Beranda Asosiasi Pertambangan Pasar Nikel Global 2025: Tantangan dan Prospek di Tengah Ketidakpastian Perdagangan

Pasar Nikel Global 2025: Tantangan dan Prospek di Tengah Ketidakpastian Perdagangan

Bijih nikel.Foto. Antam
Oleh Shiddiq

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Kelompok Studi Nikel Internasional (International Nickel Study Group/INSG) menyampaikan hasil pembahasan dengan para pemangku kepentingan di industri nikel mengenai tren pasar nikel global, proyeksi produksi dan konsumsi, serta tantangan dari sisi kebijakan dan keberlanjutan industri.

Hal ini disampaikan usai pertemuan yang dilakukan pada 22 – 23 April 2025 di Lisbon, Portugal, dalam pers rilis yang dikeluarkan INSG per April 2025. INSG mencatat bahwa dinamika kebijakan perdagangan global memicu ketidakpastian baru dalam pasar bahan mentah, termasuk nikel. Di Indonesia, keterlambatan penerbitan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) menyebabkan kelangkaan bijih nikel.

“Dampak kebijakan royalti baru Indonesia terhadap sektor pertambangan masih perlu dievaluasi secara menyeluruh,” ujar INSG dalam keterangannya tersebut.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Meski begitu, produksi berbagai jenis produk nikel seperti nickel pig iron (NPI), mixed hydroxide precipitate (MHP) dari pabrik HPAL, nikel matte, nikel katoda, dan nikel sulfat diperkirakan akan terus meningkat pada 2025.

Di Tiongkok, produksi nikel primer juga diproyeksikan tumbuh berkat ekspansi kapasitas nikel katoda dan nikel sulfat, meskipun produksi NPI diprediksi terus menurun. Sementara itu, sejumlah fasilitas produksi di negara lain mengalami penurunan atau bahkan penghentian operasi akibat tekanan profitabilitas.

INSG juga memperkirakan pertumbuhan lebih lanjut di sektor baja nirkarat (stainless steel) pada 2025. Namun, perluasan penggunaan nikel dalam baterai kendaraan listrik tidak secepat yang diantisipasi sebelumnya, lantaran meningkatnya dominasi baterai LFP (lithium iron phosphate) yang tidak mengandung nikel, serta tingginya permintaan kendaraan hibrida dibanding kendaraan listrik murni.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Meski demikian, proyek pengembangan material prekursor katoda ternary (pCAM) di berbagai belahan dunia diyakini akan menopang permintaan nikel ke depan.

Produksi nikel primer global mencapai 3,363 juta ton pada 2023, naik menjadi 3,526 juta ton pada 2024, dan diprediksi menembus 3,735 juta ton pada 2025. Sementara itu, konsumsi dunia diperkirakan naik dari 3,193 juta ton (2023) menjadi 3,537 juta ton (2025). Surplus pasar masing-masing diproyeksikan sebesar 170 ribu ton (2023), 179 ribu ton (2024), dan 198 ribu ton (2025).

Selain itu, pertemuan INSG ini juga menjadi forum berbagi wawasan dari berbagai pakar. Di antaranya, Tim Collins (Sekretaris Jenderal Worldstainless) membahas proyeksi permintaan baja nirkarat ke depan. Jorge Uzcategui dari Benchmark Mineral Intelligence menyampaikan bahwa “baterai lithium-ion akan menentukan masa depan pasar nikel.”

Christy Gellert dari Vale Canada Limited memaparkan perkembangan terkini pasar nikel dari perspektif produsen. Frank Wäckerle dari CRONIMET Ferroleg GmbH menyampaikan dinamika terbaru pasar skrap baja nirkarat. Sementara itu, Dr. Mark Mistry dari Nickel Institute menekankan pentingnya tata kelola rantai pasok nikel yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Komite Lingkungan dan Ekonomi juga membahas tema produksi nikel berkelanjutan. Meng Bai dari China Nonferrous Metals Industry Association mempresentasikan perkembangan pasar nikel Tiongkok. Sementara itu, Solange Harpham dari Paris Peace Forum mengangkat isu diplomasi dalam pengelolaan mineral transisi. (Shiddiq)

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Topik INSG →

  1. INSG Proyeksikan Pasar Nikel Global Berimbang pada 2026 setelah Bertahun-tahun Surplus
  2. Surplus Nikel Global Melebar pada 2026, APNI Soroti Ketimpangan Produksi Tambang–Smelter
  3. Indonesia Jadi Sorotan Dunia di LME Conference 2025, Bukti Keberhasilan Hilirisasi Nikel Nasional
  4. APNI Hadiri Pertemuan INSG di Lisbon: Tegaskan Posisi Indonesia sebagai Pemimpin Hilirisasi dan Mitra Strategis Global
  5. Pasar Nikel Global 2025: Tantangan dan Prospek di Tengah Ketidakpastian Perdagangan sedang Anda baca
  6. Sekum APNI Bahas Prospek Pasar Nikel Indonesia dalam Pertemuan INSG 2024

Istilah di artikel ini

RKAB
Rencana Kerja dan Anggaran Biaya
NPI
Nickel Pig Iron
MHP
Mixed Hydroxide Precipitate
HPAL
High Pressure Acid Leaching
Kamus istilah lengkap →

Agenda industri terdekat

Semua agenda →