


NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia untuk memperluas akses pasar ekspor dan menarik investasi global, khususnya melalui penguatan hubungan perdagangan dengan kawasan Asia Pasifik, Afrika, Amerika, dan Eropa.
Staf Ahli Bidang Diplomasi Ekonomi Kemlu, Zelda Wulan Kartika, mengatakan, diplomasi ekonomi Indonesia yang berfokus pada percepatan investasi dan perdagangan global, penciptaan lapangan kerja, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengembangan inovasi dan teknologi.
“Diplomasi ekonomi Indonesia berfokus pada percepatan investasi dan perdagangan global, dengan mendukung penciptaan lapangan kerja baru, pengembangan UMKM, serta percepatan inovasi dan teknologi. Kawasan Asia Pasifik, Afrika, Amerika, dan Eropa memiliki nilai strategis bagi Indonesia, baik dari aspek geopolitik maupun ekonomi,” kata Zelda dalam acara Konferensi Pers Trade Expo Indonesia 2026, di Indonesia Convention Exibition (ICE) BSD City, Tangerang, Rabu (1/10/2026).

Selain itu, ia menyoroti potensi kawasan Afrika sebagai pasar baru bagi produk Indonesia. Dengan populasi sekitar 1,4 miliar jiwa, kawasan tersebut dinilai memiliki peluang pengembangan perdagangan yang dapat dimanfaatkan melalui penguatan hubungan ekonomi bilateral.
“Kawasan Afrika ini penting sekali karena ini merupakan pasar baru dengan evakuasi yang besar, mencapai 1,4 miliar jiwa, dan untuk produk-produk Indonesia banyak kita masukkan ke kawasan Afrika ini,” ujarnya.
Sementara itu, untuk mendekatkan pelaku usaha Indonesia dengan mitra potensial di kawasan yang secara geografis memiliki jarak cukup jauh dari Indonesia pada kawasan Amerika Latin, Kemlu menjalankan pendekatan jemput bola melalui penyelenggaraan Indonesia-Latin America Business Forum di Santiago, Chili.

Melalui kolaborasi pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, Kemlu mendorong semakin banyak pelaku usaha Indonesia memanfaatkan peluang perdagangan global. Upaya memperluas akses pasar dan memperkuat hubungan investasi tersebut menjadi bagian dari strategi Indonesia dalam meningkatkan daya saing ekonomi nasional serta memperluas jangkauan produk Indonesia di pasar internasional.
Menurutnya, kawasan Asia Pasifik dan Afrika memiliki posisi penting dalam perdagangan Indonesia. Kawasan tersebut mencakup 114 negara dengan populasi sekitar 5,8 miliar jiwa, sekaligus menjadi pusat perdagangan utama dan mitra strategis Indonesia dalam investasi, energi, serta rantai pasok industri.
Sejumlah negara, seperti Tiongkok, Jepang, India, Malaysia, dan Singapura, menjadi mitra ekspor utama Indonesia di kawasan tersebut. Sementara itu, kawasan Amerika dan Eropa juga memiliki peran strategis sebagai pasar ekspor dan sumber investasi asing. (Fi Yun)









































