Beranda Berita Nasional Jaga Ekosistem Pesisir Pulau Obi Harita Nickel Rehabilitasi Laut Obi

Jaga Ekosistem Pesisir Pulau Obi Harita Nickel Rehabilitasi Laut Obi

84
0
Vice President Environmental Marine HSE Harita Nickel, Windy Prayogo (Foto: MNI/Shiddiq)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Upaya menjaga ekosistem pesisir di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, dilakukan melalui rehabilitasi terumbu karang dan bakau (mangrove). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga habitat biota laut di kawasan sekitar operasional perusahaan.

Vice President Environmental Marine HSE Harita Nickel, Windy Prayogo, mengatakan, perusahaan telah menempatkan media terumbu karang untuk mendukung pemulihan ekosistem bawah laut. Selain itu, rehabilitasi bakau dilakukan dengan melibatkan masyarakat setempat.

Hal tersebut disampaikannya dalam diskusi peluncuran buku Keindahan Laut Pesisir Barat Pulau Obi, Seri I Ikan Karang: Mosaik Kehidupan Laut yang Memikat, di Kompas Institute, Gedung Kompas Gramedia Unit 2 Lantai 3, Jakarta Selatan, Selasa (8/9/2026).

“Kita ketahui bahwa ekosistem terumbu karang, ekosistem mangrove, dan lamun merupakan tiga ekosistem penting yang memang harus kita jaga,” kata Windy yang juga menjadi editor buku tersebut.

Menurut sarjana perikanan lulusan IPB University ini, keberadaan ketiga ekosistem tersebut berkaitan langsung dengan ketersediaan habitat bagi ikan dan biota laut yang dimanfaatkan masyarakat sekitar. Karena itu, rehabilitasi tidak hanya dilakukan melalui penanaman, tetapi juga diarahkan pada pemantauan kondisi ekosistem.

Dalam program rehabilitasi bakau, masyarakat setempat dilibatkan dalam kegiatan penanaman. Ke depan, masyarakat juga diharapkan memiliki kemampuan untuk melakukan pemantauan secara mandiri terhadap kondisi ekosistem di wilayah pesisir mereka.

Ia mengatakan, perusahaan juga membuka peluang keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian maupun program magang. Sejumlah kegiatan yang dilakukan perusahaan dinilai dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu sekaligus melakukan penelitian lapangan.

“Kita juga ada beberapa kegiatan yang bisa melibatkan masyarakat, khususnya mahasiswa, baik kegiatan magang maupun penelitian,” ujarnya. (Shiddiq)