Beranda Berita Nasional Paradoks Hilirisasi: Smelter Nikel makin Masif, Bahan Baku dalam Negeri Terbatas

Paradoks Hilirisasi: Smelter Nikel makin Masif, Bahan Baku dalam Negeri Terbatas

Anggota Komisi XII, Syarifuddin (kiri) dan Aqib Ardiansyah (kanan)
Oleh Tubagus Rachmat

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Pertumbuhan smelter nikel di Indonesia terus meningkat pesat, namun kemampuan pasokan bahan baku dari dalam negeri justru semakin terbatas. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi kelebihan kapasitas (overcapacity) smelter dan paradoks kebijakan dalam program hilirisasi nikel nasional.

Hal itu disampaikan anggota Komisi XII DPR RI, Aqib Ardiansyah, dalam rapat kerja bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Rosan Roeslani, Selasa (3/2/2026). Aqib menilai, meski hilirisasi nikel merupakan langkah strategis nasional, pertumbuhan smelter yang semakin masif perlu dicermati karena kemampuan pasokan bahan baku dari dalam negeri semakin terbatas.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Kami memandang sebenarnya bahwa kebijakan hilirisasi nikel ini menjadi langkah strategis nasional untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral kita. Namun, dalam implementasinya, kami melihat adanya kecenderungan pertumbuhan smelter yang semakin masif, bahkan telah mengarah kepada overcapacity,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi pasokan nikel domestik yang terbatas membuat situasi semakin kompleks, sementara kebutuhan untuk operasional smelter terus meningkat. Ia menekankan, pentingnya data yang sinkron antara Kementerian Investasi/BKPM dan Kementerian ESDM agar pertumbuhan smelter tidak melampaui kemampuan bahan baku nasional.

“Bahkan sementara kemampuan pasokan bahan baku kita dari dalam negeri semakin terbatas. Nah ini perlu dicermati,” katanya.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Politisi Fraksi PAN itu juga mencatat, impor nikel Indonesia mencapai sekitar 15 juta ton per tahun. Angka ini menimbulkan pertanyaan mengapa arah perencanaan investasi hilirisasi di Indonesia menjadi tumpang-tindih: di satu sisi Indonesia penghasil nikel terbesar, tetapi smelter yang beroperasi justru masih bergantung pada bahan impor.

“Mengapa kemudian arah perencanaan investasi hilirisasi di Indonesia menjadi semacam tumpang-tindih. Di satu sisi kita penghasil nikel terbesar, tapi smelter yang beroperasi justru bergantung pada bahan impor,” tegasnya.

Kondisi ini, sambungnya, berpotensi menimbulkan paradoks kebijakan, di mana hilirisasi yang seharusnya memperkuat kedaulatan sumber daya justru bisa melemahkan posisi nasional.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Inilah yang kemudian berpotensi, bahasa saya, paradoks kebijakan, di mana hilirisasi yang seharusnya memperkuat kedaulatan sumber daya alam, justru melemahkan. Nah, ini makanya data dari kebuatan ESDM pun mesti sinkron juga dengan yang seperti ini,” pungkasnya. (Tubagus)

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Liputan Khusus Hilirisasi & Smelter Nikel →

  1. BRIN Siapkan Riset Terintegrasi untuk Dukung Hilirisasi Industri Energi
  2. Dewan Energi Nasional Dorong Hilirisasi Nikel untuk Perkuat Ketahanan Energi Indonesia
  3. Satgas Hilirisasi Percepat Investasi, Bantu Atasi Hambatan Proyek
  4. Rantai Pasok Nikel dan Industri Baterai Nasional Perlu Terintegrasi
  5. Krakatau Steel Mulai Merambah ke Hilirisasi Nikel
  6. Paradoks Hilirisasi: Smelter Nikel makin Masif, Bahan Baku dalam Negeri Terbatas sedang Anda baca

Agenda industri terdekat

Semua agenda →