Beranda Daerah Gubernur Sulteng Dukung Industri Nikel Parigi Moutong Berbasis Energi Hijau

Gubernur Sulteng Dukung Industri Nikel Parigi Moutong Berbasis Energi Hijau

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid [tengah] bersama Menhan dan Jaksa Agung (Foto: Istimewa)
Oleh Tubagus Rachmat

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan kawasan industri nikel di Kabupaten Parigi Moutong yang telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional (PSN).

Anwar menegaskan, penetapan kawasan industri tersebut sebagai PSN telah dilakukan jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Tengah. Karena itu, dukungan pemerintah provinsi diberikan sebagai bagian dari kelanjutan kebijakan nasional yang sudah berjalan.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Parigi itu sudah ditetapkan sebagai PSN jauh sebelum saya menjadi gubernur. Saya mendukung karena yang akan dibangun adalah industri hijau,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (5/2/2026).

Kawasan industri Parigi Moutong, katanya menjelaskan lebih lanjut, dirancang sebagai bagian dari mata rantai hilirisasi nikel di Sulawesi Tengah. Dalam skema tersebut, pengolahan awal dilakukan di kawasan industri Morowali, sementara Parigi Moutong diarahkan sebagai pusat pengembangan industri lanjutan hingga ke produk hilir.

“Di Morowali itu hulunya, dari tanah jadi setengah jadi. Nah, hasil itu dibawa ke Parigi. Di Parigi nanti akan dibangun macam-macam sampai ke hilir,” jelasnya.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Ia menambahkan, pengembangan kawasan industri di Parigi Moutong tidak akan mengikuti pola kawasan industri nikel lain yang masih mengandalkan energi berbasis batubara. Pemerintah provinsi mendorong penggunaan energi terbarukan sebagai sumber listrik utama kawasan tersebut.

“Saya tidak ingin Parigi seperti Morowali yang asapnya dari batu bara. Kalau ini tidak,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap konsep industri hijau, kawasan industri tersebut direncanakan memperoleh pasokan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Banggaiba di Kabupaten Sigi dengan kapasitas sekitar 145 megawatt.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Selain penyediaan energi, pembangunan kawasan industri juga disertai dengan penguatan infrastruktur pendukung. Salah satunya berupa pembukaan akses jalan baru dari Kecamatan Siniu menuju Pelabuhan Pantoloan untuk mendukung konektivitas kawasan industri dengan Kota Palu dan jalur distribusi.

“Nanti perusahaan akan membuka jalan dari Siniu ke Pantoloan. Jaraknya sekitar 20 kilometer lebih,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia optimistis kawasan industri nikel di Parigi Moutong dapat berkembang menjadi pusat industri masa depan dengan nilai tambah tinggi, seiring dengan berkembangnya industri kendaraan listrik dan baterai.

“Kalau pola mereka berjalan, mobil listrik dan baterai nanti bisa diproduksi di situ,” pungkasnya. (Tubagus)

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Topik Industri Hijau →

  1. Kemenko Perekonomian: Nikel Perkuat Peluang Akselerasi Ekonomi Hijau Indonesia
  2. Hadapi Standar Industri Hijau Global, Daya Saing Nikel Indonesia Ditentukan Biaya Karbon
  3. Gubernur Sulteng Dukung Industri Nikel Parigi Moutong Berbasis Energi Hijau sedang Anda baca
  4. Kemenperin Soroti Pentingnya Green Financing dalam Industri Hijau

Agenda industri terdekat

Semua agenda →