Faisal Basri Sebut 90 Persen Keuntungan Industri Nikel Diboyong ke China

NIKEL.CO.ID – Ekonom senior dari Universitas Indonesia, Faisal Basri, mengatakan Indonesia hanya menikmati keuntungan nilai tambah sebesar 10 persen dari industri bijih nikel di Morowali dan Konawe. Sedangkan sisanya sebesar 90 persen menjadi keuntungan bagi investor China yang membangun smelter di kawasan industri tersebut.

“Dari seluruh nilai yang diciptakan, dari proses olah bijih sampai produk smelter, maksimal yang tinggal di Indonesia 10 persen. Jadi 90 persen dinikmati China. Indonesia hanya dijadikan ekstensi untuk dukung industrialisasi China,” tutur Faisal dalam tayangan YouTube milik pengamat politik, Refly Harun, yang diunggah pada Selasa, 27 Juli 2021.

Faisal mengatakan pengembangan industri nikel di kawasan ekonomi khusus Morowali dan Konawe sampai saat ini belum memenuhi hilirisasi. Sebab, tidak ada fasilitas produksi untuk mengolah bijih nikel menjadi hidroksida dan nikel murni berkadar 99,9 persen yang menjadi bahan utama penghasil beterai.

Menurut Faisal, perusahaan-perusahaan smelter itu hanya mengolah sebagian besar bijih nikel pig iron (NPI) dengan produk akhir maksimal 20-25 persen.
Dengan fasilitas yang ada, seperti tax holiday dan keringanan pajak ekspor, investor China dapat membeli olahan nikel setengah jadi ini dengan harga seperempat atau sepertiga lebih murah dari harga internasional.

Dampaknya bagi Indonesia, nilai ekspor akan naik. Namun nilai yang didapatkan Indonesia tidak maksimal.

“Makanya mereka berbondong-bondong datang. Kalau pabrik tetap di China, mereka beli dengan harga US$ 100 per ton atau kilogram, kalau pindah ke Indonesia bisa dapat US$ 25-35 saja,” ujar Faisal.

Sesampainya di China, nikel setengah jadi akan diolah lebih lanjut menjadi produk sendok, garpu, pisau, atau lembaran baja yang tahan karat dengan kualitas tinggi. Setelah menjadi produk-produk tersebut, Indonesia kembali mengimpornya dari China.

Cerita serupa telah diungkapkan Faisal di situs Faisalbasri.com beberapa waktu lalu. Ia menduga industri nikel hanya menjadi  sarang bagi praktik pemburuan rente besar-besaran.

“Belum ada sama sekali pijakan untuk mengembangkan bijih nikel menjadi bahan utama untuk baterai lithium. Belum ada rute menuju ke sana. Indonesia sejauh ini hanya dimanfaatkan sebagai penopang industrialisasi di China dengan ongkos sangat murah dibandingkan kalau kegiatan serupa dilakukan di China,”  kata Faisal Basri dikutip dari tulisannya.

Sumber : tempo.co

Read More

Pemerintah Transparansi Perizinan Sektor Pertambangan

NIKEL.CO.ID – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus melakukan proses transparansi di dalam kegiatan industri pertambangan di Indonesia.

Dalam Sosialisasi Minerba yang digelar secara virtual, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba), Kementerian ESDM,Ridwan Djamaluddin, mengatakan tujuan hakikinya adalah pemerintah ingin memberikan manfaat kepada sebanyak mungkin pihak dan kepada negara, jangan sampai negara dirugikan, dalam artian penerimaan negara berkurang.

Sementara bagi daerah, terang Ridwan, agar daerah menerima manfaat sesuai ketentuan-ketentuan yang berlaku, lalu bagi masyarakat luas agar publik mendapat lapangan pekerjaan.

Untuk badan usaha, kami ingin badan usaha di sektor Minerba ini sehat dan maju. Jika badan usaha bisnisnya bagus negara juga akan senang, negara akan mendapatkan manfaat yang luar biasa. Ini yang harus kita cermati bersama agar tidak ada lagi hambatan diantara para pihak terkait,” jelas Ridwan.

