
NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Upaya peningkatan standar keberlanjutan di industri tambang nikel terus bergulir. Salah satunya dilakukan oleh PT Harita Nickel yang tengah menjalani proses audit untuk memperoleh sertifikasi dari Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA).
Audit tersebut menjadi bagian penting dari upaya perusahaan untuk memastikan praktik pertambangan berjalan sesuai prinsip tanggung jawab lingkungan (environment), sosial (social), dan tata kelola (governance) atau ESG. Proses ini tidak hanya berhenti pada tahap penilaian, tetapi juga dilanjutkan dengan perbaikan terhadap sejumlah temuan auditor.

Presiden Direktur Harita Nickel, Roy Arman Arfandy, menjelaskan, proses audit telah berlangsung sejak pertengahan tahun lalu. Hasil awal dari audit tersebut kemudian menjadi dasar bagi perusahaan untuk melakukan berbagai perbaikan.
“Audit waktu itu dimulai sekitar pertengahan tahun lalu. Laporan hasil data risetnya keluar sekitar 2 November tahun lalu,” ujar Roy saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai perkembangan sertifikasi tersebut, di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Setelah laporan audit diterima, perusahaan memasuki tahap corrective action period, yaitu periode perbaikan terhadap berbagai celah yang ditemukan selama proses audit. Ia menjelaskan, sepanjang satu tahun terakhir perusahaan berupaya menutup berbagai kesenjangan tersebut agar dapat memenuhi standar yang ditetapkan IRMA.

Upaya perbaikan itu, katanya menerangkan, ditargetkan rampung sebelum akhir tahun ini. Jika seluruh persyaratan dapat dipenuhi, perusahaan berharap dapat memperoleh sertifikasi IRMA pada November mendatang.
Sertifikasi IRMA dikenal sebagai salah satu standar global yang menilai praktik pertambangan secara komprehensif, mulai dari perlindungan lingkungan, hak pekerja, hubungan dengan masyarakat, hingga transparansi operasional.
Bagi perusahaan tambang, keberhasilan meraih sertifikasi tersebut tidak hanya menjadi pengakuan atas praktik pertambangan yang bertanggung jawab, tetapi juga menjadi indikator penting bagi investor dan pasar global yang semakin menuntut rantai pasok mineral yang berkelanjutan. (Shiddiq)

Perkembangan cerita ini
Topik Roy Arman Arfandy →
- Harita Nickel-Pemprov Malut Perkuat Kolaborasi, Fokus Infrastruktur hingga Pemberdayaan Anak Muda
- Harita Nickel Lanjutkan Tiga Proyek Strategis, Presdir: Berjalan Sesuai Jadwal
- Produksi Nikel Harita Nickel Melonjak 52% pada Kuartal I 2025
- Audit IRMA Dorong Perbaikan Tata Kelola di Harita Nickel sedang Anda baca
- Dua Panadol di Meja Kerja, Suka Duka Memimpin Tambang Nikel
- Empat Line Smelter Nikel Harita Nickel Ditargetkan Rampung Kuartal II 2026
Agenda industri terdekat
- 2Nov
- 2NovKonferensi & Pameran Minerba Convex 20262–3 November 2026 · CXO Convention Center and Theater, Kuningan, Jakarta
- 4NovKonferensi & Pameran The 5th Nickel Producers, Processors & Buyers Conference4–5 November 2026 · Shangri-La Hotel, Jakarta






























