
NIKEL.CO.ID, BOGOR – Dalam perkembangan terbaru di industri pertambangan global, BHP Australia dilaporkan akan menghentikan produksi nikelnya. Langkah ini dinilai akan berdampak signifikan terhadap dinamika pasar nikel dunia.
Department Head of Corporate Planning Mind Id, Aditya Farhan Arif, memberikan pandangannya dalam acara Mineral Science Talk Show dengan tema “Riset dan Inovasi Peningkatan Nilai Tambah Menuju Hilirisasi Mineral Kritis” pada Harteknas and Inari Expo 2024 yang diselenggarakan di ICC Building Cibinong Science Center, KST Soekarno Cibinong, Bogor, Sabtu (10/8/2024).
“Jadi, memang berita tersebut betul,” ungkap Aditya.
Ia menjelaskan, pemerintah Indonesia tampaknya sangat antusias mengisi kekosongan yang ditinggalkan BHP di pasar nikel internasional. Ini merupakan peluang besar bagi Indonesia untuk memperluas ekspor nikelnya.
Saat ini, katanya menambahkan, harga nikel global masih didominasi China, terutama dalam sektor konstruksi, sehingga penghentian produksi BHP tidak akan berpengaruh terhadap Indonesia karena kita masih mengekspor nikel ke China.
“Kalau melihat forecast beberapa analis, bauran atau share dari nikel yang akan dipakai untuk baterai baru akan naik pada 2034-2035,” katanya.
Hal tersebut, sambungnya, menunjukkan bahwa hingga 2035 sektor konstruksi masih menjadi pengguna utama nikel. Ia juga mencatat bahwa harga nikel sempat mencapai titik terendah beberapa bulan lalu, tetapi kini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
“Kalau kita lihat di market nikel, harga yang sehat sudah mulai naik lagi dan memang ekspektasi masih akan terus naik,” ujarnya seraya menambahkan bahwa kenaikan harga tersebut dapat mendorong perkembangan industri di China dan negara lainnya.
Penghentian produksi oleh BHP memberikan peluang bagi produsen nikel lainnya, khususnya dari Indonesia, untuk memperkuat posisi mereka di pasar global.
Dengan permintaan nikel yang diperkirakan akan meningkat dalam beberapa dekade mendatang, terutama untuk produksi baterai, langkah-langkah strategis dari para pemain industri akan sangat menentukan dalam menyikapi perubahan ini. (Aninda)
Perkembangan cerita ini
Topik Australia →
- ERT Garuda Rescue Nusantara Disambut Hangat Usai Kompetisi MERC 2024 di Australia
- Sekretaris Umum APNI Hadiri Critical Minerals & Energy Investment Conference Perth 2024
- Wamendag: Kerja Sama Impor Litium Indonesia – Australia Masih Berjalan Baik
- BHP Australia Hentikan Produksi Nikel, Peluang Besar bagi Indonesia sedang Anda baca
- Apakah Serbuan Nikel Indonesia Menghancurkan Industri Nikel Australia?
- Australia Desak LME untuk Memisahkan Kontrak Nikel Kotor dan Bersih
Agenda industri terdekat
- 2Nov
- 2NovKonferensi & Pameran Minerba Convex 20262–3 November 2026 · CXO Convention Center and Theater, Kuningan, Jakarta
- 4NovKonferensi & Pameran The 5th Nickel Producers, Processors & Buyers Conference4–5 November 2026 · Shangri-La Hotel, Jakarta






