Selain itu, Ridwan mengungkapkan, pentingnya perlindungan terhadap masyarakat dan terhadap lingkungan. Ini erat kaitannya dengan praktik di industri pertambangan yang memiliki risiko tinggi, padat teknologi, padat modal, jangan sampai faktor keselamatan terhadap masyarakat terancam karena praktik-praktik atau kegiatan-kegiatan yang sangat merugikan lingkungan.

“Jangan sampai investasi yang telah ditanamkan di sektor pertambangan ini tidak membawa manfaat. Ini salah satu hal ingin kami amankan juga,” imbuhnya.

Kemudian terkait dengan aspek lingkungan, lanjutnya, amanah Undang-Undang sudah jelas bahwa lingkungan adalah bagian penting dari industri pertambangan.

“Artinya kita tidak boleh merusak secara massif lingkungan disekitar wilayah pertambangan dan harus menjaga citra industri pertambangan ini jangan sampai tidak ramah lingkungan. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” bebernya.

Untuk itu, Ridwan menegaskan, kewajiban-kewajiban terhadap lingkungan tidak boleh diabaikan. Sementara, di sisi lain, adanya praktik pertambangan ilegal yang banyak terjadi, itulah yang menyebabkan kerusakan lingkungan sekitar.

“Aspek lain yang ini yang ingin saya tekankan adalah kita semua harus patuh terhadap ketentuan yang ada. Dalam beberapa hal ketentuan yang ada saat ini memang dirasa tidak sepenuhnya dapat melayani kebutuhan kita, akan tetapi dalam hal-hal tertentu jika ada kendala saya selalu mengatakan silahkan dikomunikasikan dan coba cari jalan keluarnya bersama-sama,” paparnya.

Ia kembali menerangkan, secara spesifik salah satu yang memicu Pemerintah (Ditjen Minerba) melakukan sosialisasi ini adalah untuk menyesuaikan kebutuhan kondisi yang nyata di lapangan dengan memperbarui dan merubah ketentuan yang ada.

“Kami masih banyak mendapat laporan bahwa asul-usul barang sering tidak jelas. Melihat hal tersebut, salah satu yang ingin kita ubah bahwa surat keterangan asal barang tidak lagi dibuat secara sepihak oleh badan usaha, melainkan harus dibuat oleh surveyor dan diketahui oleh pemerintah,” urainya.

“Ini sangat penting, bagi para pelaku usaha ini akan menghindari bapak-bapak dari tuduhan-tuduhan dan segala dosa dari ketidakjujuran itu. Kita juga akan menerapkan pengamatan dengan teknologi. Hal ini penting untuk mengurangi Beben kerja kita dan juga efektivitas dan efisiensi,” sambung Ridwan.

Menurutnya, penggunaan citra satelit, foto, drone dan lain-lain, diupayakan oleh pemerintah untuk membuka transparansi, bahwa yang dilakukan oleh badan usaha pertambangan sesuai dengan ketentuan pemerintah dalam melakukan pengawasan dengan sebaik-baiknya.

Ridwan menjelaskan, sangat penting yang harus dilakukan oleh badan usaha yakni menyusun dokumen Rencana Kerja Anggaran dan Biaya (RKAB) sektor pertambangan.

Ia mengaku, dari 2345 perizinan yang bermasalah yang ditemukan oleh Ditjen Minerba, sebagain besar tidak mengajukan RKAB. Mungkin ini ada hubungannya dengan kebiasaan masa lalu yang sekarang sudah berubah.

“Kami tidak ingin mempersulit, tapi kami ingin meletakkan tata kelola yang baik, agar industri pertambangan kita makin kedepan makin baik. Itu esesiensinya, jadi kalau ada perubahan-perubahan tolong disikapi secara positif dan di komunikasikan. Ke depan kami akan membuat pola komunikasi secara digital dan online,” terangnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwasanya, masa transisi ini bukanlah masa yang mudah, tapi ini adalah pola baru untuk melakukan tata kelola di industri pertambangan ini agar lebih baik.

Terakhir, ia berpesan, jangan pernah memberikan sumbangan dalam bentuk apapun kepada pejabat-pejabat yang ada di Ditjen Minerba dalam melakukan kegiatan pelayanannya. Hal itu sangat tidak baik dan akan merusak bangsa Indonesia dalam jangka panjang.

“Mari kita lakukan sesuai ketentuan, jangan pernah melakukan praktik-praktik yang membawa kita kepada masalah-masalah legalitas negara,” tandasnya.

