Beranda Korporasi Berkat Pendampingan Harita Nickel, Mama Nia Raih PDB Awards 2026

Berkat Pendampingan Harita Nickel, Mama Nia Raih PDB Awards 2026

81
0
Mama Nia (tengah) menerima penghargaan Local Hero bersama Direktur HSE Harita Nickel, Tony Gultom (kanan), menerima penghargaan (Foto: Dok. Harita Nickel)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Pendampingan pertanian yang dilakukan PT Trimegah Bangun Persada Tbk. atau Harita Nickel di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, turut mengantarkan Siti Marnia atau yang akrab disapa Mama Nia meraih penghargaan Local Hero pada ajang CSR & Pembangunan Desa Berkelanjutan (PDB) Awards 2026.

Sebagai Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT), Mama Nia mengembangkan pertanian sekaligus mendorong perempuan di sekitarnya terlibat dalam kegiatan produktif. Perjalanan tersebut berawal dari pengalamannya sebagai petani hingga kemudian menggarap lahan di Pulau Obi sejak 2015.

Setahun berselang, dia mulai bermitra dengan Harita Nickel. Melalui pendampingan budi daya dan dukungan sarana pertanian, seperti pupuk, greenhouse, dan mesin bajak, aktivitas kelompok tani yang dipimpinnya terus berkembang.

Dukungan tersebut juga membantu membuka akses pemasaran hasil panen. Sayuran yang dihasilkan kini dapat terserap oleh perusahaan, supplier, maupun pasar lokal.

“Harita Nickel bukan sekadar memberi bantuan, tetapi hadir mendampingi kami. Mulai dari pengadaan pupuk, greenhouse, hingga mesin bajak. Dengan adanya program CSR Harita, kami sangat terbantukan karena modal yang tadinya 100% bisa kami pangkas hingga tersisa 30%,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, di Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Menurutnya, dukungan tersebut membuat kegiatan pertanian lebih memungkinkan untuk dikembangkan. Hasil panen yang terserap pasar juga membuka peluang bagi semakin banyak perempuan untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi produktif.

Perjalanan pemberdayaannya mendapat apresiasi melalui penghargaan Local Hero kategori Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus pada PDB Awards 2026. Penghargaan itu diberikan atas kontribusinya dalam pemberdayaan dan pembangunan masyarakat di Pulau Obi.

Penghargaan Mama Nia menjadi bagian dari enam penghargaan yang diterima Harita Nickel dalam ajang yang diselenggarakan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama Indonesia Social Sustainability Forum (ISSF) di Jakarta Selatan, Senin (28/9/2026).

Selain penghargaan Local Hero, program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Harita Nickel lainnya juga mendapat apresiasi. Program Pelita, Kawasi Berseri, dan Rumah Belajar masing-masing meraih gold, sedangkan Program Sentani dan KWT Soligi memperoleh silver.

Director of Health, Safety, and Environment (HSE) Harita Nickel, Tonny Gultom, mengatakan, program PPM diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu mengembangkan potensi yang ada di wilayahnya.

“Program PPM kami diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat agar semakin mandiri dan mampu mengembangkan potensi di wilayahnya. Karena itu, kami berupaya membangun program bersama masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal,” ujar Tonny.

Di Pulau Obi, program PPM juga menyasar berbagai kebutuhan masyarakat. Program Pelita memberikan pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan sejak diluncurkan pada 2023 telah memasuki lima batch dengan ratusan lulusan.

Di Desa Kawasi, program Kawasi Berseri mendorong masyarakat terlibat dalam pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan hingga pengolahan di tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Rumah Belajar menyediakan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi.

Sementara itu, program Sentani mendampingi kelompok tani di Desa Buton untuk meningkatkan produktivitas pertanian. KWT Soligi menjadi wadah bagi perempuan untuk meningkatkan kapasitas dan mengembangkan kegiatan ekonomi produktif berbasis potensi lokal.

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria, mengatakan, dunia usaha merupakan mitra strategis dalam pembangunan desa. Kontribusi dunia usaha, menurutnya, dapat mendorong lahirnya inovasi, komitmen, dan praktik terbaik dalam pembangunan desa berkelanjutan.

“Penghargaan ini tidak hanya menjadi simbol pengakuan tetapi juga menjadi instrumen untuk mendorong lahirnya inovasi, komitmen serta praktik terbaik dalam pengembangan desa yang berkelanjutan,” ujar Riza Patria.

Bagi Mama Nia, perjalanan dari kebun hingga pasar menunjukkan bahwa pemberdayaan dapat dimulai dari potensi yang telah dimiliki masyarakat. Pendampingan dan akses pasar membuat kegiatan pertanian tidak hanya menjadi aktivitas produksi, tetapi juga menjadi ruang bagi perempuan Pulau Obi untuk memperkuat kemampuan dan kemandirian ekonomi. (Shiddiq)