Beranda Berita Nasional Jumhur Tekankan Tanggung Jawab Perusahaan Tambang Atasi Sampah

Jumhur Tekankan Tanggung Jawab Perusahaan Tambang Atasi Sampah

82
0
Dok. MNI/Shiddiq, foto: Menteri LH/BPLH Moh. Jumhur Hidayat (Kemeja Putih) bersama Menteri Agama Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA (Kemeja Batik Hijau) di TMII Jakarta Senin (12/10/2026)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh. Jumhur Hidayat menekankan pentingnya tanggung jawab produsen, termasuk perusahaan di sektor ekstraktif seperti pertambangan, dalam menangani persoalan sampah dan menjaga kelestarian lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Jumhur dalam acara Mengawali Langkah Bersama untuk Sekolah Berbudaya Lingkungan: Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (12/10/2026).

Jumhur mengatakan, upaya menjaga lingkungan perlu dibangun melalui tiga aspek, yakni moral, kesadaran, dan budaya. Menurut dia, pendidikan lingkungan sejak sekolah menjadi langkah penting untuk membentuk perilaku masyarakat yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Ia juga menyoroti tanggung jawab produsen yang menghasilkan sampah plastik dan berbagai jenis limbah. Menurut Jumhur, penanganan persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan masyarakat, tetapi juga perlu melibatkan pihak yang menghasilkan produk dan limbah.

“Produsen-produsen yang menghasilkan sampah plastik dan lain-lain,” kata Jumhur saat menyinggung tanggung jawab produsen dalam persoalan lingkungan.

Dalam konteks industri pertambangan sebagai bagian dari sektor ekstraktif, tanggung jawab lingkungan menjadi isu penting, terutama dalam pengelolaan limbah dan dampak kegiatan operasional terhadap lingkungan. Namun, Jumhur dalam materinya tidak secara spesifik menyebut perusahaan tambang tertentu.

Jumhur juga menekankan pentingnya membangun kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda. Ia menyebut kelompok Gen Z memiliki tingkat kepedulian terhadap lingkungan yang dinilainya lebih tinggi dibandingkan kelompok lain.

Menurutnya, pembentukan budaya peduli lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pengelolaan sampah. Melalui gerakan sekolah berbudaya lingkungan dan program Adiwiyata, pemerintah mendorong penguatan pendidikan lingkungan sebagai bagian dari upaya membangun perilaku yang lebih bertanggung jawab terhadap kelestarian alam. (Shiddiq)