Sumber : ruangenergi.com

Read More

Empat Poin Syarat Lubang Bukaan Tambang

NIKEL.CO.ID – Lubang bekas tambang sering kali menjadi pembahasan oleh masyarakat, untuk itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerbitkan syarat lubang bukaan tambang.

Oleh karena itu, pengusaha pertambangan diminta untuk menerapkan kebijakan yang telah diterbitkan oleh pemerintah.

Pertama, Memasang pagar pengaman apabila lubang bekas tambang berlokasi dekat dengan pemukiman dan fasilitas umum.

Kedua, Membuat dan memasang secara permanen tanda larangan memasuki wilayah lubang bekas tambang yang dapat dilihat dengan jelas, dibaca dan dimengerti.

Ketiga, Melakukan sosialisasi dan edukasi secara intensif tentang larangan dan bahaya memasuki wilayah lubang bekas tambang.

Keempat, Melakukan patroli keselamatan pada wilayah lubang bekas tambang secara rutin dan berkala.

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Mineral dan Batu Bara, Irwandy Arif, dalam acara Indonesia Mining Outlook 2021 melalui kanal YouTube Tambang TV, menyebut masih banyak masalah terkait dengan isu lingkungan yang dihadapi saat ini.

Seperti limbah B3 (Bahan Berbahaya Beracun), slag nikel, slag tembaga yang sampai sekarang belum tuntas penanganannya.

“Mengenai hukum lingkungan, masih banyak problem di pertambangan. Masih ada masalah limbah B3, slag nikel, tembaga yang belum tuntas,” katanya.

Ia menjelaskan, kemampuan dalam menyelesaikan masalah limbah menjadi salah satu penentu keberhasilan pembangunan smelter.

Untuk itu, isu penanganan limbah yang masih dibahas seperti bagaimana membuang limbah dari proses smelter High Pressure Acid Leaching (HPAL) dari bahan baku nikel ke bawah laut, kemudian limbah dari abu pembakaran batu bara, slag nikel, dan juga slag tembaga.

“Walau sudah koordinasi, ini jadi salah satu penentu keberhasilan, seperti bagaimana membuang limbah dari proses HPAL dari nikel ke bawah laut. Limbah B3 abu batu bara bagaimana, slag nikel, tembaga bagaimana ini, ini masih banyak hal menjadi perhatian kita bersama,” tukasnya.

Sumber: ruangenergi.com

Read More

Ada Larangan Menambang Di Filipina, Harga Nikel Berpotensi Melambung

NIKEL.CO.ID – Harga nikel melonjak, Selasa (12/01/2021), setelah produsen utama Filipina memerintahkan penghentian penambangan di pulau yang menjadi rumah bagi beberapa proyek.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte melarang penambangan di Pulau Tumbagan di Languyan, di Provinsi Tawi-Tawi, karena kekhawatiran tentang dampak lingkungan.

Meski perintah tersebut tidak mencakup pusat penambangan nikel di wilayah Caraga, potensi gangguan pasokan itu mendongkrak harga.

Harga patokan nikel di London Metal Exchange (LME) melonjak 3,3% menjadi USD17.650 per ton pada pukul 24.00 WIB, menjadikannya pencetak keuntungan terbesar di antara logam dasar lainnya, demikian laporan  Reuters,  di Johannesburg, Selasa (12/1/2021).

“Tampaknya ini adalah bagian kecil dari penambangan nikel di Filipina, jadi menarik untuk dicatat, tetapi menurut saya ini tidak memiliki pengaruh besar pada pasokan sebenarnya,” kata analis Commerzbank, Daniel Briesemann.
Filipina adalah pemasok bijih nikel terbesar bagi konsumen logam teratas China.

“Dampaknya minimal tetapi tergantung pada apakah itu melampaui area awal. Jika ya, dampaknya signifikan,” kata seorang pedagang.

Sementara itu, grup pertambangan Prancis Eramet memperingatkan bahwa unit usaha nikelnya di New Caledonia berisiko mengalami likuidasi dalam beberapa pekan jika aksi protes terus mengganggu operasinya.

Total stok nikel di gudang yang terdaftar di LME naik 372 ton ke level tertinggi sejak Agustus 2018 menjadi 249.198 ton, melambung sekitar 60% dari tahun lalu.

