dari Tesla.

Kementerian Perindustrian pada pekan lalu menyatakan Indonesia telah siap menjadi produsen baterai kendaraan listrik, salah satunya didukung cadangan nikel yang terbesar di dunia.

Menurut Kemenperin saat ini sudah ada lima perusahaan pemasok bahan baku baterai di Indonesia, yakni Huayue Nickel Cobalt, QMB New Energy Material, Weda Bay Nickel, Halmahera Persada Lygend, dan Smelter Nikel Indonesia.

Selain itu sudah ada empat produsen baterai di dalam negeri, yaitu International Chemical Industry, ABC Everbright, Panasonic Gobel, dan Energizer.

Steve Brown, konsultan independen di Australia, mengatakan kepada Reuters, strategi Tesla menggaet BHP logis, sebab peluang mendapatkan nikel di dunia saat ini tidak banyak.

Jejak karbon di pabrik Nickel West dikatakan setengah dari para produsen nikel top di Indonesia, yang menggunakan teknologi berenergi besar untuk mengekstraksi nikel dari bijih laterit. Praktek pembuangan limbah di pabrik itu juga dikatakan berisiko lebih rendah.

“Tesla akan mendapatkan ketersediaan nikel dari produsen mapan dengan kredensial operasional yang kuat sebanyak mungkin,” kata dia.

Sumber: CNN Indonesia

Read More

Tembaga London Melorot, Terbebani Penguatan Dolar, Nikel Anjlok 2 Persen

NIKEL.CO.ID – Harga tembaga London melemah, Rabu, karena dolar yang lebih kuat-di tengah kekhawatiran seputar meningkatnya kasus Covid-19 secara global-mengurangi daya tarik logam tersebut.

Harga tembaga untuk kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange turun 0,6% menjadi USD9.277 per ton pada pukul 13.06 WIB, demikian laporan  Reuters,  di Hanoi, Rabu (21/7/2021).

Kontrak tembaga Agustus yang paling aktif diperdagangkan di Shanghai Futures Exchange mengikuti kenaikan di bursa berjangka London, menguat 0,2% menjadi 68.030 yuan (USD10.505,75) per ton.

Dolar bertahan di dekat level tertinggi (year-to-date) terbaru, karena kekhawatiran seputar lonjakan infeksi menopang kenaikan yang dibangun di atas ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi, dengan investor menunggu Bank Sentral Eropa untuk isyarat mereka berikutnya.

Dolar yang kuat membuat logam yang dihargakan dalam  greenback  menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Namun, ketika harga tembaga jatuh di bawah tekanan dolar, minat beli di sektor hilir China muncul karena biaya yang lebih murah untuk membeli logam tersebut, sehingga mencegah harga dari penurunan tajam, kata Huatai Futures dalam sebuah catatan.

Premi tembaga Yangshan naik menjadi USD40 per ton, level tertinggi sejak 7 Mei, menunjukkan penguatan permintaan logam impor ke China.

Nikel LME anjlok 2% menjadi USD18.310 per ton, aluminium merosot 1,2% menjadi USD2.435,50 per ton dan timah turun 0,9% menjadi USD33.200 per ton.

Nikel ShFE menyusut 1,6% menjadi 136.670 yuan per ton dan seng melorot 1,5% menjadi 22.150 yuan per ton. Timbal melonjak 1,3% menjadi 15.820 yuan per ton.

Pasar seng global kekurangan pasokan sebesar 17.900 ton pada Mei menyusul defisit 13.800 ton pada bulan sebelumnya, data dari Kelompok Studi Timbal dan Seng Internasional menunjukkan.

Sumber: IPOTNEWS

Read More

Bukan Main, RI Pemilik Harta Karun Nikel Terbesar Dunia

NIKEL.CO.ID – Indonesia memiliki cita-cita untuk menjadi pemain baterai hingga kendaraan listrik kelas dunia. Bukan tanpa alasan, nyatanya sumber daya untuk membuat komponen baterai hingga kendaraan listrik tersebut ada di Indonesia. Negara ini memiliki kekayaan nikel yang luar biasa besar, bahkan menjadi pemilik cadangan nikel terbesar di dunia.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 2020 dalam booklet bertajuk “Peluang Investasi Nikel Indonesia”, Indonesia disebut memiliki cadangan nikel sebesar 72 juta ton Ni (nikel). Jumlah ini merupakan 52% dari total cadangan nikel dunia yang mencapai 139.419.000 ton Ni.

