Beranda Korporasi Meski Tertekan LFP, Permintaan Baterai Berbasis Nikel Meningkat Tajam

Meski Tertekan LFP, Permintaan Baterai Berbasis Nikel Meningkat Tajam

Aditya Farhan Arif (Foto: MNI/Tubagus)
Oleh Tubagus Rachmat

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Permintaan baterai berbasis nikel, khususnya katoda NMC (nickel manganese cobalt) meningkat tajam meskipun pangsa pasarnya tertekan oleh baterai lithium ferro phosphate (LFP).

Hal itu disampaikan Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC), Aditya Farhan Arif, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Senin (2/2/2026). Ia menjelaskan, secara volume, permintaan katode NMC meningkat karena ukuran pasar baterai global yang terus membesar, sehingga kebutuhan terhadap NMC tetap kuat.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Secara volume sebetulnya katode jenis NMC itu permintanya meningkat karena memang size dari market-nya sendiri meningkat dengan sangat tajam,” ujarnya.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi baterai ke depan turut mendukung permintaan NMC, karena teknologi seperti sodium-ion battery dan solid-state battery masih menggunakan nikel sebagai salah satu material utama.

“Salah satu kandidat kuatnya masih berbasis nikel, besi, dan mangan,” jelasnya.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kepemilikan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing industri nasional.

“IBC tidak hanya menjalankan investasi, tapi juga ingin menjadi center of excellence untuk teknologi baterai,” ungkapnya.

Mengenai harga nikel, ia menyebut bahwa saat ini terjadi penurunan dibandingkan tahun 2020, tetapi industri tidak bisa hanya mengandalkan fluktuasi harga.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Kalau ke depan kita tidak bisa bergantung saja pada volatilitas dari harga nikel, kita harus melakukan inovasi bagaimana caranya supaya proses industri ini bisa lebih efisien,” katanya.

Ia juga menyebut strategi efisiensi lainnya, termasuk pemangkasan rantai industri untuk menekan biaya produksi, sekaligus menegaskan optimisme IBC terhadap pemasaran nikel di pasar global.

“Salah satunya dengan memotong rantai industri sehingga cost-nya bisa diturunkan, dan kami cukup optimis bahwa ke depan nikel kita masih tetap akan bisa dipasarkan di pasar global,” ujarnya.

Dengan berbagai strategi dan inovasi tersebut, IBC optimis nikel Indonesia akan tetap kompetitif di pasar global. (Tubagus)

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Topik Pasar Global →

  1. Muchtazar: Keberlanjutan Jadi Syarat Penting dalam Rantai Pasok Nikel Global
  2. Mind Id Dorong Penguasaan Teknologi untuk Bawa Industri Tambang ke Pasar Global
  3. ICMCE 2026: Industri Nikel Diminta Perkuat ESG untuk Jaga Akses Pasar Global
  4. Gubernur Malut: Kendaraan Listrik Tidak Benar-benar Berkelanjutan Jika Sistem Sosialnya Rusak
  5. Pengendalian RKAB Dinilai Jadi Strategi Pemerintah Jaga Cadangan Nikel Nasional
  6. Meski Tertekan LFP, Permintaan Baterai Berbasis Nikel Meningkat Tajam sedang Anda baca

Agenda industri terdekat

Semua agenda →