Logam dasar lainnya di kompleks LME, tembaga untuk kontrak pengiriman tiga melesat 1,4% menjadi USD7.977 per ton, aluminium naik 0,6% menjadi USD2.021,50 per ton, seng menguat 0,5% menjadi USD2.781 per ton, timbal melejit 2,9% menjadi USD2.023 per ton dan timah meningkat 0,9% menjadi USD20.890 per ton.

Sumber: IPOTNEWS

Read More

Dosen IPB: Area Bekas Tambang Dapat Dijadikan Lahan Peternakan

NIKEL.CO.ID – Salah satu polemik pertambangan yang saat ini masih terjadi adalah tidak adanya pemanfaatan area bekas tambang. Padahal apabila area tersebut dimanfaatkan, dapat menjadi area bisnis baru.

Hal ini mendorong, Himpunan Alumni Fakultas Peternakan  (Hanter) bersama dengan Himpunan Alumni IPB University Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kalimantan Timur mengadakan seminar pemanfaatan area bekas tambang, Sabtu 10/10. Salah satu pemanfaatan bekas tambang adalah sebagai lahan peternakan.

Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (INTP), Fakultas Peternakan, Prof Dr Luki Abdullah menyampaikan lahan bekas tambang dapat digunakan untuk peternakan. Dengan demikian, diharapkan mampu menjadi solusi pemulihan ekonomi daerah setempat.

“Area bekas tambang nikel dan emas memang perlu waktu lama untuk menghilangkan residu pada hijauan pakan. Kalau bekas tambang batu bara relatif lebih aman untuk ditanam tanaman pakan,” kata Prof Luki seperti dikutip dalam rilisnya.

Meskipun demikian, masih ada karakter pembatas pada area bekas lahan untuk menanam. Karakter pembatas itu adalah pH rendah, bahan organik rendah, kapasitas tukar kation rendah, dan daya menggenang air yang eksrim. Daya menggenang air ini bisa sangat tinggi, namun juga bahkan bisa tidak ada airnya.

Dengan demikian, menurutnya,  perlu upaya pembenahan tanah agar dapat mendekati karakteristik lahan yang sesuai untuk tanaman. Upaya pembenahan tersebut dapat dilakukan dengan inokulasi mikroba tanam, pengapuran, pemupukan anorganik tanah dan menambah bahan organik atau sumber karbon organik. Bahan organik dapat berasal dari pupuk kandang, kompos, atau asam humat.

“Apabila area bekas tambang sudah dilakukan perbaikan tanah, ada lima spesies tanaman pakan yang dapat ditanam. Spesies tersebut yaitu, Pennisetum purpureum, Mott dwarf pennisetum (odot), Panicum maximum cv. Mombasa, dan Mulato,” tambah Prof Luki.

Senada dengan Prof Luki, Ir Dadang Sudaryana, anggota HA IPB University mengatakan area bekas tambang dapat dimanfaatkan untuk peternakan yang berbasis mini ranch.

“Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kalimantan Timur telah meneliti di tiga kabupaten pada tiga lokasi bekas tambang batubara. Berdasarkan penelitian tersebut, lahan dapat digunakan untuk budidaya peternakan khususnya ternak sapi potong,” ungkapnya.

Sumber: REPUBLIKA

Read More

Tanggul Area Tambang PTBA Jebol, Satu Operator Alat Berat PT PAMA Belum Ditemukan

NIKEL.CO.ID – Tanggul air yang berada di Tambang Air Laya Barat PT Bukit Asam (PTBA) Tbk pada galian PT PAMA Persada, mendadak jebol.

Tak pelak peristiwa ini mengakibatkan excavator dan dozer yang ada di area tambang terendam banjir.

Tak hanya itu, akibat peristiwa mengenaskan ini empat orang operator karyawan PT PAMA menjadi korban, satu di antaranya belum ditemukan, dan tiga orang dirawat di rumah sakit.

Informasi yang dihimpun Sumselupdate.com, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 05.00 WIB pada Kamis (1/10/2020).

Manajer Humas, Komunikasi dan Administrasi Korporat PTBA, Iko Gusman saat dikonfirmasi mengungkapkan keprihatinannya terhadap peristiwa tersebut.

