Beranda Pemerintahan Pemerintah Dorong Ekosistem Baterai EV Terintegrasi, Investasi Capai US$7–8 Miliar

Pemerintah Dorong Ekosistem Baterai EV Terintegrasi, Investasi Capai US$7–8 Miliar

(Foto: Dok Humas ESDM)
Oleh Shiddiq

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah terus mempercepat pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) terintegrasi di Indonesia melalui penandatanganan kerangka kerja sama konsorsium PT Antam Tbk. – Indonesia Battery Industry (IBI) – HYD. Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, di Gedung Aula Sarulla, Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Dalam sambutannya, Bahlil menegaskan, kerja sama ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat proyek strategis nasional, khususnya di sektor hilirisasi dan energi baru terbarukan.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Ini adalah bagian dari arahan Bapak Presiden Prabowo dalam rangka mempercepat proyek-proyek strategis. Total investasinya kurang lebih sekitar US$7 sampai 8 miliar,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pengembangan ekosistem baterai ini dirancang secara terintegrasi dari hulu ke hilir, mulai dari pertambangan nikel, smelter, pengolahan prekursor dan katoda, produksi sel baterai, hingga proses daur ulang.

“Sejak 2020, ketika saya masih Kepala BKPM dan Menteri Investasi, kita sudah mendorong pembangunan ekosistem baterai mobil yang terintegrasi, dari mining, smelter, prekursor, katode, battery cell, sampai recycling,” ungkapnya.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Ia mengatakan, mayoritas sumber bahan baku akan berasal dari perusahaan BUMN, terutama Antam dan Mind IDd, sebagai bentuk prioritas kepentingan nasional. Namun, pemerintah tetap membuka ruang kolaborasi dengan mitra asing untuk mendukung teknologi, pasar, dan manajemen.

“Kita harus memprioritaskan kepentingan negara, tetapi dalam proses industri kita masih membutuhkan bantuan negara lain, terutama untuk intervensi teknologi, pasar, dan manajemen profesional. Karena itu, kolaborasi ini menjadi penting,” ujarnya.

Menurut dia, proyek ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan baterai kendaraan listrik, tetapi juga dirancang untuk mendukung pengembangan energi surya, sejalan dengan program nasional pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 gigawatt.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Ini tidak hanya untuk baterai mobil listrik, tetapi juga didesain untuk baterai tenaga surya. Produk baterainya nanti adalah made in Indonesia,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pelibatan tenaga kerja dan pengusaha lokal di wilayah proyek, baik di Jawa Barat sebagai lokasi pengembangan ekosistem baterai dan katoda, maupun di Maluku Utara sebagai lokasi tambang dan smelter.

“Yang bisa dikerjakan di dalam negeri, paket tenaga kerja harus di dalam negeri. Jangan bawa dari luar. Ini bagian dari komitmen kita agar negara berdaulat,” katanya.

Bahlil optimistis, jika proyek ini berjalan sesuai rencana, Indonesia akan menjadi salah satu negara di dunia yang memiliki ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi secara penuh.

“Kalau ini mampu kita lakukan, Indonesia akan menjadi salah satu negara setelah China yang membangun ekosistem baterai mobil terintegrasi dari hulu sampai hilir. Untuk nikel, kita yang paling besar,” pungkasnya. (Shiddiq)

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Liputan Khusus Hilirisasi & Smelter Nikel →

  1. BRIN Siapkan Riset Terintegrasi untuk Dukung Hilirisasi Industri Energi
  2. Dewan Energi Nasional Dorong Hilirisasi Nikel untuk Perkuat Ketahanan Energi Indonesia
  3. Satgas Hilirisasi Percepat Investasi, Bantu Atasi Hambatan Proyek
  4. Rantai Pasok Nikel dan Industri Baterai Nasional Perlu Terintegrasi
  5. Krakatau Steel Mulai Merambah ke Hilirisasi Nikel
  6. Pemerintah Dorong Ekosistem Baterai EV Terintegrasi, Investasi Capai US$7–8 Miliar sedang Anda baca

Agenda industri terdekat

Semua agenda →