
NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Saham emiten tambang nikel secara serempak mengalami peningkatan dalam perdagangan. Kenaikan saham nikel tersebut terjadi setelah harga patokan global meningkat selama 15 bulan terakhir akibat pembatasan kapasitas produksi di Indonesia.
Harga nikel dunia untuk pertama kalinya dalam 15 bulan terakhir menyentuh angka US$17.000/ton. Harga kontrak nikel selama tiga bulan di London Metal Exchange (LME) ditutup dengan level US$17.000/ton. Sebelumnya, harga kontrak nikel mencapai level tersebut di LME selama 3 bulan pada Oktober 2024.
Kenaikan harga tersebut mencapai hampir 20% dalam tiga minggu terakhir setelah adanya pengurangan pasokan global dari Indonesia yang merupakan produsen nikel terbesar di dunia. Sebelumnya, pemerintah Indonesia mengusulkan pengurangan produksi nikel sebesar 34% dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026 guna mengatasi kekhawatiran terkait kelebihan pasokan dan peringatan dari para penambang bahwa kualitas bijih semakin memburuk.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan, saat ini tren harga komoditas, khususnya batu bara dan nikel, tengah mengalami tekanan akibat kelebihan pasokan di pasar global, termasuk yang berasal dari Indonesia. Maka dari itu, pihaknya akan berupaya menjaga pasokan dari Indonesia agar tidak berlebih di pasar, sehingga bisa mendongkrak harga.
Selain itu, rencana pembatasan produksi tersebut juga lantaran agar cadangan dalam negeri tidak ditambang secara berlebihan. Lalu, melewati pemangkasan RKAB pemerintah juga berupaya untuk memastikan cadangan mineral dan batu bara tetap tersedia untuk masa depan, sekaligus menggunakan RKAB untuk menertibkan perusahaan-perusahaan yang abai terhadap aturan lingkungan.
Ini adalah langkah besar terbaru untuk mengekang kelebihan pasokan nikel sejak ekspansi signifikan sektor tambang nikel ketika Pemerintah RI melarang ekspor bijih pada 2020.
Diketahui, pada sesi pertama perdagangan hari, PT PAM Mineral Tbk. menutup saham dengan peningkatan 17,29% ke level Rp1.730 per unit. Lalu, saham perusahaan ini meningkat 42,80% dalam sepekan yang disusul saham Central Omega Resources meningkat 15,19% Rp910 per saham dan telah menguat 26,21% dalam sepekan.
Kemudian, saham Harita Nickel atau Trimegah Bangun Persada menguat hampir 10% ke Rp1.295 per saham dan telah terapresiasi 14,67% dalam sepekan. Saham Merdeka Battery Materials hari ini naik 4,80% ke Rp655 per saham, disusul saham Sinar Terang Mandiri dan Adhi Kartiko Pratama yang masing-masing naik 3,81% dan 2,94%.
Selanjutnya, saham emiten tambang nikel milik BUMN, Aneka Tambang, hari ini meningkat 0,88% ke Rp3.420 per saham dan dalam sepekan telah menguat 8,89%. Terakhir, saham Ifishdeco dan PT Vale Indonesia yang hari ini terkoreksi tipis, namun dalam sepekan telah naik 7%. (Uyun)
Perkembangan cerita ini
Liputan Khusus RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) →
- APNI Minta Penetapan RKAB Perhitungkan Pasokan dan Permintaan Nikel Global
- Minerba Convex 2026 Digelar 2–3 November, ESDM Dorong Dialog Industri Pertambangan
- APNI Soroti Kepastian RKAB dan Aturan DHE, Pemerintah Revisi Target Produksi Batu Bara dan Nikel 2026
- Hilirisasi Nikel Perlu Diperkuat hingga Produk Akhir, Bukan Sekadar Produk Antara
- Perubahan RKAB Dinilai Batasi Peluang Kerja Jasa Pertambangan Lokal
- Produksi Nikel Indonesia Dibatasi, Harga Nikel Tembus US$17.000/Ton sedang Anda baca
Istilah di artikel ini
Kamus istilah lengkap →Agenda industri terdekat
- 2Nov
- 2NovKonferensi & Pameran Minerba Convex 20262–3 November 2026 · CXO Convention Center and Theater, Kuningan, Jakarta
- 4NovKonferensi & Pameran The 5th Nickel Producers, Processors & Buyers Conference4–5 November 2026 · Shangri-La Hotel, Jakarta






























