Beranda Berita Nasional Insentif Kendaraan Listrik Berbasis NMC Dinilai Perkuat Hilirisasi Nasional

Insentif Kendaraan Listrik Berbasis NMC Dinilai Perkuat Hilirisasi Nasional

53
0
Pabrik baterai EV PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) di Karawang (Foto: Istimewa)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah merencanakan akan memberikan insentif bagi kendaraan listrik dengan baterai berbasis nickel manganese cobalt (NMC). Langkah tersebut dinilai strategis karena dapat mempercepat hilirisasi nikel serta memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.

Project Coordinator Enhancing Readiness for the Transition to Electric Vehicles (Entrev), Eko Adji Buwono, mengatakan, kebijakan tersebut dapat menjadi sinyal penting bagi pengembangan industri manufaktur berbasis nikel dengan nilai tambah tinggi di dalam negeri. Pemberian insentif tersebut juga tidak hanya berpotensi meningkatkan penjualan kendaraan listrik, tetapi juga memperkuat ekosistem industri baterai nasional yang saat ini tengah dibangun dari hulu hingga hilir.

Indonesia Battery Corporation (IBC) saat ini merupakan satu-satunya perusahaan milik pemerintah yang mendapat mandat membangun dan mengembangkan industri baterai berbasis nikel. Tentunya, tanpa didukung kebijakan yang memberikan prioritas terhadap baterai berbasis nikel untuk digunakan di dalam negeri, akan sulit berkompetisi dengan baterai berbasis lithium ferrophosphate (LFP),” kata Eko, dalam keterangannya, dikutip, Rabu (2/9/2026).

Pengembangan industri baterai nasional, menurutnya, juga memiliki dampak ekonomi yang lebih luas. Selain itu, juga dapat meningkatkan nilai tambah mineral, industri dan berpotensi menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, serta mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

“Sudah ada berbagai perhitungan mengenai dampak berlipat dari hilirisasi industri baterai. Yang paling nyata adalah peningkatan nilai tambah mineral, penciptaan lapangan kerja, serta pengurangan impor baterai maupun impor BBM seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik,” ujarnya.

Adapun kebijakan pemerintah tersebut menjadi faktor penting agar investasi yang telah ditanamkan dalam pembangunan ekosistem baterai nasional dapat berkembang secara optimal. Indonesia diketahui saat ini tengah membangun rantai pasok baterai berbasis nikel yang mencakup sektor pertambangan, pengolahan mineral, hingga manufaktur sel baterai.

Sementara itu, IBC melalui pabrik baterai kendaraan listrik PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) di Karawang memiliki kapasitas produksi tahap awal sebesar 6,9 GWh. Kapasitas tersebut menjadi salah satu fondasi untuk memenuhi kebutuhan industri kendaraan listrik nasional yang terus berkembang. (Fi Yun)