Beranda Berita Nasional Investor Tetap Berpegang pada ROI dan IRR dalam Menilai Kelayakan Proyek

Investor Tetap Berpegang pada ROI dan IRR dalam Menilai Kelayakan Proyek

Ilustrasi Pembangunan Smelter Nikel (Dok. Istimewa)
Oleh Momon Tarmono

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Investor nikel menempatkan kepastian arus kas dan tingkat pengembalian investasi sebagai faktor utama dalam menilai kelayakan suatu proyek. Proyeksi keuntungan yang tinggi tidak cukup menjadi dasar keputusan investasi apabila tidak didukung perhitungan ekonomi yang realistis dan dapat dipertanggungjawabkan.

Investment and Portfolio Manager JTA International Holdings, Ali Hadji, mengatakan investor akan memperhitungkan sejumlah indikator sebelum memutuskan menanamkan modal, terutama return on investment (ROI), internal rate of return (IRR), serta nilai waktu uang (time value of money).

Iklan
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Menurutnya, proyeksi arus kas harus mampu menggambarkan kondisi ekonomi proyek secara nyata, bukan sekadar menyajikan potensi keuntungan pada masa mendatang.

“Investor mengajukan pertanyaan yang sangat sederhana: apa keuntungan yang akan saya peroleh? Berapa tingkat pengembalian investasi atau ROI, berapa tingkat pengembalian internal atau IRR, dan bagaimana nilai waktu uangnya?” ujar Ali.

Hal tersebut disampaikan Ali dalam sesi diskusi The 5th Nickel Producers, Processors and Buyers Conference yang diselenggarakan Petromindo di Shangri-La Hotel, Jakarta, Rabu–Kamis (4–5/11/2026).

Iklan
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Ia menjelaskan, investor dapat mempertimbangkan masuk ke suatu proyek apabila pertanyaan mengenai tingkat pengembalian dan kelayakan ekonominya dapat dijawab secara jelas.

“Selama pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan jelas, investor dapat mempertimbangkan untuk masuk,” katanya.

Ali mengingatkan, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kesenjangan antara proyeksi arus kas dan kondisi aktual proyek.

Iklan
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Angka keuntungan yang ditampilkan dalam proyeksi belum tentu mencerminkan nilai ekonomi yang sudah benar-benar terealisasi.

“Namun, terkadang ketika kita melihat proyeksi arus kas, kita hanya melihat angka-angka masa depan. Itu masih berupa proyeksi. Sementara itu, angka dan nilai yang benar-benar ada saat ini justru bisa saja mendekati nol,” jelasnya.

Karena itu, menurut Ali, investor perlu memastikan bahwa proyeksi dan ekspektasi yang digunakan dalam perhitungan investasi sesuai dengan kondisi sebenarnya. Kemampuan proyek menghasilkan arus kas positif menjadi penting agar perusahaan dapat memenuhi kewajiban pembiayaan maupun kewajiban lainnya.

Sebelumnya, Ali juga menekankan bahwa kepastian pasokan bahan baku dan rantai pasok merupakan fondasi utama proyek nikel yang layak memperoleh pembiayaan pada 2027.

“Menurut saya, kemampuan menghasilkan arus kas sangat penting dalam sektor ini. Selain itu, pasokan dan rantai pasok harus benar-benar terjamin,” ujarnya.

Ia menambahkan, proyek yang memiliki arus kas positif dan pasokan terjamin akan mempunyai kemampuan lebih baik dalam memenuhi kewajiban kepada pihak perbankan maupun pemberi pembiayaan.

Jaminan Investasi Lebih Penting dari Ketersediaan Dana

Lebih lanjut, Ali menegaskan bahwa ketersediaan dana bukan persoalan utama bagi investor apabila suatu proyek memiliki proposisi nilai (value proposition) yang jelas dan memberikan jaminan memadai.

Menurutnya, investor rasional akan tertarik pada proyek yang menawarkan manfaat ekonomi, baik berwujud maupun tidak berwujud, sepanjang manfaat tersebut dapat memberikan perlindungan terhadap investasi yang ditanamkan.

“Jadi, dari perspektif investor asing, uang bukanlah persoalan utama. Investasi bukanlah persoalan utama. Persoalan utamanya selalu mengenai jaminan. Apa yang dapat menjamin investasi tersebut?” tegasnya.

Ia menjelaskan, penilaian tersebut berlaku baik bagi investor yang masuk sebagai pemegang saham maupun pihak yang memberikan pembiayaan. Keduanya memiliki pertimbangan berbeda sesuai dengan situasi dan kondisi proyek.

“Bagaimana kita dapat memberikan kontribusi dan membuat proposisi nilai tersebut menjadi bermakna bagi investor, baik sebagai pemegang saham maupun sebagai pemberi pembiayaan? Keduanya berbeda dan bergantung pada situasi serta kondisi proyek,” katanya.

Ali menilai, kepastian kebijakan dan regulasi juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan investor. Sebab, proyek pertambangan dan pengolahan nikel memiliki risiko yang dapat berubah mengikuti kondisi pasar, sehingga diperlukan jaminan dan perlindungan yang memadai.

Ia menegaskan, selama proyek mampu menunjukkan proposisi nilai yang jelas, memiliki perhitungan arus kas yang masuk akal, serta memberikan kepastian terhadap investasi, pendanaan bukan menjadi hambatan utama. “Selama proposisi nilai tersebut jelas, uang bukanlah persoalan,” pungkasnya. (Lili Handayani)

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Topik #Investasi →

  1. Investor Tetap Berpegang pada ROI dan IRR dalam Menilai Kelayakan Proyek sedang Anda baca
  2. Indonesia-Azerbaijan Perkuat Peluang Kerja Sama Investasi
  3. Elisa Sugito: Investasi Hilirisasi Nikel Harus Beri Manfaat Nyata bagi Indonesia
  4. Presiden Tegaskan Pemerintah Berkomitmen Lindungi Investasi di Indonesia
  5. Hasyim Daeng Barang: Hilirisasi Nikel Berhasil, Investasi Capai Rp97 Triliun
  6. Kementerian Investasi Buka Suara Terkait Pabrik Milik Foxconn yang Tak Kunjung Dibangun

Agenda industri terdekat

Semua agenda →