NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Lima pelajar SMA Negeri 10 Surabaya meraih medali emas dalam Indonesia Inventors Day (IID) 2026 melalui penelitian pemanfaatan slag nikel sebagai media tanam. Penelitian bertajuk LESAGO tersebut terinspirasi dari pengelolaan lingkungan di kawasan industri nikel Pulau Obi, Maluku Utara.
Ketua Tim Penelitian SMA Negeri 10 Surabaya, Abid Hakim Pradana, mengatakan penelitian itu berawal dari ketertarikan tim terhadap potensi pemanfaatan slag nikel, material sisa proses industri, sebagai media tumbuh tanaman.
“Awalnya kami tertarik melihat bagaimana slag nikel dapat dimanfaatkan, bukan hanya menjadi limbah industri. Dari situ kami mencoba mempelajari potensinya sebagai media tanam dan menghubungkannya dengan tanaman penutup tanah untuk mendukung proses revegetasi,” kata Abid dalam keterangannya di Jakarta, Senin (12/10/2026).
Penelitian berjudul LESAGO: The Use of Legume Cover Crops in Nickel Slag-Based Growing Media on Plant Growth with an Expansive Root System itu mengkaji penggunaan media tanam berbasis slag nikel yang dikombinasikan dengan tanaman leguminosa penutup tanah. Tanaman jenis ini menjadi bagian dari penelitian karena memiliki sistem perakaran yang luas.
Tim mempresentasikan hasil penelitian tersebut dalam IID 2026 yang diselenggarakan Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) pada 3–6 Oktober 2026 di Gedung SMESCO, Jakarta. Kompetisi itu mempertemukan pelajar dan inovator dari berbagai negara untuk mempresentasikan hasil penelitian dan inovasi mereka.
Prestasi tersebut melanjutkan capaian tim Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMA Negeri 10 Surabaya yang sebelumnya meraih medali emas dalam ASEAN Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair (AISEEF) 2026 di Universitas Diponegoro. Dalam kompetisi itu, tim mengusung penelitian NISAGO tentang pemanfaatan slag nikel sebagai media tanam serta pengaruhnya terhadap sifat tanah dan pertumbuhan kangkung (Ipomoea aquatica).
Executive Vice President Environmental Affairs Harita Nickel, Iwan Syahroni, menilai penelitian tersebut menunjukkan bahwa persoalan di sektor industri dapat menjadi bahan pembelajaran dan mendorong inovasi di kalangan pelajar.
“Yang menarik dari penelitian ini bukan hanya medali yang diraih, tetapi bagaimana para pelajar melihat persoalan di dunia industri sebagai ruang untuk belajar, bertanya, dan mencari jawaban melalui pendekatan ilmiah,” ujar Iwan.
Harita Nickel mendukung tim LESAGO sebagai bagian dari upaya membangun kolaborasi dengan dunia pendidikan serta mendorong minat pelajar terhadap sains, teknologi, dan isu lingkungan. Penelitian ini mengeksplorasi potensi pemanfaatan material sisa industri untuk mendukung revegetasi lahan. Meski demikian, penerapan slag nikel sebagai media tanam perlu didukung pengujian lebih lanjut untuk memastikan keamanan lingkungan serta kesesuaiannya bagi pertumbuhan tanaman. (Shiddiq)










































