Beranda Asosiasi Pertambangan Hadir di Coffee Morning CNBC Indonesia, APNI Soroti Tantangan Industri Nikel

Hadir di Coffee Morning CNBC Indonesia, APNI Soroti Tantangan Industri Nikel

Sekretaris Jenderal Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Meidy Katrin Lengkey (Dok. MNI/Uyun)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) hadir dalam acara Coffee Morning CNBC Indonesia dengan tema “2 Tahun Prabowo: Hilirisasi Melaju, Industri Tambang Makin Kuat?”. Dalam acara tersebut APNI menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat industri pertambangan nikel nasional. Koordinasi lintas lembaga dinilai diperlukan agar pelaku usaha memperoleh kepastian dalam menjalankan kegiatan pertambangan.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Meidy Katrin Lengkey mengatakan, pemerintah perlu membuka ruang dialog bersama pelaku industri untuk menyelaraskan kebijakan dan menentukan arah pengembangan sektor pertambangan ke depan.

“Mungkin kita butuh bantuan pemerintah untuk diskusikan, karena nggak ada marka. Itu yang paling penting. Sebelum kita keluar benar-benar, duduk di sini, duduk bareng dulu. Antara pemerintah pusat dan daerah harus sinkronisasi, jangan kita diserang di daerah lagi,” kata Meidy, di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

APNI menilai keselarasan kebijakan diperlukan agar upaya penguatan industri nikel dan hilirisasi dapat berjalan secara berkelanjutan. Pemerintah dan pelaku industri perlu membangun komunikasi untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus mencari solusi yang dapat diterapkan bersama.

Selain itu, APNI juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas harga nikel. Menurutnya, kestabilan harga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha pertambangan dan mendukung pengembangan industri pengolahan.

“Dan yang paling penting lagi, kita jaga dong biar harga ini tetap stabil. Itu yang paling penting untuk melangkah ke tahun ketiga,” ujarnya.

APNI berharap, sinergi antara pemerintah dan pelaku industri semakin kuat. Keselarasan kebijakan, kepastian berusaha, dan stabilitas harga diharapkan dapat mendukung daya saing industri nikel nasional sekaligus mengoptimalkan manfaat hilirisasi bagi perekonomian Indonesia.

Acara Coffee Morning yang diselenggarakan CNBC Indonesia digelar di Parle Senayan dengan tema “2 Tahun Prabowo: Hilirisasi Melaju, Industri Tambang Makin Kuat?”. Acara tersebut membahas terkait perkembangan hilirisasi dan tantangan industri pertambangan selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Selain APNI, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Anggota Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya; Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM RI, Tri Winarno; Direktur Eksekutif DEN, Tubagus Nugraha; Peneliti Utama BRIN & Founder NBRI, Prof. DR. Evvy Kartini; Chairman Indonesia Mining Institute, Prof. Irwandy Arif; Plt Deputi II Kepala Staf Kepresidenan RI, Prof. Popy Rufaidah; Ketua Umum Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), Arif Perdana Kusuma; Ketua Umum Asosiasi Bauksit Indonesia (ABI), Ronald Sulistyanto; serta Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia, Gita Mahyarani. (Fi Yun)