

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi hilirisasi sepanjang 2025 mencapai Rp584,1 triliun atau tumbuh 43,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Investasi hilirisasi tersebut berkontribusi 30,2% terhadap total realisasi investasi nasional yang mencapai Rp1.931,2 triliun sepanjang 2025.
“Realisasi investasi sektor hilirisasi mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3%, dan berkontribusi 30,2% terhadap total realisasi investasi nasional. Sebanyak 71,1% investasi hilirisasi tersebut berada di luar Pulau Jawa. Ini merupakan wujud nyata upaya meningkatkan nilai tambah di dalam negeri sekaligus mendorong pemerataan pembangunan,” ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (15/7/2026).

Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, sektor mineral menjadi penyumbang terbesar investasi hilirisasi dengan nilai mencapai Rp373,1 triliun. Dari jumlah tersebut, komoditas nikel mencatatkan nilai investasi tertinggi sebesar Rp185,2 triliun, diikuti tembaga Rp65,8 triliun, bauksit Rp53,1 triliun, besi dan baja Rp39,2 triliun, timah Rp11,3 triliun, serta komoditas mineral lainnya Rp18,5 triliun.
Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM juga menunjukkan Sulawesi Tengah mencatat realisasi investasi hilirisasi terbesar sepanjang 2025 sebesar Rp110 triliun, diikuti Maluku Utara Rp74,8 triliun, Jawa Barat Rp71,4 triliun, Banten Rp41,3 triliun, dan Jawa Timur Rp36,7 triliun. Sebanyak 71,1% investasi hilirisasi berada di luar Pulau Jawa dengan nilai Rp415,4 triliun, sedangkan 28,9% atau Rp168,7 triliun berada di Pulau Jawa.
Dari sisi sumber pembiayaan, investasi hilirisasi masih didominasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp429,6 triliun atau 73,5%, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp154,5 triliun atau 26,5%. Komposisi tersebut menunjukkan investasi hilirisasi sepanjang 2025 masih didorong oleh modal asing, sementara sektor mineral, khususnya komoditas nikel, menjadi kontributor terbesar dalam pengembangan hilirisasi nasional. (Tubagus)
Perkembangan cerita ini
Topik Kementerian Investasi dan Hilirisasi →
- BKPM Dorong Investasi untuk Perkuat Ekonomi dan Ciptakan Lapangan Kerja
- BKPM Siapkan Tiga Strategi Tarik Investasi Asing ke Sektor Hilirisasi
- Komisi XII DPR RI Dorong Peningkatan Anggaran BKPM dan Evaluasi Kualitas Hilirisasi
- Rosan Roeslani: Pengembangan OSS Belum Terealisasi, Terkendala Keterbatasan Waktu Lelang
- Investasi Hilirisasi Nikel Tembus Rp185,2 Triliun Sepanjang 2025 sedang Anda baca
- Hilirisasi Nikel hingga Energi Jadi Andalan, Pemerintah Optimistis Minat Investor Meningkat
Agenda industri terdekat
- 2Nov
- 2NovKonferensi & Pameran Minerba Convex 20262–3 November 2026 · CXO Convention Center and Theater, Kuningan, Jakarta
- 4NovKonferensi & Pameran The 5th Nickel Producers, Processors & Buyers Conference4–5 November 2026 · Shangri-La Hotel, Jakarta






























