Beranda Berita International Berjatuhan Dari Level Tertinggi, Begini Pergerakan Harga Nikel, Timah, dan Tembaga

Berjatuhan Dari Level Tertinggi, Begini Pergerakan Harga Nikel, Timah, dan Tembaga

TANJUNGPINANG, 28/3 - HENTIKAN PENAMBANGAN BAUKSIT. Dua buah kapal tongkang menampung biji bauksit siap ekspor di Sungai Carang, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Kamis (28/3). Pemerintah Kota Tanjungpinang akan menghentikan sementara aktivitas penambangan bauksit mulai 5 April 2013 karena perusahaan tambang tidak memenuhi kewajibannya sebagaimana disyaratkan dalam Pasal 151 UU Nomor 4 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara serta maraknya penambangan bauksit secara ilegal yang merusak lingkungan. FOTO ANTARA/ss/pd/13
Oleh Admin

NIKEL.CO.ID – Harga komoditas logam industri seperti timah, tembaga, dan nikel naik signifikan di kuartal pertama 2021. Harga nikel mencapai level tertinggi sejak September 2014 pada Februari lalu. Tapi, harga mulai menurun. Penurunan harga nikel terlihat paling tajam di antara logam industri lainnya.

Menjelang akhir Februari 2021, harga nikel kontrak tiga bulan di London Metal Exchange (LME) mencapai US$ 19.709 per metrik ton. Akhir pekan lalu, harga nikel sudah turun ke US$ 16.628 per metrik ton.

Iklan
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Harga timah kontrak tiga bulan di LME pun mencapai level US$ 26.840 per metrik ton pada Februari lalu. Ini adalah level tertinggi harga timah sejak Agustus 2011. Pada akhir pekan lalu, harga timah sudah turun ke US$ 25.755 per metrik ton.

Harga tembaga kontrak tiga bulan di LME juga bergerak serupa dengan angka tertinggi tahun ini US$ 9.412 pada 25 Februari lalu. Ini adalah harga tertinggi tembaga sejak Agustus 2011. Pada akhir pekan lalu, harga tembaga sudah turun ke US$ 8.926 per metrik ton.

Menurut Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuabi, pergerakan harga komoditas industri timah, tembaga, dan nikel mencapai level puncak di kuartal pertama, yang disebabkan oleh sentimen mobil listrik.

Iklan
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Harga nikel melejit karena sentimen larangan ekspor dan Uni Eropa (UE) yang melakukan perlawanan melalui WTO. Hal ini menyebabkan harga nikel kembali terbang. “Ketiganya adalah bahan dasar untuk pembuatan mobil listrik,” kata Ibrahim.

Founder Traderindo.com Wahyu Laksono mengatakan bahwa apa yang terjadi saat ini merupakan buah dari banyak faktor yang berbulan-bulan sebelumnya, seperti tren pergerakan komoditas utama, reflationary trade, dan isu pilpres di AS. Sehingga harga yang terjadi saat ini merupakan harga yang sudah diantisipasi pasar karena kenaikan di berbagai aset didorong oleh ekspektasi yang sudah berlangsung.

Ibrahim menambahkan bahwa kemungkinan besar pada saat perekonomian kembali membaik, harga pun kembali normal. Dia menilai kondisi harga saham ini sudah terlalu tinggi. Untuk kuartal kedua, ekonomi AS diperkirakan akan lebih baik, pertumbuhan ekonomi lebih cepat sehingga menurut Ibrahim hal tersebut akan menyebabkan harga komoditas berguguran.

Iklan
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Berguguran karena menguatnya indeks dolar, sehingga harga komoditas seperti timah nikel dan tembaga akan kembali di harga yang sebelumnya,” kata Ibrahim.

Menurut Wahyu kondisi saat ini masih belum tentu terjadi supercycle, karena yang terjadi adalah tsunami cash Fundamental untuk pertumbuhan masih kurang meyakinkan sehingga akan terancam krisis baru.

“Jadi komoditas tidak secara kompak mengalami kenaikan atau penurunan,” kata dia.

Wahyu memperkirakan harga tembaga akan berada di kisaran US$ 8.000 per metrik ton-US$ 9.700 per metrik ton. Harga timah berada di kisaran US$ 23.000 per metrik ton-US$ 28.000 per metrik ton. Sedangkan harga nikel berada di kisaran US$ 14.000 per metrik ton-US$ 18.000 per metrik ton.

Sumber: KONTAN

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Topik #Harga Komoditas →

  1. Permintaan Dunia Naik, Harga Komoditas Pertambangan Alami Tren Positif
  2. Batubara, Nikel dan CPO Akan Dorong Kenaikan Ekspor Indonesia di 2021
  3. Tembaga London Melorot, Terbebani Penguatan Dolar, Nikel Anjlok 2 Persen
  4. Begini Prospek Sejumlah Komoditas Mineral Tahun Ini
  5. Mei 2021, Mayoritas Komoditas Ekspor Indonesia ke Tiongkok Anjlok
  6. Berjatuhan Dari Level Tertinggi, Begini Pergerakan Harga Nikel, Timah, dan Tembaga sedang Anda baca

Istilah di artikel ini

LME
London Metal Exchange
Kamus istilah lengkap →

Agenda industri terdekat

Semua agenda →