
NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Perekonomian Indonesia pada triwulan III-2026 mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,47% secara tahunan (year-on-year/yoy). Kinerja tersebut meningkat dibandingkan triwulan II-2026 yang tumbuh 5,29%, dengan investasi sektor hilirisasi mencapai Rp179,9 triliun atau meningkat 19,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pertumbuhan ekonomi nasional ditopang oleh sejumlah komponen permintaan domestik, terutama konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah.
“Pertumbuhan di kuartal ketiga ini didorong oleh berbagai komponen yaitu permintaan domestik, daya beli masih tumbuh 5,04% yaitu konsumsi rumah tangga dan kontribusinya 51,97% dari PDB Nasional. Kemudian juga konsumsi pemerintah tumbuh positif di 8,95% dibandingkan tahun lalu yang pertumbuhannya sekitar 5,66%. Memang di dua kuartal ini, Q2 dan Q3 belanja Pemerintah digenjot dan tentu belanja Pemerintah ini sebagian dari konsumsi daripada program-program Pemerintah unggulan termasuk MBG dan juga koperasi KDKMP,” ujar Airlangga dalam siaran pers yang diterima redaksi, Jumat (6/11/2026).
Airlangga menjelaskan, dari sisi produksi, industri pengolahan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi sebesar 19,22% terhadap produk domestik bruto (PDB). Sektor tersebut tumbuh 5,87%, didukung sejumlah subsektor, termasuk industri logam dasar yang mencatatkan pertumbuhan 9,94%.
Ia menambahkan, industri makanan dan minuman juga tumbuh 7,09%, industri kimia dan farmasi sebesar 8,10%, serta industri alat angkutan atau otomotif sebesar 6,14%. Pertumbuhan subsektor tersebut turut menopang kinerja industri pengolahan pada triwulan III-2026.
Selain itu, realisasi investasi sektor hilirisasi mencapai Rp179,9 triliun pada triwulan III-2026 atau tumbuh 19,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Investasi tersebut mencerminkan perkembangan kegiatan pengolahan dan peningkatan nilai tambah komoditas di dalam negeri.
Airlangga menambahkan, secara keseluruhan, realisasi investasi nasional pada periode yang sama mencapai Rp528,7 triliun atau tumbuh 7,6% secara tahunan. Investasi tersebut menyerap tenaga kerja sebanyak 745.634 orang, dengan porsi realisasi investasi di luar Pulau Jawa mencapai 51,4%.
Dari sisi perdagangan, ekspor Indonesia pada triwulan III-2026 tumbuh 4,59% secara tahunan, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,07%. Sementara itu, impor tumbuh 7,31% untuk memenuhi kebutuhan produksi dan investasi, termasuk peningkatan impor bahan baku sebesar 27,5%.
Pemerintah, katanya menegaskan, akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui dukungan kebijakan yang terarah, penguatan investasi, serta upaya menghadapi berbagai tantangan perekonomian. “Capaian pertumbuhan yang sebesar 5,47% ini menunjukkan bahwa kebijakan yang diambil oleh Pemerintah, dipimpin Bapak Presiden Prabowo ini sudah on the right track dengan fundamental yang kuat, investasi terus meningkat, tentu dukungan kebijakan yang terarah, terus akan dijalankan, dan tentu terdapat berbagai macam tantangan yang perlu diselesaikan,” pungkasnya. (Tubagus)
Perkembangan cerita ini
Topik #Investasi Hilirisasi →
- Ekonomi Indonesia Triwulan III-2026 Tumbuh 5,47%, Investasi Hilirisasi Capai Rp179,9 Triliun sedang Anda baca
- Hingga September 2026, Investasi Hilirisasi Lebih dari US$29 Miliar
- Pemerintah Perlu Lindungi Smelter yang Sudah Beroperasi, Bukan Dorong Tambah Kapasitas Produksi
- Satgas Hilirisasi Percepat Investasi, Bantu Atasi Hambatan Proyek
- Pemerintah Genjot 18 Proyek Hilirisasi, Investasi Tembus Rp618 Triliun
- Hilirisasi Jadi Strategi Pemerintah Dorong Investasi Berkualitas
Agenda industri terdekat
- 10Nov
- 11Nov
- 12NovKonferensi & Pameran SMM (11th) Annual Nickel Conference 2026 – Ni Cr Mn Stainless Steel Event12–13 November 2026 · OCEAN HOTEL SHANGHAI, CHINA



























