

NIKEL.CO.ID – PT Trinitan Metals & Minerals Tbk (PURE) melakukan peningkatan modal dasar serta modal ditempatkan dan disetor pada entitas usahanya, PT Trinitan Green Energy Metals (TGEM). Sebelumnya, pada 1 Oktober 2021, PURE mengumumkan pendirian Trinitan Green Energy Metals yang bertujuan untuk mewadahi perkembangan smelter menggunakan metode STAL dan mendukung optimalisasi teknologi STAL.
Pengembangan dan penelitian ini dilakukan melalui entitas anak usaha PURE yang lain, yakni PT Hydrotech Metals Indonesia (HMI). STAL merupakan kepanjangan dari Step Temperature Acid Leach, teknologi ekstraksi untuk pengolahan mineral nikel dan kobalt berbasis hidrometalurgi.
Nah, guna mendukung kegiatan Trinitan Green Energy Metals, PURE melalukan peningkatan modal dasar dari semula Rp 500 juta menjadi Rp 100 miliar, dan meningkatkan modal ditempatkan dan disetor sejumlah Rp 57,96 miliar, dari semula Rp 250 juta menjadi Rp 58,21 juta.
Peningkatan modal setor pada Trinitan Green Energy Metals dilakukan dengan metode inbreng, berupa saham milik PURE di Hydrotech Metals Indonesia, sebesar Rp 57,96 juta atau 57,96 juta lembar saham.
Dengan dilakukannya proses tersebut maka kepemilikan saham di TGEM bisa dikatakan berubah menjadi 100% milik PURE, dengan 1 lembar saham milik PT Trinitan Resourcetama Indonesia (TRI). Sementara DI Hydrotech Metals Indonesia terjadi perubahan pemegang saham menjadi 90,62% milik TGEM (yang semula dimiliki PURE) dan 9,38% milik Trinitan Resourcetama Indonesia. Namun, atas perubahan ini tidak terjadi perubahan pengendalian, baik di TGEM dan HMI secara tidak langsung, yakni berada di bawah kendali PURE.
Langkah ini dilakukan oleh PURE agar Trinitan Green Energy Metals dapat menjadi wadah seluruh kegiatan dan perkembangan smelter menggunakan teknologi STAL serta mendukung optimalisasi teknologi STAL. “Sementara HMI terus berfokus pada pengembangan penelitian dan pengembangan teknologi lanjutan dari STAL,” tulis Desfrina Novita,Sekretaris Perusahaan PURE dalam keterangan resminya di laman Bursa Efek Indonesia, Jumat (8/10).
Desfrina mengungkapkan, langkah penambahan modal ini diharapkan dapat menjadi jawaban atas kebutuhan akan nickel class-1, dan pada akhirnya diyakini akan menjadi nilai tambah bagi PURE. Penyediaan nickel class-1 ini merupakan dukungan terhadap akselerasi transisi energy terbarukan dan elektrifikasi melalui energy metals.
PURE Chart by TradingView
Perkembangan cerita ini
Liputan Khusus Hilirisasi & Smelter Nikel →
- BRIN Siapkan Riset Terintegrasi untuk Dukung Hilirisasi Industri Energi
- Dewan Energi Nasional Dorong Hilirisasi Nikel untuk Perkuat Ketahanan Energi Indonesia
- Satgas Hilirisasi Percepat Investasi, Bantu Atasi Hambatan Proyek
- Rantai Pasok Nikel dan Industri Baterai Nasional Perlu Terintegrasi
- Krakatau Steel Mulai Merambah ke Hilirisasi Nikel
- Kembangkan Smelter, Trinitan Metals & Minerals (PURE) Setor Modal ke Anak Usaha sedang Anda baca
Agenda industri terdekat
- 2Nov
- 2NovKonferensi & Pameran Minerba Convex 20262–3 November 2026 · CXO Convention Center and Theater, Kuningan, Jakarta
- 4NovKonferensi & Pameran The 5th Nickel Producers, Processors & Buyers Conference4–5 November 2026 · Shangri-La Hotel, Jakarta





























