
NIKEL.CO.ID, JAKARTA — PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (TBP) atau Harita Nickel mencatat lonjakan produksi bijih nikel pada kuartal I 2025 menjadi 4,98 juta wmt, meningkat sekitar 52% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,27 juta wmt.
Kenaikan produksi ini memperkuat kinerja operasional TBP di tengah upaya ekspansi tambang dan optimalisasi aset di Pulau Obi, Halmahera Selatan. Secara kumulatif, total produksi bijih nikel perusahaan yang menjadi bagian Harita Group ini sejak awal operasi hingga 31 Maret 2025 telah mencapai 54,18 juta wmt.

Direktur Utama Harita Nickel, Roy Arman Arfandy, mengatakan, peningkatan produksi tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga kesinambungan pasokan bahan baku untuk hilirisasi.
“Kami terus mengoptimalkan kapasitas produksi untuk memastikan pasokan bijih nikel tetap terjaga, terutama dalam mendukung kebutuhan pengolahan di dalam grup,” ujar Roy dalam laporan keuangan Harita Nickel 2025, ditulis Selasa (21/4/2026).

Peningkatan produksi juga berdampak pada penurunan cadangan tersisa di salah satu wilayah utama. Dari total cadangan 111,85 juta wmt di area Kawasi, sisa cadangan per Maret 2025 tercatat sebesar 98,73 juta wmt, seiring produksi yang terus berjalan.
Di sisi entitas anak, PT Gane Permai Sentosa (GPS) mencatat produksi sebesar 2,26 juta wmt pada kuartal I 2025. Sementara itu, entitas lain seperti PT Gane Tambang Sentosa (GTS) mulai menunjukkan kontribusi awal produksi meski masih dalam tahap pengembangan.

“Peningkatan produksi ini juga sejalan dengan pengembangan hilirisasi, sehingga terjadi integrasi yang kuat antara kegiatan tambang dan fasilitas pengolahan,” tambahnya.
Perusahaan menegaskan bahwa peningkatan produksi ini sejalan dengan strategi memperkuat pasokan bahan baku untuk mendukung kegiatan hilirisasi nikel dalam grup, termasuk pengolahan di fasilitas smelter.
Dengan cadangan yang masih besar serta izin usaha pertambangan (IUP) yang berlaku hingga 2030 hingga 2040 di beberapa wilayah, perseroan memiliki ruang ekspansi produksi yang panjang untuk menjaga pertumbuhan ke depan. (Shiddiq)




















































