
NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan proyek strategis hilirisasi senilai sekitar US$10 miliar di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara diarahkan untuk memperkuat integrasi industri pengolahan mineral, baterai kendaraan listrik (EV), hingga industri pendukung lainnya.
Menurut Rosan, pengembangan IWIP mencerminkan pelaksanaan kebijakan hilirisasi melalui pembangunan ekosistem industri yang terhubung dari pengolahan mineral hingga produksi baterai dan kendaraan listrik.
“Jadi ini akan menjadikan the whole ecosystem sudah ada di sini. Kita akan menjadi rantai pasok global baterai kendaraan listrik dan tentunya hilirisasi ini ujungnya adalah industrialisasi. Dengan proyek-proyek yang baru ini, ini akan menyebabkan kita mempunyai the whole ecosystem of EV battery sampai dengan daur ulang baterainya,” kata Rosan dalam keterangannya, dikutip Senin (12/9/2026).
Ia menyebutkan hilirisasi dan industrian merupakan agenda utama yang akan memberikan dampak positif bagi perekonomian pada daerah sekitar.
“Hilirisasi dan industrialisasi adalah agenda utama nasional yang tentunya akan memberikan dampak positif secara ekonomi kepada nasional dan juga tentunya kepada daerah sekitarnya, yang pada saat ini tentunya adalah Maluku Utara,” ujarnya.
Pertumbuhan perekonomian pada wilayah Maluku Utara menunjukkan kontribusi nyata, terlihat sejak 2021 hingga Juni 2026 realisasi investasi mencapai Rp423,7 triliun. Kemudian, ralisasi investasi tercatat sebesar Rp65,4 triliun meningkat 46% pada semester I 2026 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Selanjutnya, wilayah Kabupaten Hamahera Tengah yang tercatat senilai Rp55,7 triliun pada periode yang sama. Perkembangan tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi Maluku Utara sebesar 15,35% pada triwulan II 2026, tertinggi di antara 38 provinsi. Industri pengolahan kini menyumbang hampir separuh produk domestik regional bruto (PDRB) provinsi tersebut, sedangkan surplus perdagangan Maluku Utara mencapai Rp31,1 triliun pada 2025, dengan ekspor didominasi produk olahan nikel.
Kemudian, secara nasional, pada semester I 2026 realisasi investasi meningkat 7,2% mencapai Rp1.010,6 triliun dan menyerap tenaga kerja langsung lebih dari 1,4 juta. Sementara itu, Sektor hilirisasi berkontribusi hampir 30% terhadap realisasi investasi, dengan lebih dari 75%investasi hilirisasi terealisasi di luar Pulau Jawa. Pencapaian tersebut memperlihatkan peran investasi dalam memperkuat basis industri sekaligus mendorong pemerataan aktivitas ekonomi antardaerah.
Empat proyek yang memasuki tahap komersial dan ekspor mencakup industri material baterai berbasis nikel, sel baterai kendaraan listrik, aluminium, serta alat berat listrik. PT Blue Sparking Energy mengembangkan fasilitas produksi mixed hydroxide precipitate (MHP), material antara untuk industri baterai berbasis nikel, dengan kapasitas 67.000 ton per tahun. Sementara itu, PT REPT Battero Indonesia memiliki kapasitas produksi sel baterai kendaraan listrik sebesar 8 gigawatt-jam (GWh) per tahun.
Sementara itu di sektor aluminium, PT Pioneer Aluminium Industries mengembangkan fasilitas produksi aluminium melalui proses elektrolisis dengan kapasitas 300.000 ton per tahun. Adapun PT XCMG Indonesia Manufacturing mengembangkan industri alat berat berbasis listrik dengan kapasitas produksi 700 unit per tahun. Selain proyek-proyek tersebut, tujuh proyek lainnya mulai memasuki tahap pembangunan untuk memperluas kapasitas industri pendukung hilirisasi. Proyek-proyek itu meliputi PT Guang Ching Nickel Cobalt untuk produksi material baterai berbasis nikel; PT Inno Prima Material untuk produksi separator baterai; PT Tinci Materials Indonesia untuk produksi elektrolit baterai; PT Weda Bay Aluminium dan PT Bintang Karya Aluminium untuk pengembangan industri aluminium elektrolitik; Foton Guangqing Motor Indonesia untuk produksi kendaraan berat listrik; serta PT Flatsolar Energy Indonesia untuk produksi kaca fotovoltaik yang mendukung industri energi surya. (Fi Yun)









