Ia menjelaskan, longsor di Tambang Air Laya Barat itu terjadi subuh tadi, sekitar pukul 05.15 Wib, yang mengakibatkan tertimbunnya alat berat operasional tambang.

“Saat ini tim fokus melakukan evakuasi terhadap satu orang operator alat berat dan perusahaan akan melakukan langkah-langkah terbaik dalam penanganan kejadian ini termasuk kepada korban,” urainya.

Disinggung terkait adanya korban meninggal dunia, Iko mengatakan pihaknya masih melakukan update informasi lainnya.

“Informasi lainnya masih kami update. Jika ada perkembangan akan sampaikan. Terima kasih,” pungkasnya.

Sumselupdate.com juga mencoba mengkonfirmasi Sulton, Project Manager PT PAMA Persada Nusantara melalui kontak WhatsApp-nya, namun hingga berita ini ditayangkan Sumselupdate.com belum menerima jawaban dari beliau.

Sumber: sumselupdate.com

Read More

Pemerintah Beri Penghargaan Perusahaan Tambang yang Melaksanakan Good Mining Practices

NIKEL.CO.ID – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan penghargaan kepada sejumlah perusahaan pertambangan mineral dan batu bara yang dinilai menjalankan kaidah teknik pertambangan minerba yang baik.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan hal ini diharapkan bisa menjadi patokan (benchmark) bagi badan usaha pertambangan lainnya untuk mengelola tambang sesuai dengan kaidah teknik pertambangan.

“Saya berharap agar badan usaha pertambangan dan badan usaha jasa pertambangan yang mendapatkan penghargaan dapat menjadi role-model, etalase, serta ‘a place to see and be seen’ untuk penerapan kaidah teknik pertambangan,” tutur Arifin saat sambutan dalam acara ‘Pemberian Penghargaan Prestasi Penerapan Kaidah Teknik Pertambangan Mineral dan Batu Bara yang Baik Tahun 2020’ ini, Selasa (29/09/2020).

Pemberian penghargaan ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan Kementerian ESDM, khususnya dilakukan penilaian dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara.

Kegiatan ini merupakan ajang pemberian apresiasi dari pemerintah kepada badan usaha pertambangan dan badan usaha jasa pertambangan yang telah melakukan upaya untuk mematuhi kaidah teknis, melaksanakan konservasi sumberdaya dan cadangan, menciptakan kondisi kerja yang aman, dan perlindungan terhadap lingkungan hidup, dalam rangka mewujudkan praktek pertambangan yang baik atau Good Mining Practices.

Berikut daftar perusahaan yang memperoleh penghargaan tersebut:

Penghargaan Terbaik Atas Keberhasilan Penerapan Kaidah Teknik Pertambangan Yang Baik:
1. PT J Resources Bolaang Mangondow
2. PT Adaro Indonesia

Penghargaan Pengelolaan Teknis Pertambangan Mineral dan Batubara:
a. Penerima Trophi:
1. PT Nusa Halmahera Minerals
2. PT Adaro Indonesia

b. Penerima penghargaan:
1. PT Nusa Halmahera Minerals
2. PT Vale Indonesia Tbk, tambang Sorowako
3. PT Aneka Tambang Tbk, unit bisnis pertambangan nikel Sulawesi Tenggara
4. PT Adaro Indonesia
5. PT Kaltim Prima Coal
6. PT Berau Coal

Penghargaan Pengelolaan Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara:
1. PT Adaro Indonesia
2. PT Nusa Halmahera Minerals
3. PT J Resources Bolaang Mangondow
4. PT Tambang Tondano Nusajaya
5. PT Meares Soputan Mining
6. PT J Resources Bolaang Mangondow
7. PT Tambang Damai
8. PT Kalimantan Energi Lestari
9. PT Borneo Indobara
10. PT Arutmin Indonesia, Tambang Batulicin
11. PT Gunungbayan Pratamacoal Blok II
12. PT Arutmin Indonesia, Tambang Kintap
13. PT Singlurus Pratama
14. PT Santan Batubara
15. PT Asmin Bara Bronang
16. PT Mahakam Sumber Jaya
17. PT Multi Harapan Utama
18. PT Antang Gunung Meratus.
19. PT Timah Tbk, Unit Produksi Darat Bangka
20. PT Aneka Tambang Tbk, Unit Bisnis Pertambangan Nikel Maluku Utara
21. PT Laskar Semesta Alam
22. PT Bukit Asam Tbk, Unit Pelabuhan Tarahan.

