
NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Segmen nikel menjadi salah satu penopang kinerja keuangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) pada semester I 2026 (1H26). Penjualan dari feronikel dan bijih nikel mencapai Rp10,41 triliun, berkontribusi 17% terhadap total penjualan Antam.
Nilai penjualan segmen nikel tersebut meningkat 32% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp7,87 triliun. Kinerja tersebut terjadi di tengah peningkatan penjualan bersih Antam secara keseluruhan. Pada semester I 2026, penjualan bersih perusahaan mencapai Rp62,71 triliun, naik 6% dibandingkan Rp59,02 triliun pada semester I 2025.

Dari sisi operasional, Antam memproduksi 7,78 juta wet metric ton (wmt) nikel sepanjang semester I 2026. Sementara penjualan bijih nikel tercatat 6,77 juta wmt.
Untuk komoditas feronikel, Antam memproduksi 7.788 ton nikel dalam feronikel (TNi) pada semester I 2026. Penjualan feronikel tumbuh 32% menjadi 7.605 TNi, dibandingkan 5.763 TNi pada semester I 2025. Perusahaan menyebut peningkatan penjualan feronikel tersebut menunjukkan efektivitas pemasaran dan pemenuhan permintaan pelanggan.

Di tengah peningkatan kontribusi nikel, emas masih menjadi kontributor terbesar terhadap penjualan Antam dengan porsi 80%. Penjualan emas pada semester I 2026 mencapai Rp50,39 triliun, tumbuh 1% dibandingkan Rp49,68 triliun pada semester I 2025.
Secara keseluruhan, kinerja tersebut turut menopang profitabilitas Antam. Laba periode berjalan pada semester I 2026 mencapai Rp6,91 triliun, meningkat 34% dibandingkan Rp5,14 triliun pada 1H25. EBITDA juga naik 35% menjadi Rp9,62 triliun dari Rp7,11 triliun.

Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, mengatakan, capaian operasional perusahaan pada semester I 2026 mencerminkan optimalisasi portofolio komoditas dan konsistensi perusahaan dalam menjaga keunggulan operasional.
“Capaian kinerja operasional Antam pada semester I 2026 merefleksikan optimalisasi portofolio komoditas dan konsistensi Perusahaan dalam menjaga keunggulan operasional untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan,” kata Untung dalam keterangannya tersebut, akhir Agustus 2026.
Selain pertumbuhan laba, Antam juga memperkuat pengelolaan arus kas, modal kerja, dan likuiditas. Perusahaan mencatat kas dan setara kas sebesar Rp9,23 triliun pada semester I 2026.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arini Kasmira, mengatakan, perusahaan kini berfokus memastikan pertumbuhan profitabilitas dapat dikonversikan menjadi arus kas yang sehat dan berkelanjutan.
“Dengan kinerja profitabilitas yang tetap solid secara year-on-year, fokus kami adalah memastikan kinerja tersebut dapat dikonversikan menjadi arus kas yang sehat dan berkelanjutan. Untuk itu, Antam terus memperkuat disiplin pengelolaan modal kerja dan persediaan, cash conversion, serta alokasi modal secara prudent,” ujar Arini.
Menurut dia, posisi likuiditas yang terjaga dan portofolio komoditas yang terdiversifikasi memberikan fleksibilitas keuangan bagi Antam untuk memenuhi kebutuhan operasional dan mendukung agenda pertumbuhan pada paruh kedua 2026. (Shiddiq)










































