
NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah mendorong percepatan 18 proyek prioritas hilirisasi dan ketahanan energi dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp618 triliun.
Sebagian besar proyek tersebut berlokasi di luar Pulau Jawa, sejalan dengan upaya memperluas pemerataan pembangunan dan meningkatkan nilai tambah ekonomi di dalam negeri.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tandjung mengatakan, pengembangan proyek-proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional sekaligus mendorong transformasi energi Indonesia.
“Begitu pula dengan hilirisasi, kita sedang mendorong 18 proyek prioritas hilirisasi dan ketahanan energi dengan nilai investasi sekitar Rp618 triliun. Sebagian besar lokasi proyek tersebut berada di luar Pulau Jawa,” kata Yuliot dalam pidato pembukaan Malam Penghargaan Energi Subroto Tahun 2026, di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Menurut Yuliot, pengembangan hilirisasi dan transformasi energi diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas, mulai dari peningkatan nilai tambah di dalam negeri hingga penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Namun, ia menegaskan bahwa upaya memperkuat sektor energi nasional masih menghadapi sejumlah pekerjaan yang perlu diselesaikan. Tantangan tersebut antara lain meningkatkan ketahanan energi, mengurangi ketergantungan terhadap impor energi, serta memperbaiki iklim investasi.

Selain itu, pemerintah juga perlu memastikan pemerataan dan keandalan pasokan energi di seluruh wilayah Indonesia agar kebutuhan energi masyarakat dan kegiatan ekonomi dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Dia menyatakan bahwa berbagai capaian transformasi energi menunjukkan arah yang ditempuh Indonesia menuju kedaulatan energi nasional. Meski demikian, upaya tersebut masih membutuhkan kerja bersama untuk menjawab tantangan di sektor energi sekaligus mengoptimalkan manfaat investasi bagi perekonomian nasional. Dengan nilai investasi sekitar Rp618 triliun, 18 proyek prioritas tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah dalam mendorong hilirisasi, memperkuat ketahanan energi, dan memperluas penciptaan nilai tambah di dalam negeri. (Shiddiq)

























