Beranda Berita Nasional Horas Pasaribu Apresiasi Pelaksanaan TTM APNI Seri Ke-8, Tingkatkan Kepatuhan Regulasi Pertambangan

Horas Pasaribu Apresiasi Pelaksanaan TTM APNI Seri Ke-8, Tingkatkan Kepatuhan Regulasi Pertambangan

81
0
Koord. Pokja Perlindungan Lingkungan Dittekling Minerba, Ditjen Minerba, KESDM, Horas Pasaribu (Foto: MNI)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Pelaksanaan Training to Miners (TTM) Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) Seri Ke-8 mendapat apresiasi dari berbagai narasumber dan peserta. Salah satu respons positif terhadap kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 29–31 Juli 2026, di Sasono Mulyo Ballroom, Le Méridien Hotel, Jakarta, itu diungkapkan Koordinator Kelompok Kerja Perlindungan Lingkungan pada Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batu Bara (Minerba), Direktorat Jenderal (Ditjen) Minerba, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Horas Pasaribu.

Horas Pasaribu yang hadir sebagai pemateri membincangkan jaminan reklamasi dan jaminan pascatambang. Materi yang disampaikan mencakup regulasi yang berlaku, sanksi atas ketidakpatuhan, mekanisme penempatan jaminan, hingga berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertambangan ke depan dalam implementasi kewajiban lingkungan.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-online-DTI-1024x341.jpg

Menurut Horas, penyelenggaraan TTM APNI Seri Ke-8 itu merupakan langkah strategis APNI dalam meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pelaku usaha pertambangan terhadap ketentuan yang berlaku.

“Saya sangat mengapresiasi acara yang diadakan oleh APNI ini. Sebagai sebuah asosiasi, APNI memiliki komitmen untuk memastikan para anggotanya memahami peraturan, mengetahui konsekuensi atau sanksi apabila tidak mematuhi ketentuan, serta mendorong agar seluruh regulasi dapat dipenuhi dengan baik,” ujarnya, saat dijumpai Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id), Rabu (29/7/2026).

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-Indomachinary-11-13-Agustus-1024x341.jpg

Kegiatan seperti TTM, katanya melanjutkan, menjadi wadah yang efektif untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor pertambangan, sekaligus membangun kesamaan persepsi antara regulator dan pelaku usaha dalam penerapan tata kelola pertambangan yang baik dan berkelanjutan.

Dia berharap, program pelatihan yang diinisiasi APNI dapat terus dilaksanakan secara berkala, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi seluruh anggota asosiasi dan industri pertambangan nasional. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap TTM dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan oleh APNI demi meningkatkan kompetensi serta kepatuhan seluruh anggotanya terhadap regulasi di bidang pertambangan,” tutupnya. (Li Han)