Data tersebut merupakan hasil olahan data dari USGS Januari 2020 dan Badan Geologi 2019.

“Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, artinya Indonesia berperan penting dalam penyediaan bahan baku nikel dunia,” tulis keterangan data tersebut.

Selain Indonesia, negara mana saja yang menyimpan harta karun nikel terbesar di dunia?

Berikut daftarnya:

1. Indonesia, menguasai 52% cadangan nikel dunia.

2. Australia, menguasai 15% cadangan nikel dunia.

3. Brazil, menguasai 8% cadangan nikel dunia.

4. Rusia, menguasai 5% cadangan nikel dunia.

5. Gabungan sejumlah negara seprti Kuba, Filipina, China, Kanada, dan lainnya, menguasai 20% cadangan nikel dunia.

Produsen Nikel Terbesar Dunia

Selain pemilik harta karun nikel terbesar di dunia, Indonesia juga merupakan produsen nikel terbesar di dunia.

Pada 2019, Indonesia memproduksi 800 ribu ton Ni atau setara 30% dari produksi nikel dunia 2.668.000 ton Ni.

Mengutip data Kementerian ESDM yang mengolah data USGS 2020, berikut daftar negara dengan produksi nikel terbesar di dunia:

1. Indonesia 800.000 ton Ni atau 30% dari produksi dunia.

2. Filipina 420.000 ton Ni atau 16% dari produksi dunia.

3. Rusia 270.000 ton Ni atau 10% dari produksi dunia.

4. New Caledonia 220.000 ton Ni atau 8,2% dari produksi dunia.

5. Gabungan negara lainnya 958.000 ton Ni atau 36% dari produksi dunia.

Sumber: PPCNBC Indonesia

Read More

Elon Musk dan Sederet Rencana Investasi di Indonesia

Investasi di industri baterai mobil listrik tampaknya bukan satu-satunya yang akan dilakukan Elon Musk melalui perusahaannya di Indonesia.

NIKEL.CO.ID – Nama Elon Musk dan Tesla Inc. sempat menjadi primadona dan buah bibir di Indonesia pada pengujung 2020 hingga awal tahun ini. Hal itu tak lepas dari desas-desus rencana perusahaan mobil listrik tersebut untuk berinvestasi di Indonesia.

Kala itu, sejumlah pejabat negara getol mempromosikan rencana besar industri mobil dan baterai listrik Tanah Air. Perusahaan Elon Musk tersebut pun awalnya disebut-sebut akan membangun pabrik mobil listrik di Indonesia.

Kabar itu pun membuat sejumlah emiten nikel di Indonesia, kompak mengalami lonjakan harga saham di lantai bursa. Sebab, nikel merupakan bahan baku utama baterai listrik.

Namun belakangan, Tesla disebut-sebut bukan berminat untuk membangun pabrik mobil listrik di Indonesia. Terlebih, setelah adanya keputusan terbaru Tesla membangun pabrik mobil listrik di India pada kuartal I/2021.

Adapun, isu investasi perusahaan asal AS di Indonesia tersebut mengalami pergeseran. Tesla dikabarkan berminat investasi di bidang baterai kendaraan listrik atau sistem penyimpanan energi (electric storage system/ESS).

Hal itu ditegaskan oleh Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga pada Maret lalu. Saat itu, dia  mengatakan rencana investasi perusahaan milik Elon Musk di Negeri Bollywood itu adalah untuk membangun pabrik mobil listrik.

Menurutnya, pendekatan Pemerintah Indonesia dengan Tesla bukan untuk rencana investasi pabrik mobil. Menurutnya Arya, dari sisi Kementerian BUMN, penjajakan yang dilakukan dengan Tesla adalah untuk investasi di bidang baterai kendaraan listrik atau sistem penyimpanan energi.

“Jadi, ketika kemarin dikatakan Tesla itu ke India ya, kita enggak merasa kecolongan karena kita bukan ingin membangun pabrik mobil listrik gitu,” ujarnya dalam acara Prospek Pembentukan Holding Baterai, Kamis (4/3/2021).

