

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan, rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) bukan instrumen untuk membatasi produksi nikel, melainkan mekanisme tata kelola yang dirancang untuk menyeimbangkan kebutuhan industri hilir, menjaga pasokan bahan baku smelter, serta memastikan keberlanjutan cadangan mineral.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, mengatakan, penetapan RKAB dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah parameter utama, sehingga kuota produksi tidak ditetapkan secara sembarangan.
“Perlu kami sampaikan bahwa RKAB bukan instrumen untuk membatasi produksi, melainkan instrumen tata kelola agar produksi selaras dengan kebutuhan industri dan keberlanjutan cadangan,” kata Dwi Anggia kepada Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id), Rabu (22/7/2026).

Menurut dia, pemerintah menetapkan RKAB dengan mengacu pada kondisi cadangan mineral, kemampuan produksi masing-masing perusahaan, serta kebutuhan bahan baku untuk smelter yang telah beroperasi.
“Penetapannya mengacu pada beberapa hal, mulai dari cadangan, kemampuan produksi perusahaan, dan kebutuhan bahan baku untuk smelter. Dengan pendekatan ini pemerintah berupaya memastikan pasokan bijih nikel terpenuhi serta harga komoditasnya juga terjaga,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjawab pertanyaan mengenai formula pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara kuota produksi nikel melalui RKAB dengan kapasitas terpasang smelter nasional, di tengah meningkatnya kebutuhan bahan baku industri hilirisasi.
Selain mempertimbangkan aspek pasokan dan kebutuhan industri, Dwi menegaskan, pemerintah juga menjadikan kepatuhan perusahaan terhadap prinsip pertambangan yang baik (good mining practice) sebagai salah satu parameter penting dalam evaluasi RKAB.
“Parameter yang menjadi pertimbangan adalah kepatuhan terhadap kaidah pertambangan yang baik,” katanya.
Melalui skema tersebut, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara keberlanjutan sumber daya nikel, ketersediaan bahan baku bagi industri pengolahan dan pemurnian, serta stabilitas harga komoditas di pasar. (Shiddiq)
Perkembangan cerita ini
Liputan Khusus RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) →
- APNI Minta Penetapan RKAB Perhitungkan Pasokan dan Permintaan Nikel Global
- Minerba Convex 2026 Digelar 2–3 November, ESDM Dorong Dialog Industri Pertambangan
- APNI Soroti Kepastian RKAB dan Aturan DHE, Pemerintah Revisi Target Produksi Batu Bara dan Nikel 2026
- Hilirisasi Nikel Perlu Diperkuat hingga Produk Akhir, Bukan Sekadar Produk Antara
- Perubahan RKAB Dinilai Batasi Peluang Kerja Jasa Pertambangan Lokal
- KESDM: RKAB Bukan Alat Pembatas Produksi Nikel, Fokus Jaga Pasokan Smelter dan Stabilitas Harga sedang Anda baca
Istilah di artikel ini
- RKAB
- Rencana Kerja dan Anggaran Biaya
Agenda industri terdekat
- 2Nov
- 2NovKonferensi & Pameran Minerba Convex 20262–3 November 2026 · CXO Convention Center and Theater, Kuningan, Jakarta
- 4NovKonferensi & Pameran The 5th Nickel Producers, Processors & Buyers Conference4–5 November 2026 · Shangri-La Hotel, Jakarta






























