Beranda Berita Nasional KESDM: RKAB Bukan Alat Pembatas Produksi Nikel, Fokus Jaga Pasokan Smelter dan...

KESDM: RKAB Bukan Alat Pembatas Produksi Nikel, Fokus Jaga Pasokan Smelter dan Stabilitas Harga

Jubir Kementerian ESDM, Dwi Anggia (Foto: MNI/Shiddiq)
Oleh Shiddiq

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan, rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) bukan instrumen untuk membatasi produksi nikel, melainkan mekanisme tata kelola yang dirancang untuk menyeimbangkan kebutuhan industri hilir, menjaga pasokan bahan baku smelter, serta memastikan keberlanjutan cadangan mineral.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, mengatakan, penetapan RKAB dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah parameter utama, sehingga kuota produksi tidak ditetapkan secara sembarangan.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Perlu kami sampaikan bahwa RKAB bukan instrumen untuk membatasi produksi, melainkan instrumen tata kelola agar produksi selaras dengan kebutuhan industri dan keberlanjutan cadangan,” kata Dwi Anggia kepada Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id), Rabu (22/7/2026).

Menurut dia, pemerintah menetapkan RKAB dengan mengacu pada kondisi cadangan mineral, kemampuan produksi masing-masing perusahaan, serta kebutuhan bahan baku untuk smelter yang telah beroperasi.

“Penetapannya mengacu pada beberapa hal, mulai dari cadangan, kemampuan produksi perusahaan, dan kebutuhan bahan baku untuk smelter. Dengan pendekatan ini pemerintah berupaya memastikan pasokan bijih nikel terpenuhi serta harga komoditasnya juga terjaga,” ujarnya.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Pernyataan tersebut menjawab pertanyaan mengenai formula pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara kuota produksi nikel melalui RKAB dengan kapasitas terpasang smelter nasional, di tengah meningkatnya kebutuhan bahan baku industri hilirisasi.

Selain mempertimbangkan aspek pasokan dan kebutuhan industri, Dwi menegaskan, pemerintah juga menjadikan kepatuhan perusahaan terhadap prinsip pertambangan yang baik (good mining practice) sebagai salah satu parameter penting dalam evaluasi RKAB.

“Parameter yang menjadi pertimbangan adalah kepatuhan terhadap kaidah pertambangan yang baik,” katanya.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Melalui skema tersebut, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara keberlanjutan sumber daya nikel, ketersediaan bahan baku bagi industri pengolahan dan pemurnian, serta stabilitas harga komoditas di pasar. (Shiddiq)

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Liputan Khusus RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) →

  1. APNI Minta Penetapan RKAB Perhitungkan Pasokan dan Permintaan Nikel Global
  2. Minerba Convex 2026 Digelar 2–3 November, ESDM Dorong Dialog Industri Pertambangan
  3. APNI Soroti Kepastian RKAB dan Aturan DHE, Pemerintah Revisi Target Produksi Batu Bara dan Nikel 2026
  4. Hilirisasi Nikel Perlu Diperkuat hingga Produk Akhir, Bukan Sekadar Produk Antara
  5. Perubahan RKAB Dinilai Batasi Peluang Kerja Jasa Pertambangan Lokal
  6. KESDM: RKAB Bukan Alat Pembatas Produksi Nikel, Fokus Jaga Pasokan Smelter dan Stabilitas Harga sedang Anda baca

Istilah di artikel ini

RKAB
Rencana Kerja dan Anggaran Biaya
Kamus istilah lengkap →

Agenda industri terdekat

Semua agenda →