
NIKEL.CO.ID, JAKARTA— PT CNGR Ding Xing New Energy mencatat kemajuan signifikan dalam pengolahan dan pemurnian nikel. Dengan teknologi canggih dan komitmen kuat terhadap efisiensi dan keberlanjutan, perusahaan ini menjadi pemimpin industri di Asia Tenggara.
Perusahaan yang berdiri pada 11 Juli 2022 ini fokus pada pengolahan dan pemurnian nikel dengan teknologi canggih dan ramah lingkungan. Dengan visi menjadi pemimpin industri nikel berkelanjutan, CNGR terus mengembangkan teknologi dan strategi efisiensi.
Perwakilan PT CNGR Indonesia, Ewa Miftahuddin, menjelaskan, oxygen enriched side blown furnace (OESBF) adalah teknologi inovatif yang memungkinkan pengolahan nikel laterit menjadi bahan baku baterai litium dengan efisiensi tinggi dan limbah minimal.
“CNGR memproduksi nikel matte dengan kadar tinggi untuk bahan baku pembuatan nikel sulfat dan nikel katode. Nikel sulfat merupakan produk yang digunakan sebagai bahan baku baterai litium,” kata Ewa dalam keterangan lanjutan acara diskusi kelompok terfokus atau focus group discussion (FGD) dengan topik “Efisiensi dan Efektivitas Pengolahan dan Pemurnian Nikel di Dalam Negeri” dari materi presentasi yang diterima nikel.co.id, Kamis (19/12/2024).
Selain itu, CNGR menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang memproduksi nikel katode dengan kadar 99,99% dan posisi ketiga di Asia setelah Jepang dan China, serta menjadi pemimpin industri nikel di Asia Tenggara.
“Produk nikel CNGR juga telah terdaftar di London Metal Exchange (LME) sebagai pemasok nikel katode berkualitas tinggi dan masuk dalam jajaran 30 manufaktur dunia yang mencapai posisi ini berkat kemajuan teknologi dan efisiensi,” jelasnya.
Operasional perusahaan yang memiliki tenaga kerja sebanyak 763 orang (WNI dan WNA) itu mampu menghemat energi dengan menggunakan peralatan produksi canggih, termasuk mampu mengelola limbah secara efektif dan berkelanjutan serta memiliki kualitas produk yang berkualitas tinggi untuk berbagai industri strategis.
Dalam meningkatkan efisiensi pengolahan, perusahaan mengembangkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi pengolahan nikel, serta mengembangkan teknologi berbasis ramah lingkungan. Dengan cara itu, CNGR mampu meningkatkan kualitas produk untuk memperluas pasar global. Salah satunya, mengembangkan industri hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk nikel domestik.
“Kami bangga atas pencapaian ini dan berkomitmen untuk terus meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan dalam industri pengolahan dan pemurnian nikel,” pungkasnya. (Shiddiq)
Perkembangan cerita ini
Topik Nickel →
- Mind Id Dirikan Pabrik Baterai Terintegrasi di Karawang
- Meninhil/Kepala BKPM dan Huayou Bahas Pengembangan Industri Baterai EV Terintegrasi di Indonesia
- CNGR Fokus Produksi Nikel dengan Teknologi Canggih & Ramah Lingkungan sedang Anda baca
Istilah di artikel ini
- LME
- London Metal Exchange
Agenda industri terdekat
- 2Nov
- 2NovKonferensi & Pameran Minerba Convex 20262–3 November 2026 · CXO Convention Center and Theater, Kuningan, Jakarta
- 4NovKonferensi & Pameran The 5th Nickel Producers, Processors & Buyers Conference4–5 November 2026 · Shangri-La Hotel, Jakarta






























