Beranda Berita Nasional BKPM Dorong Investasi untuk Perkuat Ekonomi dan Ciptakan Lapangan Kerja

BKPM Dorong Investasi untuk Perkuat Ekonomi dan Ciptakan Lapangan Kerja

70
0
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani (Foto: Dok. Humas BKPM)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menegaskan pentingnya peningkatan kualitas layanan investasi untuk memperkuat iklim investasi nasional sekaligus mendorong penciptaan lapangan pekerjaan di tengah pertumbuhan penduduk Indonesia.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan, investasi memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan pekerjaan seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia.

“Layanan investasi menjadi salah satu kunci bagaimana kita bisa meningkatkan iklim investasi secara keseluruhan di Indonesia. Bapak-Ibu yang ada di ruang ini sudah melakukan dan sangat membantu kami dalam rangka meningkatkan iklim investasi,” kata Rosan dalam acara  Pemberian Anugerah Layanan Investasi (ALI) 2026, di Kantor BKPM, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Pemerintah, kata dia, terus mengintegrasikan proses perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS) untuk mempercepat pelayanan. Peraturan Pemerintah (PP) No. 28 menjadi salah satu dasar dalam mendorong integrasi tersebut.

“Alhamdulillah, kita juga sudah mempunyai PP 28, yang mengintegrasikan semua kementerian yang ada dan semua badan pemerintah yang ada,” ujarnya.

Melalui integrasi tersebut, proses perizinan dari berbagai kementerian dan lembaga dapat terhubung ke dalam sistem OSS. Pemerintah saat ini masih terus melakukan peningkatan terhadap sistem tersebut agar pelayanan kepada dunia usaha semakin efektif.

Ia pun mencontohkan penerapan Service Level Agreement (SLA) dalam proses perizinan. Apabila suatu layanan memiliki batas waktu penyelesaian selama 10 hari, tetapi tidak mendapatkan respons dalam jangka waktu yang telah ditetapkan, maka berdasarkan ketentuan yang berlaku pemerintah dapat memprosesnya secara otomatis.

Selain itu, peningkatan layanan investasi menjadi penting karena Indonesia harus bersaing dengan negara-negara lain dalam menarik investasi.

“Kita sebetulnya berkompetisi dengan negara-negara lain. Kita berkompetisi dengan negara-negara tetangga kita,” tuturnya.

Negara-negara pesaing Indonesia juga terus melakukan penyempurnaan kebijakan, regulasi, serta memberikan kepastian waktu dalam proses perizinan investasi.

“Oleh sebab itu, kita pun tidak boleh ketinggalan, bahkan kita harus lebih maju dalam rangka kita kembali menciptakan iklim investasi yang makin baik ke depannya,” pungkasnya.

Ia pun menyatakan, percepatan pelayanan investasi harus bergerak cepat, efektif, dan memberikan dampak besar terhadap perekonomian nasional. (Fi Yun)