Beranda Berita Nasional Menteri LH Ajak Sekolah Lakukan Kesadaran Ekologis Sejak Usia Dini

Menteri LH Ajak Sekolah Lakukan Kesadaran Ekologis Sejak Usia Dini

51
0
Dok. MNI/Shiddiq, foto: Menteri LH/BPLH Moh. Jumhur Hidayat (Kemeja Putih) bersama Menteri Agama Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA (Kemeja Batik Hijau) di TMII Jakarta Senin (12/10/2026)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat mengajak sekolah menanamkan kesadaran moral dan tanggung jawab terhadap lingkungan melalui gerakan nasional tobat ekologis. Upaya ini diharapkan membentuk perilaku ramah lingkungan sejak dini.

Ajakan tersebut disampaikan Jumhur dalam acara Mengawali Langkah Bersama untuk Sekolah Berbudaya Lingkungan: Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (12/10/2026).

Jumhur menjelaskan, tobat ekologis merupakan upaya menyadari kesalahan terhadap lingkungan, mencegah agar kesalahan serupa tidak terulang, serta melakukan pemulihan atau restorasi.

“Pertama, kita harus sadar dulu bahwa kita pernah melakukan kesalahan, kemudian tidak mengulanginya, dan yang terakhir adalah merestorasi,” katanya.

Menurut dia, gerakan tobat ekologis dapat dilakukan melalui tiga pendekatan, yakni moral dan budaya, agama, serta penegakan hukum. Ketiganya dinilai penting untuk membangun kesadaran masyarakat agar menjaga lingkungan, termasuk ketika tidak ada orang lain yang mengawasi.

Ia menekankan, kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan di sekolah agar menjadi kebiasaan yang terbawa hingga peserta didik memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

“Bayangkan kalau sekarang kesadaran itu sudah tertanam, besok menjadi pengusaha, menjadi pemerintah, atau apa pun, maka lingkungan kita akan terjaga dengan baik,” ujarnya.

Jumhur juga menyoroti kepedulian generasi Z terhadap lingkungan. Ia menyebut generasi muda memiliki tingkat kesadaran lingkungan yang lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya berdasarkan survei yang disinggungnya dalam acara tersebut.

Karena itu, menurutnya, pemerintah perlu memfasilitasi dan menjaga agar kepedulian generasi muda terhadap lingkungan terus berkembang.

“Kita tinggal memfasilitasi dan memastikan kesadaran itu akan terus bertumbuh sampai kapan pun,” katanya. Melalui gerakan tobat ekologis dan penguatan program Sekolah Adiwiyata, dia berharap kesadaran menjaga lingkungan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. (Shiddiq)