


NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Informasi soal pertambangan banyak beredar di media sosial, tetapi tidak seluruhnya dapat diverifikasi. Karena itu, 44 mahasiswa dari 27 perguruan tinggi di Indonesia diajak melihat langsung praktik pertambangan mineral sebelum menyampaikan informasi kepada publik.
Para mahasiswa yang tergabung sebagai Duta Minerba Goes to Site 2026 Komoditas Mineral tersebut dilepas secara simbolis di Tangerang, Senin (28/9/2026). Mereka akan mengunjungi lima perusahaan tambang, yakni PT Timah Tbk., PT Meares Soputan Mining, PT Hengjaya Mineralindo, PT Bumi Suksesindo, dan PT Semen Gresik.
Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Totoh Abdul Fatah, mengatakan, pengalaman di lapangan penting agar pemahaman mengenai pertambangan tidak hanya bersumber dari opini atau informasi yang beredar di media sosial.

Di lokasi tambang, para mahasiswa akan melihat proses penambangan secara langsung, berdialog dengan pelaku industri, serta menggali informasi mengenai aspek teknis, keselamatan, lingkungan, dan sosial.
“Yang jauh lebih penting adalah menyampaikan informasi yang benar, faktual, mudah dipahami, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Totoh dalam keterangannya, sebagaimana dikutip redaksi, Jumat (2/10/2026).
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, mengatakan, mahasiswa memiliki peran dalam membangun percakapan publik mengenai sektor energi dan sumber daya mineral. Untuk itu, ia membekali para Duta Minerba dengan empat prinsip saat berhadapan dengan informasi terkait pertambangan: lihat, tanya, verifikasi, lalu ceritakan.

“Dengan begitu, generasi muda bukan hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga bagian dari sumber percakapan yang sehat terkait bagaimana praktik pertambangan berjalan,” ujar Dwi.
Program yang digelar Ditjen Minerba bersama Society of Renewable Energy (SRE) Indonesia tersebut mengusung tema “Empowering Future Mining Ambassadors through Mining Impact Journey”.
Selain melihat praktik industri secara langsung, peserta telah mendapatkan pembekalan mengenai good mining practices (GMP), pengelolaan lingkungan, program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), serta komunikasi isu mineral dan batu bara.

Sebanyak 645 orang mendaftar program ini. Setelah melalui seleksi, terpilih 90 Duta Minerba yang terdiri dari 44 peserta komoditas mineral dan 46 peserta komoditas batu bara.
Setelah kunjungan, para peserta akan menyusun study case paper dan konten edukatif digital. Karya tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap informasi mengenai praktik pertambangan yang diperoleh langsung dari lapangan. Dengan demikian, perjalanan para Duta Minerba tidak berhenti di lokasi tambang. Pengalaman melihat dan memverifikasi langsung diharapkan menjadi bekal untuk menghadirkan informasi pertambangan yang lebih faktual di ruang publik. (Shiddiq)








