Penghargaan Pengelolaan Lingkungan Hidup Pertambangan Mineral dan Batubara:
1. PT Amman Mineral Nusa Tenggara
2. PT Adaro Indonesia
3. PT Aneka Tambang Tbk, Unit Pertambangan Emas Pongkor
4. PT Vale Indonesia Tbk, Tambang Sorowako
5. PT Meares Soputan Mining
6. PT J Resources Bolaang Mangondow
7. PT Tambang Tondano Nusajaya
8. PT Agincourt Resources
9. PT Nusa Halmahera Minerals
10. PT Arutmin Indonesia, Tambang Batulicin
11. PT Berau Coal
12. PT Borneo Indobara
13. PT Kideco Jaya Agung
14. PT Kaltim Prima Coal
15. PT Multi Harapan Utama
16. PT Arutmin Indonesia, Tambang Senakin
17. PT Arutmin Indonesia, Tambang Asam Asam
18. PT Mandiri Inti Perkasa
19. PT Insani Baraperkasa
20. PT Teguh Sinar Abadi
21. PT Firman Ketaun Perkasa
22. PT Arutmin Indonesia, Tambang Santui
23. PT Arutmin Indonesia, Tambang Kintap
24. PT Bukit Asam Tbk, Unit Pertambangan Tanjung Enim
25. PT Timah Tbk, Unit Produksi Darat Bangka

Penghargaan Pengelolaan Konservasi Mineral dan Batubara:
1. PT Timah Tbk, Unit Produksi Darat Bangka
2. PT Trubaindo Coal Mining
3. PT Vale Indonesia Tbk, Tambang Sorowako
4. PT Timah Tbk, Unit Produksi Belitung
5. PT Timah Tbk, Unit Produksi Laut Bangka
6. PT Amman Mineral Nusa Tenggara
7. PT Aneka Tambang Tbk, Unit Bisnis Pertambangan Nikel Sulawesi Tenggara
8. PT Aneka Tambang Tbk Unit Bisnis Penambangan Emas Pongkor
9. PT Timah Tbk, Unit Produksi Kepulauan Riau dan Riau
10.PT Freeport Indonesia
11.PT Meares Soputan Mining
12.PT J Resources Bolaang Mangondow
13. PT Indexim Coalindo
14. PT Kaltim Prima Coal
15. PT Multi Harapan Utama
16. PT Berau Coal
17. PT Adaro Indonesia
18. PT Indominco Mandiri
19. PT Multi Tambangjaya Utama
20. PT Suprabari Mapanindo Mineral
21. PT Firman Ketaun Perkasa
22. PT Lanna Harita Indonesia
23. PT Insani Baraperkasa
24. PT Kideco Jaya Agung
25. PT Wahana Baratama Mining
26. PT Arutmin Indonesia, Tambang Senakin
27. PT Bharinto Ekatama
28. PT Teguh Sinar Abadi
29. PT Arutmin Indonesia, Tambang Satui

Penghargaan Pengelolaan Standardisasi dan Usaha Jasa Pertambangan Mineral dan Batubara:
1. PT Adaro Indonesia
2. PT Pamapersada Nusantara
3. PT Thiess Contractors Indonesia
4. PT Pontil Indonesia

Sumber: CNBC Indonesia

Read More

Karbon Monoksida di Pertambangan China Meluap, 16 Orang Tewas

NIKEL.CO.ID – Sedikitnya 16 orang tewas akibat meluapnya karbon monoksida di tambang batu bara di Kota Chongqing, China.

Peristiwa tersebut terjadi di tambang batu bara Songzhao, milik perusahaan energi di Distrik Qijiang, Minggu (27/9/2020), demikian pernyataan pemerintah setempat, Senin (28/9/2020).

Terbakarnya tali konfeyor di lokasi tambang tersebut menimbulkan karbon monoksida melebihi batas level keamanan.

Sebanyak 17 orang terjebak di area pertambangan, 16 di antaranya dipastikan meninggal dunia dan satu orang lainnya masih dalam perawatan intensif di rumah sakit setempat.

Media resmi China melaporkan bahwa aparat keamanan dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan atas penyebab insiden tersebut.

