Beranda Daerah IWIP Perkuat Kesiapan SDM Lokal Lewat Program Magang Mahasiswa Unkhair

IWIP Perkuat Kesiapan SDM Lokal Lewat Program Magang Mahasiswa Unkhair

99
0
IWIP memberikan kesempatan kepada mahasiswa magang dari Universitas Khairun (Unkhair) Ternate untuk langsung praktik (Foto: Humas IWIP)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) terus membuka ruang bagi mahasiswa perguruan tinggi lokal untuk mengenal lingkungan industri secara langsung. Melalui program magang bersama Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, IWIP memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memahami standar kerja yang berlaku di kawasan industri.

Program tersebut, sebagaimana keterangan resmi yang diterima Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id) di Jakarta, Rabu (7/10/2016), menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan praktik di lapangan. Selama menjalani magang, peserta ditempatkan pada unit kerja yang sesuai dengan bidang studinya dan dilibatkan dalam berbagai aktivitas operasional.

Salah satu peserta, Iwan Pratama Bumi Laksana, mahasiswa semester 7 Program Studi Teknik Sipil Unkhair, mendapatkan kesempatan belajar di departemen mining, khususnya divisi struktur. Selama berada di lingkungan kerja IWIP, Iwan mempelajari berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan struktur, mulai dari menganalisis gambar hingga melihat secara langsung pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

“Selama kuliah, kita lebih banyak mendapatkan teori, perhitungan, dan juga tugas. Saya ingin melihat bagaimana ilmu yang selama ini dipelajari itu diterapkan ketika sudah berhadapan dengan kondisi pekerjaan yang sebenarnya,” ungkapnya.

IWIP juga memberikan ruang bagi peserta untuk mengenal pekerjaan lintas divisi. Dia berkesempatan mengamati aktivitas di bidang geoteknik, survei, dan operasi sehingga memperoleh pemahaman mengenai keterkaitan antarunit dalam mendukung kegiatan pertambangan dan industri. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa penerapan ilmu di dunia kerja membutuhkan kemampuan untuk menyesuaikan teori dengan kondisi aktual di lapangan.

“Ketika sudah masuk ke dunia kerja, kita juga perlu punya skill untuk memahami kondisi yang sebenarnya dan bisa menyesuaikan penerapan ilmu tersebut,” katanya.

Kesempatan serupa diberikan kepada Afizal M. Adjaran, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Unkhair yang menjalani magang di Business Unit of Power Plant (BUPP) IWIP. Di unit pembangkit tersebut, ia mengikuti sejumlah kegiatan sejak awal aktivitas kerja, termasuk safety briefing. Ia kemudian terlibat dalam monitoring performa pembangkit, pencatatan parameter operasional, inspeksi peralatan, hingga membantu penyusunan laporan operasional harian.

Keterlibatan langsung itu memungkinkan Afizal melihat penerapan ilmu kelistrikan dalam operasional pembangkit. Ia juga dapat mengamati proses kerja turbin, sinkronisasi generator dengan sistem grid serta sistem proteksi kelistrikan.

Pengalaman tersebut sekaligus mengubah pandangannya mengenai kegiatan magang. Jika sebelumnya ia membayangkan magang lebih banyak berisi kegiatan observasi, selama berada di IWIP ia justru memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam pekerjaan.

“Saya merasa keterlibatan kerja secara langsung dan nyata. Bukan sekadar hadir, datang, duduk, pulang,” ucapnya.

Bagi IWIP, keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas industri menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dunia kerja sekaligus membangun kesiapan sumber daya manusia sejak di bangku perguruan tinggi.

Pengalaman di lapangan juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan nonteknis. Selain kompetensi sesuai bidang keilmuan, peserta dituntut memahami kedisiplinan, komunikasi, kerja sama, tanggung jawab serta penerapan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja.

General Manager HRD PT IWIP, Roslina Sangaji, mengatakan, program magang tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan industri.

“Kami berharap program magang ini dapat berjalan dengan baik, memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi para peserta, serta menjadi awal terbangunnya hubungan yang positif antara dunia pendidikan dan dunia industri dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan masa depan” ujar Roslina.

Kolaborasi dengan perguruan tinggi lokal, katanya menambahkan, menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mendukung pengembangan sumber daya manusia. Melalui program semacam ini, mahasiswa dapat memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai kebutuhan dan dinamika pekerjaan di sektor industri.

Bagi IWIP, pengalaman langsung di tempat kerja diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia profesional. Di sisi lain, kerja sama dengan Unkhair membuka ruang yang lebih luas bagi dunia pendidikan dan industri untuk membangun ekosistem pengembangan talenta lokal yang relevan dengan kebutuhan industri.

Dengan demikian, program magang tidak sekadar menjadi kegiatan pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi salah satu bentuk kontribusi IWIP dalam mempersiapkan sumber daya manusia lokal agar semakin siap menghadapi kebutuhan dunia kerja. (Li Han/Ist)