Beranda Berita Nasional Penggunaan Slag Nikel Pada Lahan Reklamasi, Tanaman Bisa Tumbuh Lebih Tinggi

Penggunaan Slag Nikel Pada Lahan Reklamasi, Tanaman Bisa Tumbuh Lebih Tinggi

55
0
Green Mining Manager Harita Nickel, Dr. Retno Dewi Handayani. Foto: MNI/Tubagus

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Pemanfaatan slag nikel dalam kegiatan reklamasi tambang berpotensi mendukung pertumbuhan tanaman di lahan bekas tambang. Penggunaannya bersama pohon dan tanaman penutup tanah (cover crop) menjadi salah satu upaya yang dikembangkan untuk mendukung pemulihan lahan pascatambang.

Green Mining Manager Harita Nickel, Dr. Retno Dewi Handayani S., S.Hut., M.Si., menjelaskan bahwa pemanfaatan slag nikel perlu disesuaikan dengan karakteristik tanaman. Salah satu pertimbangannya adalah sistem perakaran, yang memengaruhi komposisi penggunaannya dalam kegiatan reklamasi.

“Jadi, Pak, yang kaitannya dengan slag nikel, memang untuk komposisinya itu 40% untuk pohon, 60% untuk cover crop. Nah, kami melihat cover crop ini akarnya tidak terlalu tunggang. Jadi, kami mencoba dengan komposisi yang lebih besar untuk cover crop. Sementara itu, kalau komposisi untuk pohon terlalu banyak, pohonnya justru bisa tumbang,” ujar Retno dalam sesi tanya jawab Gelar Teknologi Reklamasi IPB University, Jumat (9/10/2026).

Perbedaan karakteristik perakaran tersebut menjadi pertimbangan dalam menentukan komposisi slag nikel untuk setiap jenis tanaman. Penggunaannya diharapkan dapat mendukung pertumbuhan tanaman sekaligus menjaga kestabilannya di lahan reklamasi.

Retno mengatakan, pengamatan terhadap pertumbuhan tanaman dilakukan melalui pengukuran tinggi pohon dan tanaman penutup tanah. Hasil pengamatan memperlihatkan bahwa beberapa tanaman yang menggunakan slag nikel tumbuh lebih tinggi dibandingkan tanaman yang tidak menggunakannya.

“Beberapa tanaman dengan slag itu tingginya lebih baik daripada tanpa slag,” ungkap Retno.

Meski menunjukkan hasil yang menjanjikan, pemanfaatan slag nikel untuk reklamasi masih tergolong baru. Retno menyampaikan bahwa penerapannya akan diintegrasikan ke dalam rencana reklamasi dan pascatambang pada tahun-tahun mendatang. Langkah ini juga diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan slag nikel yang saat ini tertampung.

“Luasnya karena kami memang juga baru, jadi memang akan ada rencana berikutnya. Itu akan diintegrasikan dalam rencana reklamasi dan rencana pascatambang. Jadi, itu akan menjadi rencana juga di tahun ke depan. Kami berharap penumpukan slag yang ada di tempat penampungan bisa semaksimal mungkin dimanfaatkan,” jelasnya.

Dari sisi fisik, slag nikel berpotensi membantu memperbaiki kondisi media tanam di lahan bekas tambang yang cenderung padat. Pencampuran slag nikel dapat membuat tanah lebih berpori sehingga memberikan ruang bagi akar untuk berkembang.

“Peran utamanya adalah sifat fisiknya. Khususnya di tambang nikel, kondisi tanahnya padat. Pada saat kita campur, tanah menjadi lebih berpori sehingga akar lebih mudah berkembang,” kata Retno.

Selain sifat fisik, slag nikel juga berpotensi memberikan kontribusi melalui sifat kimianya. Retno menjelaskan bahwa slag nikel tidak mudah bereaksi, tetapi dapat melepaskan unsur hara secara bertahap yang membantu pertumbuhan tanaman. “Jadi, walaupun slag nikel ini tidak mudah bereaksi, tetapi pelan-pelan dia juga mengeluarkan unsur hara yang membantu tanaman dapat tumbuh lebih baik,” pungkasnya. (Tubagus)