Minggu, Oktober 24
Shadow

Tag: #HARGA KOMODITAS

Permintaan Dunia Naik, Harga Komoditas Pertambangan Alami Tren Positif

Permintaan Dunia Naik, Harga Komoditas Pertambangan Alami Tren Positif

Berita Nasional, Ekonomi, Tambang
NIKEL.CO.ID - Hingga periode akhir Juli 2021, harga beberapa komoditas pertambangan menunjukkan tren positif meski di tengah pandemi Covid-19. Kondisi ini mempengaruhi penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan Bea Keluar (BK) untuk periode Agustus 2021. Adapun ketentuan ini ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 46 Tahun 2021 tanggal 28 Juli 2021. Komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsetrat timbal, konsentrat pasir besi, konsetrat rutil, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian mengalami kenaikan dibandingkan periode bulan lalu. Hal tersebut antara lain dikarenakan adanya peningkatan permintaan dunia. "Sementara konsentrat tembaga, konsentrat seng, dan konsentrat ilmenite mengalami penurunan harga. Sedangkan untuk ...
Batubara, Nikel dan CPO Akan Dorong Kenaikan Ekspor Indonesia di 2021

Batubara, Nikel dan CPO Akan Dorong Kenaikan Ekspor Indonesia di 2021

Berita Nasional, Ekonomi, Nikel
NIKEL.CO.ID - Komoditas bakal menjadi penopang ekspor Indonesia tahun ini. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, beberapa komoditas yang bisa mendorong ekspor tahun ini adalah batubara, nikel dan crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah. Dari sisi harga, komoditas tersebut sudah jauh melewati harga sebelum pra-pandemi. Kenaikan harga ini mengakibatkan produsen dari tiga komoditas tersebut memacu produksi. "Selain itu, permintaan dari ketiga komoditas ini dari negara tujuan ekspor utama, terutama China, juga cenderung membaik seiring dengan pemulihan ekonominya,” kata Josua kepada Kontan.co.id, Kamis (29/7/2021). Josua bilang, kebijakan di China yang menutup impor batubara dari Australia juga akan mendorong peningkatan ekspor Indonesia ke China untuk mensubtitus...
Tembaga London Melorot, Terbebani Penguatan Dolar, Nikel Anjlok 2 Persen

Tembaga London Melorot, Terbebani Penguatan Dolar, Nikel Anjlok 2 Persen

Artikel, Berita International, Nikel
NIKEL.CO.ID - Harga tembaga London melemah, Rabu, karena dolar yang lebih kuat-di tengah kekhawatiran seputar meningkatnya kasus Covid-19 secara global-mengurangi daya tarik logam tersebut. Harga tembaga untuk kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange turun 0,6% menjadi USD9.277 per ton pada pukul 13.06 WIB, demikian laporan  Reuters,  di Hanoi, Rabu (21/7/2021). Kontrak tembaga Agustus yang paling aktif diperdagangkan di Shanghai Futures Exchange mengikuti kenaikan di bursa berjangka London, menguat 0,2% menjadi 68.030 yuan (USD10.505,75) per ton. Dolar bertahan di dekat level tertinggi (year-to-date) terbaru, karena kekhawatiran seputar lonjakan infeksi menopang kenaikan yang dibangun di atas ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi, dengan investor menunggu Bank Sen...
Begini Prospek Sejumlah Komoditas Mineral Tahun Ini

Begini Prospek Sejumlah Komoditas Mineral Tahun Ini

Berita Nasional, Ekonomi, Nikel
NIKEL.CO.ID - Sejumlah komoditas mineral masih menunjukkan harga yang solid sepanjang tahun ini. Namun, pergerakan harga sejumlah komoditas diproyeksikan tidak akan seagresif tahun lalu. Salah satunya adalah emas. Analis Samuel Sekuritas Indonesia Dessy Lapagu mengatakan, potensi kenaikan tingkat suku bunga Amerika Serikat (AS) yang lebih cepat dari rencana awal, yaitu dari 2024 menjadi 2023, menjadi penekan utama harga emas global saat ini. Terlebih lagi, diskusi akan kebijakan tapering juga telah dimulai. Sementara itu, kekhawatiran atas kenaikan kasus Covid-19 lebih terjadi di pasar domestik, sehingga tidak mempengaruhi  pasar emas global secara signifikan. "Dengan demikian, belum bisa menjadi katalis pendorong harga emas," terang Dessy kepada Kontan.co.id, Senin (12/7/2021). S...
Mei 2021, Mayoritas Komoditas Ekspor Indonesia ke Tiongkok Anjlok

Mei 2021, Mayoritas Komoditas Ekspor Indonesia ke Tiongkok Anjlok

Berita Nasional, Ekonomi
NIKEL.CO.ID - Badan Pusat Statistik mencatat nilai ekspor Indonesia ke Tiongkok anjlok paling dalam secara bulanan pada Mei 2021. Padahal, harga komoditas global sedang melonjak cukup tinggi. Kepala BPS Suhariyanto menyebutkan bahwa nilai ekspor ke Tiongkok turun US$ 460 juta dari US$ 4,11 miliar pada April 2021 menjadi US$ 3,71 miliar pada Mei 2021. "Harga komoditas meningkat tetapi ada penurunan volume atau permintaan," ujar Suhariyanto dalam Konferensi Pers Kinerja Ekspor Impor, Selasa (15/6/2021). Berdasarkan data BPS yang diterima Katadata.co.id, hampir seluruh komoditas ekspor ke Tiongkok mengalami penurunan dari segi nilai. Komoditas yang mengalami penurunan ekspor paling dalam, yakni biji, terak, dan abu logam sebesar 43,17% dari US$ 192,4 juta menjadi US$ 109,4 juta. ...
Kenaikan Harga Komoditas Diprediksi Hingga Akhir 2021

