Beranda Berita Nasional Tesla Kerjasama Dengan Australia, Bagaimana Nasib Negosiasi Dengan Indonesia?

Tesla Kerjasama Dengan Australia, Bagaimana Nasib Negosiasi Dengan Indonesia?

Oleh Admin

NIKEL.CO.ID – Tesla, perusahaan raksasa kendaraan listrik itu menandatangani kerjasama dengan perusahaan nikel asal Australia. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, BHP Billiton telah berhasil mengamankan kontrak pasokan nikel untuk kendaraan listrik buatan Tesla.

Lebih lanjut soal perjanjian itu, nantinya Tesla akan mendapatkan pasokan bahan baku kendaraan listrik dari sebuah tambang di Australia Barat yang terkenal sebagai salah satu tambang nikel terbesar di dunia. Sebelumnya, komoditas nikel dari tambang tersebut digunakan untuk memasok pabrik baja stainless steel.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Permintaan nikel diprediksi akan mengalami lonjakan drastis dalam satu dekade mendatang, karena kendaraan listrik akan menjadi alat transportasi yang umum digunakan di masa depan.

Elon Musk sendiri beberapa waktu yang lalu mengaku bahwa keberadaan nikel di masa mendatang akan menjadi komoditas yang paling dibutuhkan, dan kekurangan akan nikel bisa menghambat efisiensi serta kapasitas penyimpanan baterai kendaraan listrik. Masalah utamanya adalah baterai akan membutuhkan biaya sangat besar untuk diproduksi.

Kerja sama antara BHP dengan Tesla itu pun memunculkan pertanyaan akan nasib proses negosiasi antara pemerintah Indonesia yang akan berperan memasok nikel ke perusahaan asal Amerika Serikat itu. Akankah, negosiasi itu atau batal?

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Pihak Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menjelaskan bahwa proses negosiasi kerja sama itu masih terus berlangsung sampai sekarang. Namun sejauh mana perkembangannya masih belum diungkap oleh pihak Kementerian.

Awal bulan Februari lalu, Tesla dikabarkan telah mengajukan proposal soal investasi ke pemerintah Indonesia. Pihak Kementerian mengatakan bahwa proposal tersebut berbeda dengan proposal yang diajukan perusahaan lain seperti CATL atau LG. Adapun perbedaannya adalah pada pengguna teknologi dasar.

Tesla nantinya kemungkinan besar akan melakukan investasi pada bidang Energy Storage System atau ESS. ESS sendiri merupakan teknologi yang mirip dengan power bank namun kapasitas daya sangat besar yang bisa menyimpan listrik sampai 100 MW.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Pihak Tesla juga menyampaikan bahwa Indonesia merupakan satu-satunya negara yang memiliki potensi untuk bisa mengombinasikan energi baru terbarukan dengan teknologi ESS yang dimiliki Tesla.

Sumber: duniatambang.co.id

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Topik #Energi Ramah Lingkungan →

  1. Pajak Karbon dan Dampaknya terhadap Bisnis
  2. Tesla Kerjasama Dengan Australia, Bagaimana Nasib Negosiasi Dengan Indonesia? sedang Anda baca
  3. ESDM Buka Suara Soal Tudingan Nikel RI Kotor dan Tak Ramah Lingkungan
  4. Pasar Global Menyebut Nikel RI Kotor dan Tidak Ramah Lingkungan
  5. Indonesia Berpeluang Memimpin Masa Depan Hijau
  6. STAL, Terobosal Teknologi Pengolahan Nikel Yang Ramah Lingkungan

Agenda industri terdekat

Semua agenda →