Beranda Asosiasi Pertambangan APNI Hadir dalam Leadership Dialogue Lubrizol, Tekankan Kolaborasi Industri Tambang

APNI Hadir dalam Leadership Dialogue Lubrizol, Tekankan Kolaborasi Industri Tambang

93
0
Anggota Dewan Pengawas APNI, Djoko Widajatno Soewanto (Foto: MNI/Fi Yun)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) turut hadir sebagai panelis dalam kegiatan Leadership Dialogue dengan tema “Building a More Efficient, Resilient and Sistainable Mining Industry in Indonesia” yang diselenggarakan Lubrizol di Mandarin Hotel, Jakarta.

Dalam forum tersebut, anggota Dewan Pengawas APNI, Djoko Widajatno Soewanto, menekankan pentingnya kolaborasi antara perusahaan tambang, vendor, dan perusahaan jasa penunjang untuk menciptakan operasi pertambangan yang efisien dan berkelanjutan. Kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi salah satu kunci dalam menjaga efisiensi operasional pertambangan. Efisiensi yang tercipta melalui kerja sama tersebut dapat mendukung keberlanjutan kegiatan pertambangan dalam jangka panjang.

“Sudah jelas, kolaborasi antara tambang dengan vendor, dengan perusahaan-perusahaan jasa penunjang akan membentuk suatu operasi yang efisien. Itulah kuncinya,” kata Djoko kepada Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id), Rabu (7/10/2026).

Efisiensi operasional menjadi faktor penting agar kegiatan pertambangan dapat terus berjalan dengan baik dengan tetap memperhatikan penerapan good mining practices. Penerapan good mining practices, menurutnya, tidak hanya berorientasi pada aspek produksi dan keuntungan, tetapi juga harus memperhatikan manusia, lingkungan, kesejahteraan, serta keberlanjutan hubungan antara kegiatan pertambangan dan masyarakat.

“Kalau itu efisien, kita bisa melanjutkan pertambangannya dengan baik dengan memperhatikan good mining practices,” ujarnya.

Selain itu, sambungnya, konsep good mining practices mencakup sejumlah komponen penting, yakni people, planet, profit, prosperity, dan peace. Kelima aspek tersebut dinilai perlu berjalan secara seimbang agar kegiatan pertambangan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

“Good mining practices itu komponennya people, planet, profit, prosperity, dan peace. Kalau itu bisa diperoleh, tambang bisa beroperasi berkelanjutan,” ucapnya.

Keberlanjutan pertambangan, ia melanjutkan, juga berkaitan dengan tanggung jawab industri terhadap generasi mendatang. Karena itu, kegiatan pertambangan perlu dijalankan secara bertanggung jawab agar manfaat ekonomi yang dihasilkan saat ini tidak mengorbankan kepentingan generasi berikutnya.

“Dan, bisa membayar utang-utang kepada generasi yang akan datang,” pungkasnya.

Kehadiran APNI sebagai panelis dalam kegiatan Lubrizol tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kolaborasi antara pelaku usaha pertambangan dan perusahaan jasa penunjang dalam memperkuat efisiensi operasional sekaligus penerapan praktik pertambangan yang baik dan berkelanjutan. (Fi Yun)