Sementara beberapa personel SAR dan petugas pemadam kebakaran mengevakuasi para korban.

Sumber: ANTARA

Read More

Semester I-2020, Antam Catat Laba Bersih Rp84,82 Miliar

NIKE.co.id – PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) mampu membukukan laba bersih sebesar Rp84,82 miliar di sepanjang semester I-2020. Laba bersih tersebut disumbang dari pertumbuhan positif laba kotor dan laba usaha.

Direktur Niaga Antam Apriliandi Hidayat Setia memaparkan, pertumbuhan laba kotor perusahaan pada semester I-2020 mencapai Rp1,31 triliun. Capaian tersebut terdiri dari pertumbuhan laba kotor kuartal II-2020 sebesar Rp747,23 miliar atau tumbuh 33% dari laba kotor kuartal I-2020 yang sebesar Rp561,82 miliar.

“Sedangkan, capaian laba usaha ANTM pada semester I-2020 tercatat sebesar Rp451,44 miliar. Terdiri dari laba usaha kuartal II-2020 sebesar Rp313,90 miliar atau tumbuh 128% dari kuartal I-2020 yang sebesar Rp137,54 miliar,” katanya dalam video conference, Kamis (27/8/2020).

Selain itu, pertumbuhan kinerja keuangan juga dinilai positif. Hal tersebut tercermin dari capaian earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) pada semester I-2020 yang mencapai Rp828 miliar.

Pertumbuhan EBITDA pada kuartal kedua 2020 mencapai Rp794 miliar. Tumbuh signifikan dibandingkan capaian EBITDA pada kuartal pertama 2020 yang hanya sebesar Rp34 miliar.

Sementara itu, nilai penjualan bersih ANTAM selama semester I-2020 tercatat sebesar Rp9,23 triliun. Emas menjadi kontributor terbesar penjualan dengan kontribusi 69% terhadap total penjualan ANTM dengan nilai penjualan sebesar Rp6,41 triliun.

“Seiring dengan pertumbuhan tingkat permintaan emas di dalam negeri yang positif, pada 2020 perusahaan fokus untuk memperkuat basis pelanggan logam mulia di pasar domestik,” ujarnya.

Apriliandi melanjutkan, pada semester I-2020 segmen operasi logam mulia dan pemurnian mencatatkan laba usaha sebesar Rp495,16 miliar dengan tingkat penjualan emas mencapai 7.915 kilogram (254.505 t.oz).

Capaian laba usaha segmen operasi logam mulia dan pemurnian pada semester pertama, tumbuh sebesar 111% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar Rp234,94 miliar dengan volume penjualan emas sebesar 15.741 kilogram (506.084 t.oz).

“Pertumbuhan tingkat profitabilitas tersebut sejalan dengan pengembangan pasar produk logam mulia ANTM di pasar domestik serta strategi efisiensi biaya operasi yang optimal,” sambungnya.

Sedangkan, dari sisi penjualan lainnya, feronikel merupakan kontributor terbesar kedua penjualan ANTM dengan kontribusi sebesar Rp2,02 triliun atau 22% dari total penjualan. Volume penjualan feronikel pada semester I-2020 mencapai 13.045 ton nikel dalam feronikel (TNi) relatif stabil jika dibandingkan penjualan feronikel pada semester I-2019 yang mencapai 13.157 TNi.

Adapun, capaian volume produksi feronikel pada semester I-2020 mencapai 12.762 TNi atau 98% dari capaian produksi feronikel semester I-2019 yang sebesar 13.017 TNi. Jika dibandingkan dengan target yang ditetapkan, capaian produksi dan penjualan feronikel pada semester I-2020 mencapai masing-masing sekitar 48% dari target.

“Tercatat laba usaha segmen operasi Nikel pada semester I-2020 sebesar Rp333,64 miliar. Pada kuartal II-2020, segmen operasi Nikel mecatatkan laba usaha sebesar Rp263,06 miliar, tumbuh signifikan dibandingkan laba usaha kuartal sebelumnya Rp70,58 miliar,” tuturnya.

