Beranda Asosiasi Pertambangan APNI Dorong Kesetaraan Gender di Sektor Tambang

APNI Dorong Kesetaraan Gender di Sektor Tambang

49
0
Executive Director Women in Mining and Energy (WiME), Noormaya Muchlis

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) mendukung peningkatan kesetaraan gender di sektor pertambangan melalui perluasan kesempatan bagi perempuan untuk berkarir, mengembangkan kompetensi, dan menduduki posisi strategis dalam pengambilan keputusan.

Komite APNI sekaligus Executive Director Women in Mining and Energy (WiME), Noormaya Muchlis, mengatakan, kehadiran APNI dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya meningkatkan keterlibatan perempuan di industri pertambangan dan energi.

“Ini merupakan salah satu bentuk dukungan APNI terhadap kesetaraan gender di sektor tambang. Di saat yang sama, WiME juga mendukung agar anggota-anggota APNI bisa berkontribusi dalam mendorong kesetaraan gender bagi perempuan,” kata Maya kepada Media Nikel Indonesia (nikel.co.id), Jumat (9/10/2026).

Ia menyebutkan, keterwakilan perempuan di sektor pertambangan masih relatif rendah. Proporsinya diperkirakan baru sekitar 10–11% dari keseluruhan tenaga kerja. Selain itu, perempuan masih banyak menempati posisi administrasi sehingga perlu didorong untuk berkiprah di bidang teknis maupun kepemimpinan.

“Jumlah perempuan secara keseluruhan masih sekitar 10–11%, jadi masih sangat kecil. Kebanyakan perempuan juga berada di level administrasi,” ujarnya.

Kedepannya diharapkan, semakin banyak perempuan yang dapat mengembangkan karier di berbagai bidang pertambangan, termasuk sektor lingkungan, serta memperoleh kesempatan untuk menduduki posisi penting dalam pengambilan keputusan.

“Kita ingin ke depannya makin banyak perempuan yang bisa berkarya di sektor ini, termasuk di bidang lingkungan. Kemudian, makin banyak perempuan yang memegang peran penting dalam pengambilan keputusan,” tuturnya.

Salah satu upaya untuk mendorong peningkatan partisipasi tersebut, katanya dilakukan melalui program mentorship WiME yang memberikan pendampingan kepada mahasiswi dari sejumlah perguruan tinggi.

Melalui program ini, para peserta akan mendapatkan akses terhadap mentoring dan coaching dari para profesional serta praktisi industri. Pendampingan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai peluang karier di sektor pertambangan dan energi.

Kehadiran mentor perempuan, menurutnya, juga penting untuk memberikan gambaran nyata kepada generasi muda bahwa perempuan memiliki peluang untuk berkarier dan berkembang di industri pertambangan.

Dia menegaskan, gender seharusnya tidak menjadi penghalang bagi perempuan untuk berkiprah di industri pertambangan. Karena itu, perluasan akses pendidikan, pendampingan, dan kesempatan berkarier menjadi bagian penting dalam mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih inklusif. Selain dihadiri Noormaya Muchlis, APNI juga diwakilkan oleh Dewan Penasihat Pertambangan, Djoko Widajatno. Lalu, Market Access and Development Manager SpaceX, Tommy Mulianta; President Director PT Bakti Energi Sejahtera, Chairani Rahmatullah; Wakil Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI), Tjut Silvana Dewi; serta Kepala Koordinator Pengujian Ketenagalistrikkan BBSP KEBTKE dan Founder and Technical Leader PT Indoterra Metalurgy Solutions, Director PT Bukit Makmur Resources, Ridho Lestari yang hadir secara daring. (Fi Yun)