Beranda Korporasi Hingga Triwulan III-2026, Stargate Pacific Resources Catat Penjualan Bijih Nikel 1,157 juta...

Hingga Triwulan III-2026, Stargate Pacific Resources Catat Penjualan Bijih Nikel 1,157 juta WMT

Ilustrasi Nikel (Foto: Stargate Pasific Reource)

NIKEL.CO ID, JAKARTA – Hingga triwulan III-2026, PT Stargate Pacific Resources mencatatkan penjualan bijih nikel sebesar 1,157 juta wet metric ton (WMT). Penjualan tersebut terdiri atas 390 ribu WMT bijih nikel saprolit dan 767 ribu WMT limonit. PT Stargate Pacific Resources merupakan salah anak usaha dari PT United Tractors Tbk (UT) yang bergerak dalam pertambangan nikel.

Corporate Secretary PT United Tractors Tbk, Ari Setiyawan, dalam keterangannya, menjelaskan bahwa pengembangan bisnis nikel merupakan bagian dari upaya perseroan memperluas portofolio usaha mineral di luar batu bara.

“Penguatan bisnis nikel merupakan bagian dari strategi perseroan untuk mengembangkan portofolio usaha mineral dan membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang,” kata Ari dalam keterangannya di Jakarta,  (28/10/2026).

Berdasarkan laporan kinerja keuangan yang diumumkan pada 26 Oktober 2026, menurut dia, UT membukukan pendapatan bersih Rp90,3 triliun hingga September 2026, turun 10% dibandingkan Rp100,5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Sejalan dengan peluang bisnis yang berkembang di sektor mineral selain batu bara, PAMA dan KPP Mining memperkuat ekspansinya ke sektor emas dan nikel,” ujarnya.

Ekspansi tersebut dilakukan melalui PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining), yang selama ini menyediakan jasa kontraktor pertambangan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperluas portofolio bisnis mineral.

Di sisi lain, pendapatan UT dari segmen pertambangan emas dan mineral lainnya turun 53% menjadi Rp4,9 triliun, terutama akibat penurunan penjualan emas sebesar 70%.

Segmen kontraktor penambangan mencatat kenaikan pendapatan 11% menjadi Rp44,5 triliun, terutama didorong penguatan kurs dolar Amerika Serikat. Sementara itu, pendapatan segmen pertambangan batu bara termal dan metalurgi turun 15% menjadi Rp15,9 triliun.

Secara keseluruhan, laba bersih UT di luar pos-pos tidak berulang turun 31% menjadi Rp7,9 triliun. Perseroan juga mencatat pos-pos tidak berulang senilai Rp3,5 triliun, yang antara lain mencakup pembayaran terkait kegiatan sebelumnya di kawasan hutan sehubungan dengan Persetujuan Pemanfaatan Kawasan Hutan (PPKH) di Tambang Nikel Stargate. Meski penjualan bijih nikel telah mencapai lebih dari 1,1 juta WMT, perseroan belum merinci kontribusi pendapatan dan laba dari bisnis nikel secara terpisah dalam laporan kinerja tersebut. (Shiddiq)