Beranda Berita Nasional LIPI: Terbatasnya Penguasaan Teknologi, Indonesia Belum Optimal Kelola Sumber Daya Alam

LIPI: Terbatasnya Penguasaan Teknologi, Indonesia Belum Optimal Kelola Sumber Daya Alam

Oleh Admin

NIKEL.CO.ID – Peneliti Utama Metalurgi Proses Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr. Ir. Rudi Subagja menilai, walaupun memiliki banyak sumber daya, Indonesia belum melakukan pengolahan secara optimal karena terbatasnya penguasaan teknologi. Ia mengharapkan melalui risetnya terkait ekstrasi titanium, nikel dan tembaga, dapat mendukung kemandirian industri Indonesia.

“Industri Indonesia akan tersokong dengan adanya pemanfaatan dan peningkatan nilai tambah sumber daya mineral. Semakin lengkapnya mata rantai industri nasional dan tentunya, dalam jangka panjang akan mengurangi ketergantungan impor TiO2, logam nikel dan tembaga,” kata Rudi dalam pembacaan orasi ilmiah sebagai profesor riset LIPI, Selasa (27/7/2021).

Iklan
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Ia menyatakan, teknologi proses pengolahan mineral yang dihasilkan akan menjadi modal dasar untuk menciptakan kemandirian industri nasional.

“Dengan memanfaatkan teknologi, maka dari ilmenit Indonesia dapat diperoleh Titanium dioksida (TiO2) dengan kandungan 95-98 persen. Dapat juga meningkatkan kandungan nikel pada bijih nikel laterit kadar rendah yang biasanya memiliki kandungan 1-2 persen akan menjadi nikel dengan kadar 99,7 persen dan membuat logam tembaga dari bijih malasit,” ucapnya.

Ia menguraikan, untuk pembuatan TiO2 dari ilmenit Indonesia, yang dilakukan adalah mengaplikasikan teknologi proses dekomposisi ilmenit dengan natrium hidroksida (NaOH) yang dilanjutkan dengan proses pelarutan dengan asam sulfat (H2SO4) dan proses hidrolisis larutan titanyl sulfat (TiOSO4).

Iklan
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Sementara untuk industri pengolahan bijih nikel laterit kadar rendah menjadi konsentrat nikel dengan kadar lebih tinggi, akan menggunakan teknologi termal upgrading dan pembuatan senyawa nikel serta logam nikel akan menggunakan teknologi hydro dan elektrometalurgi,” ucapnya lagi.

Rudi menyebutkan pengembangan penelitian metalurgi ekstraksi ini akan mampu untuk menyokong program rencana induk pembangunan nasional Indonesia 2015 – 2035.

“Hasil penelitian ini menghasilkan beberapa rekomendasi pada pemangku kepentingan yaitu kerja sama dengan pihak industri akan mengembangkan produk turunan ilmenit dan nikel laterit, pemanfaatan monasit secara optimal, pengembangan ilmenit dam nikel laterit untuk implant material, pengembangan urban minning process, ekstraksi logam dari lumpur anoda dan pengembangan proses geohydrometalurgi,” ujarnya.

Iklan
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Ia menyatakan semua hasil penelitian ini tidak akan bisa mendukung kemandirian industri nasional tanpa ada dukungan dari para pemangku kepentingan.

“Dengan adanya komitmen, kerja sama, dukungan dan keterlibatan para pemangku kepentingan yang diwujudkan dalam kebijakan akan menjadi modal dasar bagi para peneliti untuk lebih mendalami penelitian. Misalnya kebijakan keringanan, kemudahan perizinan dalam implementasi hasil penelitian dan peningkatan keberpihakan BUMN,” pungkasnya.

Sumber: cendananews.com

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Liputan Khusus Hilirisasi & Smelter Nikel →

  1. Hilirisasi Nikel Harus Lindungi HAM dan Hak Masyarakat Adat
  2. Hilirisasi Mineral Kritis Harus Diiringi Penguatan HAM dan Tata Kelola
  3. Pemerintah Dorong Pengembangan Industri Lanjutan untuk Jaga Stabilitas Harga Nikel
  4. Ekspor Produk Hilirisasi Nikel Naik Meningkat Jadi US$39,2 Miliar
  5. Hingga September 2026, Investasi Hilirisasi Lebih dari US$29 Miliar
  6. LIPI: Terbatasnya Penguasaan Teknologi, Indonesia Belum Optimal Kelola Sumber Daya Alam sedang Anda baca

Agenda industri terdekat

Semua agenda →