Kenaikan Harga Komoditas Diprediksi Hingga Akhir 2021

Berita International, Nikel, Tambang
NIKEL.CO.ID - Lonjakan harga komoditas diprediksi bisa terus berlanjut hingga akhir tahun 2021. Kenaikan harga komoditas dipicu oleh tingginya permintaan negara-negara yang ekonominya mulai pulih, terutama Tiongkok dan Amerika Serikat. Sejumlah komoditas yang harganya masih berpotensi menguat di antaranya minyak mentah, batu bara, mineral logam seperti nikel, timah, aluminium, dan tembaga, serta komoditas pertanian seperti minyak sawit (crudepalm oil/CPO). Seiring tingginya permintaan, beberapa harga komoditas sudah kembali ke level harga di Januari 2020 atau saat WHO menyatakan Covid-19 sebagai pandemi. Komoditas timah mencatatkan kenaikan 89% sejak Januari 2020 hingga akhir Mei 2021, disusul tembaga (69%), kedelai (66%), batu bara (54%), CPO (44%), aluminium (37%), biji coklat (31%), ...
Kemendag Tetapkan HPE Komoditas Tambang, Mayoritas Alami Kenaikan

Kemendag Tetapkan HPE Komoditas Tambang, Mayoritas Alami Kenaikan

Berita Nasional, Tambang
NIKEL.CO.ID - Sejumlah komoditas produk pertambangan mengalami kenaikan harga di tengah wabah pandemi Covid-19 sampai dengan akhir bulan Mei lalu. Kenaikan harga tersebut juga dicerminkan oleh semakin meningkatnya permintaan komoditas pertambangan di pasar. Pada akhirnya, kondisi ini pun memberikan pengaruh pada kebijakan penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang nantinya akan dikenai Bea Keluar di bulan Juni ini. Kebijakan penetapan HPE produk pertambangan ini telah ditetapkan lewat Peraturan Menteri Perdagangan No. 33 Tahun 2021 tertanggal 28 Mei 2021. Dijelaskan oleh pihak Kementerian Perdagangan bahwa kenaikan itu terjadi pada harga komoditas konsentrat tembaga, besi, besi laterit, timbal, seng, pasir besi, ilmenite, rutile dan konsentrat bauksit yang nilai...
Harga Nikel-Tembaga Membubung, Pengusaha Tak Genjot Produksi

Harga Nikel-Tembaga Membubung, Pengusaha Tak Genjot Produksi

Berita Nasional, Nikel
NIKEL.CO.ID - Harga sejumlah komoditas tambang sedang membubung tinggi atau mengalami tren super siklus, mulai dari batu bara, emas, nikel, hingga tembaga. Meski harga sedang naik tinggi, namun ternyata tak lantas membuat pengusaha bakal menaikkan produksinya. Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Indonesia (Indonesia Mining Association/IMA) Djoko Widajatno Soewanto. Menurutnya, sangat sulit menaikkan produksi dalam waktu dekat karena beberapa alasan. Pertama, pengusaha pertambangan bekerja atas dasar Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) di mana RKAB harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah. "Kedua, operasi produksi direncanakan atas dasar cadangan yang tersedia," ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (19/05/2021). ...
Harga Tembaga Melaju Dekati US$9.500, Sedangkan Nikel Masih Melemah

Harga Tembaga Melaju Dekati US$9.500, Sedangkan Nikel Masih Melemah

Berita International, Nikel, Tambang
NIKEL.CO.ID - Harga tembaga terus melanjutkan tren positifnya dan kembali mendekati level harga tertinggi dalam sembilan tahun. Reli harga ditopang oleh lonjakan permintaan dan prospek kenaikan inflasi seiring dengan pemulihan ekonomi. Berdasarkan data Bloomberg pada Selasa (20/4/2021), harga tembaga pada London Metal Exchange (LME) sempat hingga ke level US$9.436 per ton sebelum kembali ke level US$9.376 atau naik 1,79 persen. Adapun, pada akhir Februari lalu, harga tembaga mencetak rekor tertinggi dalam sembilan tahun setelah menyentuh US$9.617 per ton. Lonjakan tersebut didorong oleh potensi permintaan dari industri energi terbarukan dan kendaraan listrik. Pada Maret lalu, harga tembaga mengakhiri rekor kenaikan yang telah berjalan selama 11 bulan beruntun. Komoditas yang dijad...
Prospek Kenaikan Harga Nikel & Tembaga Jadi Penyokong Utama Emiten Sektor Logam

Prospek Kenaikan Harga Nikel & Tembaga Jadi Penyokong Utama Emiten Sektor Logam

Berita Nasional, Ekonomi, Nikel
NIKEL.CO.ID - Harga nikel dan tembaga berpotensi lanjut menguat di sepanjang tahun ini. Emiten sektor logam yang memiliki lebih banyak bisnis di kedua komoditas tersebut akan lebih diuntungkan. Tahun lalu sektor logam diperkirakan menjadi primadona seiring kenaikan harga komoditas. Namun, pergerakan harga saham emiten di sektor ini tidak kompak menguat. Berdasarkan RTI harga saham PT Aneka Tambang (ANTM) berhasil menguat 23% secara year to date (ytd). Menyusul, kinerja PT Timah (TINS) juga tumbuh 5,39% ytd. Namun, pergerakan saham PT Vale Indonesia (INCO) menurun 14,71% di periode yang sama. Sementara, saham PT Merdeka Copper Gold (MDKA) stagnan di periode yang sama. Meski pergerakan harga saham sektor logam saat ini belum kompak menguat, Analis Henan Putihrai Sekuritas Meilki Dar...
Open chat