Beranda Berita Nasional Ekspor Produk Hilirisasi Nikel Naik Meningkat Jadi US$39,2 Miliar

Ekspor Produk Hilirisasi Nikel Naik Meningkat Jadi US$39,2 Miliar

Ilustrasi Ekspor Nikel Indonesia Tahun 2026, (Dok. AI/MNI/Shiddiq)
Oleh Momon Tarmono

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Nilai ekspor tahunan produk hilirisasi nikel Indonesia meningkat hampir lima kali lipat dalam enam tahun. Berdasarkan paparan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, nilai ekspor yang tercatat sebesar US$8,1 miliar pada 2019 meningkat menjadi US$39,2 miliar pada 2025.

Director of Mineral and Coal Downstream Industry Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Rizwan Aryadi Ramdan menyampaikan, bahwa peningkatan tersebut mencerminkan perkembangan industri pengolahan nikel di Indonesia, terutama pada rantai nilai baja tahan karat dan ekosistem baterai kendaraan listrik.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Kebijakan hilirisasi nikel Indonesia telah memberikan hasil yang signifikan. Nilai ekspor meningkat lebih dari empat kali lipat, dari US$8,1 miliar pada 2019 menjadi US$39,2 miliar pada tahun lalu,” ujar Rizwan.

Rizwan menyampaikan hal tersebut saat berbicara di The 5th Nickel Producers, Processors and Buyers Conference yang diselenggarakan Petromindo di Shangri-La Hotel, Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Menurutnya, pertumbuhan ekspor tersebut tidak terlepas dari perluasan rantai nilai industri nikel. Perkembangan industri tidak lagi terbatas pada kegiatan ekstraksi dan pengolahan bahan mentah, tetapi mulai bergerak menuju produksi dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Pertumbuhan ini mencerminkan perluasan rantai nilai baja tahan karat serta perkembangan pesat ekosistem baterai kendaraan listrik,” katanya.

Rizwan menjelaskan, selama beberapa dekade banyak negara berkembang yang memiliki sumber daya mineral hanya berpartisipasi dalam rantai nilai global pada tahap ekstraksi. Mineral diekspor, sementara sebagian besar penciptaan nilai tambah berlangsung di negara lain.

Indonesia berupaya mengubah pola tersebut melalui kebijakan hilirisasi, dengan mendorong pengembangan industri dari pengolahan sumber daya hingga manufaktur produk bernilai tambah.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Ia menegaskan, tahap berikutnya dari hilirisasi nikel tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi, tetapi juga kualitas investasi, kedalaman integrasi industri, serta kemampuan menghasilkan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pasar global.

“Tahap berikutnya dari perjalanan hilirisasi nikel Indonesia tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi, tetapi juga oleh kualitas investasi,” ujarnya.

Dalam pengembangan berikutnya, pemerintah mendorong perluasan industri menuju produksi baterai kendaraan listrik, sistem penyimpanan energi baterai atau battery energy storage system (BESS), serta manufaktur bernilai tambah tinggi lainnya.

Rizwan menyebut, Indonesia telah meluncurkan ekosistem kendaraan listrik dan baterai terintegrasi di Jawa Barat. Pemerintah juga memulai inisiatif pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt peak yang dinilai dapat membuka pasar bagi pengembangan sistem penyimpanan energi baterai.

Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperkuat integrasi industri, mendorong pemanfaatan teknologi, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing produk hilirisasi Indonesia di pasar internasional.

Indonesia juga tengah mengembangkan ekosistem kendaraan listrik terintegrasi yang mencakup pertambangan nikel, pemurnian, material baterai, sel baterai, kendaraan listrik, infrastruktur pengisian daya, hingga daur ulang.

“Pemerintah juga menyadari bahwa pembangunan fasilitas pengolahan bukanlah tujuan akhir dari industri hilir. Ambisi jangka panjang kita adalah mengembangkan ekosistem industri yang mampu bersaing secara internasional dan menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi,” kata Rizwan.

Ia menambahkan, pemerintah telah menyusun peta jalan hilirisasi nasional yang mencakup 28 komoditas strategis. Peta jalan tersebut memiliki potensi investasi sebesar US$618 miliar hingga 2040, dengan sektor mineral dan batu bara menyumbang sekitar 81% dari total potensi investasi.

Secara keseluruhan, peta jalan itu diproyeksikan mendukung peningkatan ekspor sekaligus menciptakan lebih dari 3 juta lapangan kerja pada 2040.

Rizwan mengatakan, pemerintah ingin memastikan pengembangan hilirisasi memberikan manfaat ekonomi jangka panjang, tidak hanya bagi investor, tetapi juga masyarakat di sekitar kawasan industri.

Karena itu, pendalaman rantai nilai industri perlu berjalan beriringan dengan investasi yang bertanggung jawab, penguatan sumber daya manusia, riset dan inovasi, serta pengembangan pemasok domestik.

“Dalam seluruh kegiatan tersebut, kami mendorong perusahaan untuk tidak hanya berinvestasi pada fasilitas fisik, tetapi juga pada sumber daya manusia, kemampuan riset dan inovasi, serta pengembangan pemasok domestik,” tuturnya. Dengan pengembangan rantai nilai yang semakin terintegrasi, pemerintah berharap industri nikel Indonesia dapat memperluas pasar produk hilir sekaligus memperkuat posisinya dalam rantai pasok global. (Lili Handayani)

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Liputan Khusus Hilirisasi & Smelter Nikel →

  1. Ekspor Produk Hilirisasi Nikel Naik Meningkat Jadi US$39,2 Miliar sedang Anda baca
  2. Hingga September 2026, Investasi Hilirisasi Lebih dari US$29 Miliar
  3. Pemerintah Akan Perkuat Hilirisasi Nikel Terintigrasi Untuk Bangun Industri Baterai Kendaraan Listrik
  4. Efisiensi Energi Smelter sebagai Langkah Awal Dekarbonisasi Industri Nikel
  5. Pemerintah Perlu Lindungi Smelter yang Sudah Beroperasi, Bukan Dorong Tambah Kapasitas Produksi
  6. APNI Soroti Kepastian Pasokan Bahan Baku Nikel Untuk Smelter

Agenda industri terdekat

Semua agenda →