

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) turut hadir dalam kegiatan BIG Downstream Insights 2026 yang diselenggarakan Bisnis Indonesia Group di Financial Hall, Graha CIMB Niaga, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).
Forum tersebut mempertemukan regulator, pelaku industri, investor, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk membahas peluang, tantangan, serta strategi percepatan hilirisasi nasional. Pada forum tersebut kehadiran APNI diwakilkan oleh anggota, Fajar Malik dari Jogmec serta staf APNI.

Selain itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan keynote speech dan Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Direktorat Jenderal (Ditjen) Mineral dan Batu Bara (Minerba), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Cecep Mochammad Yasin, sebagai panelis dalam panel diskusi.
Hilirisasi telah menjadi salah satu agenda strategis nasional untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan memperkuat daya saing ekonomi Indonesia.

“Seiring perluasan program hilirisasi ke berbagai sektor, tantangan yang dihadapi tidak hanya terkait investasi dan infrastruktur, tetapi juga sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya,” demikian disampaikan dalam undangan kegiatan BIG Downstream Insights 2026.
Kehadiran APNI dalam forum tersebut menjadi bagian dari keterlibatan asosiasi dalam pembahasan pengembangan hilirisasi, khususnya yang berkaitan dengan sektor pertambangan dan komoditas mineral. Forum ini juga membahas pentingnya kolaborasi antarpemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem hilirisasi yang mampu mendorong peningkatan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

Bagi sektor nikel, penguatan hilirisasi menjadi bagian penting dalam pengembangan rantai nilai mineral, mulai dari kegiatan pertambangan hingga pengolahan dan pemanfaatan produk bernilai tambah untuk mendukung berbagai kebutuhan industri. (Fi Yun)












