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Percepatan Pengembangan EV Battery Agus Tjahjana mengatakan bahwa penjajakan antara Indonesia dan Tesla sedang dilakukan dengan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi.

Dia menyatakan kesiapan untuk memberi keperluan yang dibutuhkan Tesla untuk rencana pembangunan pabrik di Indonesia. Menurutnya, perusahaan yang tergabung dalam Indonesia Holding Battery (IHB) yakni PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN), dan PT Pertamina (Persero) telah menyatakan kesiapannya.

“Kami siap, kami sediakan lahannya kalau diperlukan oleh Antam, kalau tidak ya, tidak apa-apa. Jadi, kalau misalkan, mau ke Pertamina siap, PLN juga siap, kita pada posisi lebih banyak menunggu tetapi yang dua ini sudah masuk ke yang lebih serius,” ungkapnya.

Investasi SpaceX

Kini, kabar mengenai rencana investasi Elon Musk melalui perusahaannya di Indonesia kembali berhembus. Namun, untuk kali ini perusahaan tersebut bukanlah Tesla, melainkan Space Exploration Technologies Corporation (SpaceX) melalui anak usahanya yakni Starlink.

SpaceX sendiri merupakan perusahaan yang didirikan Musk, yang berfokus pada industri luar angkasa. Salah satu misi utama dari perusahaan itu adalah menjadi penyedia transportasi massal untuk menuju ke luar angkasa.

Adapun, rencana investasi SpaceX di Indonesia tampak dari paparan di Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pada Senin, (19/7/2021).

Saat itu, Kemenkominfo melalui Direktorat Telekomunikasi menggelar kegiatan FGD jaring pendapat dari Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi untuk membahas rencana investasi SpaceX ke Indonesia.

Berdasarkan dokumen yang diterima Bisnis, acara FGD digelar pada Senin (19/7/2021) pukul 09.00 WIB.

Sejumlah asosiasi yang terlibat dalam acara tersebut antara lain Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel), dan Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI).

Acara tersebut juga melibatkan Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) dan Masyarakat Telematika Indonesia.

Sebagai salah satu peserta FGD, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Muhammad Arif menceritakan secara umum SpaceX melalui Starlink ingin masuk ke Indonesia sebagai penyedia telekomunikasi di Indonesia. SpaceX sedang mengurus beberapa perizinan, salah satunya adalah perihal hak labuh.

“Intinya Starlink ingin masuk Indonesia. Saat ini sedang mengurus hak labuh dan lain sebagainya, untuk beroperasi di Indonesia,” kata Arif kepada Bisnis Senin (19/7/2021).

Arif mengatakan FGD tersebut meminta masukan kepada sejumlah asosiasi mengenai rencana tersebut, mengingat hadirnya Starlink dengan satelit yang beroperasi di orbit rendah (low earth orbit satellite /LEO) akan membuat peta persaingan sedikit bisnis berubah.

Bisnis mencoba mengonfirmasi mengenai rencana investasi SpaceX di Indonesia kepada Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan Johnny belum merespons.

Adapun, Arif menyatakan, perusahaan penyelenggara jaringan telekomunikasi  di Indonesia tidak keberatan dengan kehadiran SpaceX di Indonesia. Apjatel menilai layanan internet berbasis serat optik masih yang terbaik, sehingga tak dapat digantikan dengan internet satelit Starlink milik SpaceX.

Arif mengatakan Apjatel tidak mempermasalahkan kehadiran SpaceX di Indonesia selama memenuhi peraturan yang berlaku dan memiliki kesetaraan dalam berbisnis di Indonesia dengan para penyedia infrastruktur dan layanan telekomunikasi lainnya.

“Selama dia [SpaceX] mengikuti ketentuan maka tidak ada masalah,” katanya.

Persaingan Perusahaan Domestik

Arif mengatakan evolusi teknologi merupakan suatu keniscayaan. Kehadiran Starlink yang berisiko membuat persaingan pasar layanan internet tetap rumah menjadi makin ketat, tak dapat dihindari.

Kendati demikian, dia optimistis layanan internet rumah berbasis serat optik tetap akan tumbuh meski ada Starlink. Layanan internet rumah berbasis serat optik lebih andal dan minim gangguan jika dibandingkan dengan internet satelit.