Sumber: alinea.id

Read More

Direktur Eksekutif IMA Anggap Pengalihan IUP Minerba Hal Yang Lazim

NIKEL.co.id – Pemerintah kini tengah menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara sebagai paraturan turunan dari Undang-Undang No.3 tahun 2020 tentang Mineral dan Batu Bara (Minerba). Di dalam RPP Minerba ini disebutkan bahwa Izin Usaha Pertambangan (IUP) bisa dipindahtangankan asal ada persetujuan Menteri.

Menaggapi hal ini Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Eksekutif Asosasi Pertambangan Indonesia (Indonesian Mining Association/ IMA) Djoko Widajatno Soewanto mengatakan pemindahtanganan IUP selama ini sudah terjadi dan melalui pembelian saham yang disetujui oleh pemerintah tepatnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

“Pemindahtanganan IUP dan IUPK sudah terjadi di masa lalu, tapi lewat pembelian saham yang disetujui oleh Pemerintah cq. Menteri ESDM. Contohnya, perusahaan besar Freeport lewat divestasi jadi kepemilikan Indonesia 51%,” paparnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (16/09/2020).

Menurutnya pemindahtanganan IUP ini menjadi berbahaya jika terjadi tanpa izin dari pemerintah. Pasalnya, sebagai regulator pemerintah akan mengalami kesukaran dalam melacak kepemilikan dari perusahaan, khususnya terkait pengawasan terhadap kepatuhan pada peraturan dan penerapan sanksinya.

Meski nantinya terjadi pemindahtanganan IUP, menurutnya ini tidak akan mengganggu produksi. Begitu juga terkait aspek lingkungan, menurutnya pemindahtanganan IUP tidak akan banyak merusak lingkungan.

Pemerintah daerah telah menerbitkan hingga ribuan izin usaha pertambangan. Namun menurutnya, dari ribuan izin tersebut, belum banyak yang beroperasi.

“Beberapa izin itu diambil para pemodal asing, sehingga yang kecil-kecil disatukan dalam satu holding. Ini adalah kecenderungan di lapangan,” jelasnya.

Sementara itu terkait perizinan yang kini ditarik ke pusat menurutnya dikarenakan kinerja pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah daerah tidak tercapai. Sehingga semua izin usaha pertambangan ditarik ke pusat.

“Sekarang semua perizinan ditarik ke pusat karena di pemerintah daerah, kinerja pengawasan tidak dapat tercapai, sehingga untuk IUP dan IUPK ditarik ke pusat,” ungkapnya.

Dia menyebut kebanyakan di daerah ada oknum yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memperjualbelikan izin. Hal ini menurutnya sangat berbahaya.

“Karena jual surat saja sudah untung, risiko sangat rendah. Ini juga alasan mengapa IUP atau Kuasa Pertambangan (KP) ditarik ke pusat,” ujarnya.

Peraturan baru ini, imbuhnya, tentu akan merugikan oknum pengusaha dan ASN di daerah karena birokrasi yang semakin panjang untuk memindahkan IUP.

“Seperti Bupati kirim, perintahkan ASN, padahal yang jualan Bupatinya, kesempatan untuk berbuat melanggar aturan akan digigit oleh Presiden Jokowi. Contoh, di Kutim (Kutai Timur),” bebernya.

Seperti diketahui, RPP Minerba ini mengundang sejumlah protes dan kritikan terutama dari koalisi masyarakat sipil Indonesia. Koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam Gerakan #BersihkanIndonesia mendesak pemerintah untuk menunda dan membatalkan RPP Minerba tersebut.

Aryanto Nugroho, perwakilan dari PWYP Indonesia, mengatakan pihaknya meminta penundaan dan pembatalan RPP Minerba ini dikarenakan terdapat sejumlah pasal yang dianggap bermasalah di dalam Rancangan PP ini, salah satunya yaitu adanya ketentuan pemindahtanganan IUP berdasarkan persetujuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang tertuang pada Pasal 12.

Menurutnya, ini berpotensi menimbulkan lebih banyak lagi peluang bagi pemburu rente yang merugikan negara. “IUP di UU Minerba yang lama tidak bisa dipindahtangankan, tapi di RPP ini dengan persetujuan menteri diperbolehkan. Ini pasal memunculkan rente baru. Orang tidak niat akan melakukan penambangan asal portofolio dapat izin dan dipindahtangankan. Ini akan jadi rente baru,” tuturnya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (15/09/2020).

Sumber: CNBC Indonesia

Read More