
NIKEL.CO.ID – Produsen baterai kendaraan listrik asal China, Contemporary Amperex Technology Limited (CATL) tengah menyiapkan pembangunan pabrik sebesar 5,1 miliar dollar Amerika Serikat atau Rp 7,2 triliun di Indonesia.
Komitmen tersebut menyusul ketertarikan pabrikan terhadap perkembangan hilirisasi industri nikel di Tanah Air untuk mempersiapkan era elektrifikasi beberapa waktu lalu.
Melansir Paultan, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadahlia menyebut CATL sudah tanda tangan dan sepakat kerja sama dengan PT Inalum dengan target pembangunan pabrik pada tahun depan.
“Kami menandatangani perjanjian ketika kami berada di China baru-baru ini. Peletakan batu pertama, dimulai pada 2021,” ujarnya, Jumat (20/11/2020).
CATL yang merupakan perusahaan baterai lithium terbesar di dunia akan menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan dan produksi baterai lithium ketiganya, setelah Tiongkok dan Jerman.
Di Indonesia CATL berencana mengembangkan pertambangan nikel, pabrik pengolahan nikel, pabrik material baterai litium sampai dengan pabrik mobil listrik.
Pabrikan juga akan mengajak mitra-mitra yang terkait untuk menginvestasi dan membangun perindustrian terkait juga di Indonesia. CATL sendiri sekarang bermitra dengan Tesla, Daimler, Hyundai, Honda, Toyota, Volkswagen, dan beberapa nama besar lainnya.
“Kalau minggu ini tidak ada perubahan, LG Chem dari Korea juga akan tandatangan,” ujar keterangan tertulis dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pada kesempatan terpisah.
Selain CATL, mitra dalam proyek ini adalah perusahaan baterai China GEM, pembuat baja tahan karat Tsingshan, perusahaan perdagangan Jepang Henwa, dan perusahaan kompleks industri lokal Indonesia Morowali Industrial Park.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Produsen Baterai Kendaraan Asal China Akan Bangun Pabrik di Indonesia“
Perkembangan cerita ini
Topik #Produk Olahan Nikel →
- Hilirisasi Nikel Perlu Diperkuat hingga Produk Akhir, Bukan Sekadar Produk Antara
- Mulai 31 Oktober 2026, Jepang Akan Kenakan Bea Anti-Dumping Produk Berbasis Nikel dari China dan Taiwan
- APNI: ICOMEX Disiapkan Jadi Acuan Harga Nikel Indonesia Mulai 2027
- Hilirisasi Nikel Harus Menghasilkan Produk Akhir
- Permintaan Nikel Dunia Meningkat, Indonesia Didorong Perluas Hilirisasi hingga Produk Akhir
- CATL Akan Jadikan Indonesia Sebagai Pusat Pengembangan dan Produksi Baterai Lithium sedang Anda baca
Agenda industri terdekat
- 10Nov
- 11Nov
- 12NovKonferensi & Pameran SMM (11th) Annual Nickel Conference 2026 – Ni Cr Mn Stainless Steel Event12–13 November 2026 · OCEAN HOTEL SHANGHAI, CHINA


