“Sehebat-hebatnya satelit melawan kabel masih menang kabel karena tidak ada gangguan udara,” kata Arif.

Arif menilai Starlink dapat mempercepat upaya pemerintah dalam mendorong percepatan transformasi digital dan merdeka sinyal di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Kualitas internet yang disuntikan dari satelit Starlink milik SpaceX, jauh lebih baik dibandingkan dengan satelit jenis high throughput satellites (HTS) atau satelit khusus internet.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Bisnis, Starlink beroperasi di orbit rendah atau termasuk dalam kategori LEO.

Dengan beroperasi di orbit bawah, satelit ini mampu memberikan latensi yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan satelit konvensional dan satelit khusus internet.

SpaceX mengeklaim latensi yang dihasilkan dari satelit ini sekitar 25 milidetik – 35 milidetik. Starlink juga mampu menghasilkan internet hingga 1Gbps.

Pada 2019, SpaceX telah meluncurkan 120 satelit ke orbit rendah. Komisi Komunikasi Federal US memberikan izin kepada SpaceX untuk menempatkan 42.000 satelit Starlink di orbit.

Sementara itu, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) berharap kepada pemerintah untuk mewajibkan Starlink bekerja sama dengan penyedia jasa internet lokal, seandainya Starlink berinvestasi ke Indonesia.

Bisnis penyedia internet lokal bakal tergerus, jika Starlink diperbolehkan beroperasi sendiri atau langsung melayani pelanggan.

Ketua Umum APJII Jamalul Izza mengatakan pada intinya teknologi baru tidak dapat dibendung. Meski demikian, seyogianya masuknya teknologi baru dimaksimalkan untuk membuat ekosistem bisnis yang sudah ada makin berkembang. Salah satunya adalah bisnis penyedia jasa internet.

“APJII mengimbau pemerintah agar Starlink ini bisa diarahkan untuk bekerja sama dengan seluruh ISP yang ada,” kata Jamal.

Dia mengatakan dengan menjalin kerja sama, maka para penyedia layanan internet (Internet Service Provider/ISP) yang saat ini jumlah mencapai 600 ISP, dapat makin mudah mendapatkan infrastruktur telekomunikasi untuk menggelar layanan.

Sumber: bisnis.com

Read More

Ini Faktor Penyebab Naiknya Harga Nikel Dunia

NIKEL.CO.ID – Harga komoditas nikel dipercaya masih akan terus menunjukkan tren positif yang disebabkan oleh beberapa sentimen yang mendukungnya. Salah satu sentimen itu adalah produksi baja stainless steel di Cina yang meningkat, sehingga kebutuhan akan nikel juga akan mengalami penguatan.

Produksi baja stainless Cina telah naik sampai dengan 2,3 juta ton pada bulan Mei, dibandingkan pada bulan Februari yang jumlah produksinya masih di kisara 1,9 juta ton. Hal ini menyebabkan persediaan nikel di London Metal Exchange (LME) berkurang sampai dengan 12,4 persen jadi 228.000 wet metric ton. Harganya pun menjadi naik sebanyak 14,9 persen di angka USD18.769 per ton.

Sementara itu, jumlah produksi nikel pig iron Cina mengalami penurunan cukup tajam sejak bulan September tahun lalu, sebesar 38.900 ton. Adapun penyebab penurunan itu adalah karena kebijakan pemerintah Indonesia yang melarang ekspor bijih nikel ke luar negeri dan juga pemerintah Filipina yang memutuskan untuk menutup tambang nikel mereka. Diperkirakan defisit atas komoditas nikel pig iron sekitar 56.100 ton sampai 67.300 ton sampai dengan tahun depan.

Di sisi lain, Rusia yang merupakan penyumbang 10 persen cadangan nikel dunia juga akan menerapkan kebijakan baru soal pajak ekspor nikel. Diketahui peningkatan pajak ekspor nikel tersebut sebesar 15 persen yang bertujuan untuk menstabilkan harga nikel di pasar domestik.

Dari sejumlah kebijakan pemerintah Indonesia, Filipina dan Rusia, serta adanya aksi mogok massal di tambang Vale Sudbury, akan mampu mengerek harga nikel dunia semakin tajam untuk jangka pendek. Harga nikel rata-rata sampai dengan tahun depan akan berada di kisaran USD17 ribu per ton sampai USD18 ribu per ton.

