NIKEL.CO.ID, JAKARTA – PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) mencatat konsumsi energi sebesar 4,46 juta gigajoule (GJ) pada Semester I 2026, turun 59%. Perusahaan tambang mineral ini terus mengoptimalkan efisiensi energi dan pemanfaatan energi terbarukan untuk menekan emisi gas rumah kaca (GRK) di wilayah operasional.
Corporate Secretary ANTAM, Wisnu Danandi Haryanto, mengatakan efisiensi energi menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan efektivitas operasional sekaligus mengurangi dampak lingkungan.
“ANTAM terus mendorong efisiensi penggunaan energi melalui berbagai inisiatif di wilayah operasi, termasuk pemanfaatan energi terbarukan. Langkah ini tidak hanya mendukung efisiensi operasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kami dalam menurunkan emisi gas rumah kaca,” ujar Wisnu di Jakarta, Senin (12/10/2026).
Pada periode yang sama, emisi GRK ANTAM tercatat sebesar 0,57 juta ton CO₂e. Perusahaan melaporkan penurunan emisi sebesar 15,62%, melampaui target penurunan sebesar 4,60%.
Salah satu upaya efisiensi energi dilakukan melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 500 kilowatt peak (kWp) di PT Gag Nikel. Fasilitas tersebut dilengkapi 910 modul surya, 10 unit inverter, dan 400 unit baterai yang terintegrasi dengan sistem pembangkit listrik berbasis generator set (genset).
Berdasarkan kajian PT Gag Nikel, pemanfaatan PLTS berpotensi mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional genset di kawasan townsite hingga 245.280 liter per tahun.
Dalam skenario tanpa PLTS, konsumsi BBM diperkirakan mencapai 367.920 liter per tahun dengan asumsi genset beroperasi selama 8.760 jam. Sementara itu, dengan kontribusi PLTS dan asumsi waktu operasi genset selama 2.920 jam per tahun, konsumsi BBM diperkirakan turun menjadi 122.640 liter per tahun.
“Penerapan PLTS di PT Gag Nikel menjadi salah satu contoh bagaimana pemanfaatan energi terbarukan dapat memberikan manfaat langsung terhadap pengelolaan energi di wilayah operasi,” kata Wisnu.
Selain efisiensi energi, ANTAM menjalankan berbagai program pengelolaan lingkungan, meliputi reklamasi lahan, rehabilitasi ekosistem, konservasi keanekaragaman hayati, dan pengelolaan air. Hingga Semester I 2026, realisasi reklamasi lahan ANTAM mencapai 95,69 hektare, melampaui target 85,3 hektare. Perusahaan juga telah menanam sekitar 70.753 pohon sebagai bagian dari program pemulihan lingkungan. (Shiddiq)










































