
NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Harga rata-rata nikel sulfat kelas baterai atau battery-grade nickel sulphate mengalami penurunan pada Rabu (28/10/2026). Pergerakan harga tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari koreksi harga nikel yang menurunkan biaya produksi hingga tingginya persediaan produsen dan lemahnya minat pembelian dari perusahaan hilir.
Berdasarkan laporan Shanghai Metal Markets (SMM), ketidakpastian terkait pemangkasan produksi masih berlanjut di tengah koreksi harga nikel. Perubahan harga bahan baku tersebut turut memengaruhi biaya produksi langsung nikel sulfat, sehingga menjadi salah satu faktor yang mewarnai pergerakan harga komoditas tersebut.

“Dari sisi biaya, seiring dengan berlanjutnya ketidakpastian terkait pemangkasan produksi, harga nikel terus mengalami koreksi hari ini, sehingga menurunkan biaya produksi langsung untuk nikel sulfat,” tulis laporan SMM, Rabu (28/10/2026).
Dari sisi pasokan, sejumlah produsen nikel sulfat memiliki persediaan yang tinggi. Kondisi tersebut mendorong beberapa produsen berupaya memangkas produksi untuk mengurangi stok yang tersedia. Namun, langkah pengurangan produksi tersebut belum menghilangkan tekanan pasokan di pasar, yang menurut SMM masih tergolong signifikan.

Sementara itu, kondisi permintaan juga belum menunjukkan dukungan yang kuat terhadap harga. Laporan SMM mencatat ekspektasi penurunan permintaan akhir membuat perusahaan hilir cenderung lemah dalam menambah persediaan melalui pesanan pembelian langsung. Penerimaan perusahaan hilir terhadap harga garam nikel juga relatif rendah.
Kondisi tersebut mencerminkan tekanan dari sisi pasokan dan permintaan yang berlangsung secara bersamaan. Di satu sisi, sejumlah produsen berupaya mengurangi persediaan melalui pemangkasan produksi. Di sisi lain, minat pembelian dari perusahaan hilir masih lemah di tengah ekspektasi penurunan permintaan akhir.

Selain mencatat kondisi biaya, pasokan, dan permintaan, SMM juga memuat indikator sentimen pasar yang mencakup kesediaan menjual dari produsen hulu serta sentimen pembelian dari perusahaan hilir dan perusahaan terintegrasi. Faktor sentimen kesediaan menjual dari pabrik peleburan garam nikel hulu tercatat sebesar 2,1.
Sementara itu, faktor sentimen pembelian dari pabrik prekursor hilir berada di angka 2,0, sedangkan faktor sentimen perusahaan terintegrasi tercatat sebesar 2,1. Data historis untuk indikator-indikator tersebut dapat diakses melalui basis data SMM. Ke depan, SMM memperkirakan aktivitas pasar spot masih lemah dalam jangka pendek. Dengan kondisi tersebut, harga nikel sulfat diperkirakan masih menghadapi tekanan secara keseluruhan. (Tubagus)

