Sumber: duniatambang.co.id

Read More

Pengusaha Singapura Lakukan Transaksi Nikel Bodong, Raup SGD 1 Miliar

NIKEL.CO.ID – Dunia bisnis Singapura dan dunia baru-baru ini dihebohkan dengan kasus pengusaha Ng Yu Zhi yang diduga mengumpulkan 1 miliar dolar Singapura untuk perdagangan nikel yang sebenarnya tidak ada. Pengamat mengatakan, dengan kelas uang yang berkembang di negara kota, ini adalah pelajaran bagi investor untuk melakukan uji tuntas yang ekstensif.

Seperti dilansir dari South China Morning Post, tiga bulan lalu, nama Ng Yu Zhi tidak diketahui oleh kebanyakan warga Singapura. Kemudian, pengusaha berusia 34 tahun itu dituduh melakukan penipuan perdagangan nikel senilai 744,5 juta dolar AS. Jaksa menuduh uang itu mungkin memicu gaya hidup mewah Ng. Diketahui, dia tinggal di rumah tiga lantai di lokasi eksklusif dan memiliki satu-satunya supercar Pagani Huayra dengan harga lebih dari 7 juta dolar Singapura.

Sementara itu, menurut pemberitaan Reuters, jaksa Singapura mengajukan 13 tuntutan tambahan terhadap Ng, yang juga mantan direktur pelaksana Envy Global Trading (EGT) dan perusahaan yang tidak aktif, Envy Asset Management. Menurut lembar dakwaan, Ng dituding menipu sembilan individu dan tiga entitas perusahaan sekitar 63,6 juta dolar AS sehubungan dengan kontrak nikel EGT yang tidak ada.

Pihak berwenang juga menuduh dia melakukan ‘pelanggaran kriminal kepercayaan dengan secara tidak jujur ​​menyalahgunakan’ sejumlah setidaknya 201,2 juta dolar Singapura di rekening bank DBS EGT antara Agustus 2020 hingga Februari 2021 saat menjabat sebagai direktur perusahaan. DBS menolak berkomentar tentang kasus ini, tetapi mengatakan pihaknya mempertahankan sistem dan kontrol yang kuat untuk mengidentifikasi dan melaporkan transaksi yang mencurigakan.

Di antara korbannya yang baru disebutkan adalah Pek Siok Lan, yang terdaftar sebagai penasihat umum di situs web Temasek. Dia diduga ditipu untuk memberikan 5,5 juta dolar Singapura kepada Envy Global Trading untuk empat perjanjian pembelian piutang antara Oktober 2020 hingga Januari 2021, demikian menurut laporan Channel News Asia.

Korban lainnya adalah pengacara Sunil Sudheesan, yang diduga ditipu dalam pengaturan yang melibatkan lebih dari 1 juta dolar Singapura antara Oktober 2020 hingga Januari 2021. Dokumen pengadilan mengatakan, Sudheesan ditipu oleh Ng untuk percaya bahwa dia membeli sebagian dari total piutang yang akan diterima Envy Global Trading dari sebuah perusahaan bernama Raffemet atas penjualan briket nikel.

Ng pertama kali didakwa pada bulan Maret lalu atas tuduhan penipuan. Dia menjalankan Envy Global Trading dan Envy Asset Management, mengumpulkan uang dari investor untuk membeli nikel dan diduga menipu investor untuk membeli sebagian piutang dari penjualan melalui kontrak berjangka. Investor dijanjikan pengembalian yang bervariasi, rata-rata 15 persen setiap tiga bulan, demikian kata pihak kepolisian dalam sebuah pernyataan.

Otoritas Moneter Singapura menandai perusahaan-perusahaan Ng ke Departemen Urusan Komersial pada November 2020. Dia dibebaskan dengan jaminan sebesar 1,5 juta dolar Singapura dan akan kembali ke pengadilan untuk permohonan peninjauan kembali pada bulan depan. Jika terbukti melakukan kecurangan, Ng menghadapi ancaman penjara hingga 10 tahun per dakwaan dan denda. Untuk setiap tuduhan penipuan perdagangan, dia bisa dipenjara hingga tujuh tahun, didenda hingga 15.000 dolar Singapura, atau keduanya.

Sumber: kursrupiah.net

Read More