
NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Harga Mineral Acuan (HMA) nikel Indonesia kembali mengalami penurunan pada November 2026. Berdasarkan publikasi terbaru Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), HMA nikel periode I November 2026 ditetapkan sebesar US$15.478,67 per wet metric ton (wmt).
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan HMA periode II Oktober 2026 yang mencapai US$15.847,67 per wmt. Dengan demikian, harga acuan nikel terkoreksi US$369,00 per wmt atau sekitar 2,33% dalam penetapan terbaru.
Penurunan ini memperpanjang tren pelemahan HMA nikel yang berlangsung sejak Oktober 2026. Sebelumnya, HMA periode II Oktober juga turun dari US$16.322,67 per wmt pada periode I Oktober menjadi US$15.847,67 per wmt.
Jika dibandingkan dengan HMA periode I Oktober, harga acuan nikel November periode I telah mengalami penurunan US$844,00 per wmt.
Perubahan HMA tersebut turut memengaruhi harga patokan mineral (HPM) bijih nikel berdasarkan kadar kandungan nikel (Ni), conversion factor (CF), serta moisture content (MC) atau kadar air sebesar 30% dan 35%.
Perbandingan HMA Nikel Oktober dan November 2026
Berikut perkembangan harga acuan nikel berdasarkan publikasi APNI.
| Periode | HMA (US$/wmt) | Perubahan |
| Oktober P1 | 16.322,67 | — |
| Oktober P2 | 15.847,67 | -475,00 |
| November P1 | 15.478,67 | -369,00 |
Dari tabel tersebut, HMA nikel mengalami penurunan dalam dua penetapan berturut-turut. Koreksi pada November periode I mencapai sekitar 2,33% dibandingkan Oktober periode II.
HPM Bijih Nikel MC 30% Turun di Seluruh Kadar
Penurunan HMA diikuti pelemahan HPM bijih nikel kategori MC 30%. Berdasarkan data terbaru APNI, seluruh kadar nikel yang tercantum, mulai dari 1,1% hingga 1,8%, mengalami penurunan dibandingkan periode II Oktober 2026.
Pada kadar Ni 1,1%, harga turun US$0,85 per wmt dari US$24,51 menjadi US$23,66 per wmt. Sementara itu, bijih dengan kadar Ni 1,6% mengalami penurunan US$1,80 per wmt, dari US$63,66 menjadi US$61,86 per wmt. Koreksi terbesar secara nominal terjadi pada kadar Ni 1,8%, yakni turun US$2,05 per wmt dari US$74,31 menjadi US$72,26 per wmt.
Berikut perbandingan HPM bijih nikel MC 30% FOB antara Oktober periode II dan November periode I 2026.

Penurunan tersebut memperlihatkan bahwa semakin tinggi kadar nikel, semakin besar pula koreksi harga secara nominal. Pola ini terlihat konsisten pada seluruh rentang kadar dalam tabel.
HPM Bijih Nikel MC 35% Juga Mengalami Koreksi
Pelemahan harga juga terjadi pada bijih nikel dengan kategori MC 35%. Seluruh kadar Ni dalam publikasi terbaru APNI mencatat penurunan dibandingkan penetapan Oktober periode II.
Untuk kadar Ni 1,1%, harga turun US$0,79 per wmt dari US$22,76 menjadi US$21,97 per wmt. Pada kadar Ni 1,6%, harga terkoreksi US$1,68 per wmt dari US$59,12 menjadi US$57,44 per wmt. Adapun penurunan terbesar terjadi pada kadar Ni 1,8%, yang turun US$1,90 per wmt dari US$69,00 menjadi US$67,10 per wmt.
Berikut rincian perbandingan HPM bijih nikel MC 35%.

Jika dibandingkan dengan MC 30%, harga bijih nikel MC 35% tetap berada pada level lebih rendah untuk setiap kadar Ni yang sama.
Meskipun demikian, arah pergerakan harga kedua kategori tersebut seragam. Seluruh kadar mengalami penurunan pada penetapan November periode I.
Formula HPM Mengacu pada Ketentuan ESDM
Dalam publikasi terbarunya, APNI mencantumkan bahwa formula perhitungan harga menggunakan ketentuan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 363.K/MB.01/MEM.B/2026.
Sementara itu, pengolahan HPM pada penetapan November periode I mengacu pada Kepmen ESDM Nomor 409.K/MB.01/MEM.B/2026.
Ketentuan tersebut menjadi acuan dalam perhitungan harga patokan bijih nikel berdasarkan kadar Ni dan kategori moisture content.
Perubahan HMA dan HPM menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan pelaku usaha pertambangan nikel, terutama dalam menentukan nilai transaksi bijih, perencanaan produksi, serta perhitungan penerimaan dari penjualan komoditas tersebut. Dengan HMA sebesar US$15.478,67 per wmt pada November periode I, tren pelemahan harga acuan nikel masih berlanjut. Koreksi yang terjadi pada seluruh kadar HPM MC 30% dan MC 35% juga menunjukkan bahwa tekanan harga tidak hanya tercermin pada harga acuan, tetapi turut memengaruhi harga patokan bijih di berbagai tingkat kadar nikel. (Lili Handayani)
Perkembangan cerita ini
Topik #Harga Acuan Mineral →
- HMA Nikel Periode I November 2026 Turun US$369/wmt, Seluruh Harga HPM Bijih Ikut Melemah sedang Anda baca
- APNI: Bursa Mineral Komoditas Strategis Indonesia Ditargetkan Beroperasi 4 Januari 2027
- APNI: ICOMEX Disiapkan Jadi Acuan Harga Nikel Indonesia Mulai 2027
- Harga Nikel Oktober 2026 Turun Dua Periode Beruntun, HMA Periode II Susut US$474/wmt
- HMA Nikel Agustus Naik Tipis, Produk Kadar Tinggi Alami Penyesuaian
- September Ceria, Harga Nikel Naik Tipis-tipis
Istilah di artikel ini
Kamus istilah lengkap →Agenda industri terdekat
- 4NovKonferensi & Pameran The 5th Nickel Producers, Processors & Buyers Conference4–5 November 2026 · Shangri-La Hotel, Jakarta
- 10Nov
- 11Nov






























