Beranda Berita Nasional Wartsila Energy: Hibridisasi Off-Grid Jadi Kunci Stabilitas dan Efisiensi Energi

Wartsila Energy: Hibridisasi Off-Grid Jadi Kunci Stabilitas dan Efisiensi Energi

Director of Decarbonisation Services of Wartsila Energy, Christoffer Ek. (Foto: MNI/Fi Yun)
Oleh Fithrotul Uyun

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Wartsila mendorong penerapan hibridisasi pada sistem kelistrikan mandiri (off-grid) untuk meningkatkan stabilitas, fleksibilitas, efisiensi, sekaligus mendukung upaya dekarbonisasi pada sektor industri dan pertambangan.

Director of Decarbonisation Services of Wartsila Energy, Christoffer Ek, mengatakan, penerapan sistem manajemen energi menjadi salah satu kunci dalam mengelola sistem kelistrikan yang semakin kompleks, khususnya pada jaringan yang memiliki tingkat penetrasi energi terbarukan tinggi.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Salah satu pelanggan Wartsila, dikatakan, memiliki empat pembangkit listrik, empat fasilitas pembangkit energi terbarukan, serta sistem penyimpanan energi berbasis baterai. Sistem tersebut bahkan mampu mencapai penetrasi energi terbarukan hingga 72%.

“Kondisi ini membuat sistem pelanggan menjadi lebih kompleks. Karena itu, kami mengintegrasikan sistem pengendalian energi untuk mencapai tiga hal, yaitu stabilitas, fleksibilitas, dan ketahanan,” kata Christoffer pada acara MKI Electricity Connect 2026, di ICE BSD City, Serpong, Tangerang, Banten, Rabu (23/9/2026).

Ia menjelaskan, integrasi sistem manajemen energi memungkinkan pengendalian terhadap seluruh aset pembangkitan, termasuk baterai. Sistem tersebut dapat memberikan set point kepada masing-masing pembangkit sehingga frekuensi dan tegangan jaringan dapat tetap terjaga.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Dengan sistem pengendalian energi, kami melakukan pengendalian terhadap seluruh pembangkit. Kami memberikan set point kepada setiap pembangkit, termasuk baterai. Ini memberikan stabilitas dan memungkinkan kami mengelola frekuensi serta tegangan,” ujarnya.

Sistem tersebut juga memberikan fleksibilitas ketika terjadi perubahan pada sumber energi terbarukan. Pengendalian terintegrasi memungkinkan distribusi set point di antara berbagai aset pembangkitan sehingga sistem tetap stabil meskipun terjadi perubahan pada sisi pembangkitan energi terbarukan.

Selain itu, stabilitas tersebut, menurutnya, menjadi fondasi penting sebelum melakukan optimalisasi lebih lanjut terhadap sistem energi.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Stabilitas adalah langkah pertama. Tanpa stabilitas, kita tidak dapat melakukan banyak hal. Setelah memiliki stabilitas dan dapat memaksimalkan setiap aset dalam jaringan, kami kemudian dapat mulai melakukan optimalisasi,” jelasnya.

Adapun, ia menyebutkan optimalisasi sistem juga memberikan dampak terhadap biaya operasional. Penerapan sistem pengendalian energi berhasil menurunkan biaya sistem sebesar 9%. Penurunan biaya tersebut menjadi semakin penting di tengah tingginya biaya energi dan kebutuhan industri untuk meningkatkan efisiensi operasional.

“Dalam periode yang sama, kami dapat mengurangi biaya sistem sebesar 9%. Hal ini memberikan dampak yang signifikan bagi pelanggan,” tuturnya.

Efisiensi yang diperoleh juga membuka ruang bagi pelanggan untuk melanjutkan investasi, termasuk pengembangan fasilitas energi terbarukan dan peningkatan kapasitas sistem.

Sementara itu, katanya, hibridisasi sistem off-grid juga memberikan kontribusi terhadap pengurangan emisi. Dalam periode yang sama, penerapan sistem tersebut disebut mampu menurunkan emisi karbon hingga 36.000 ton. Hibridisasi sistem off-grid dinilai dapat menjadi salah satu pendekatan untuk menghadapi kebutuhan sistem energi yang semakin kompleks, terutama ketika porsi energi terbarukan terus meningkat. (Fi Yun)

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Topik MKI Electricity Connect 2026 →

  1. Industri Nikel Dorong Bauran Energi untuk Jaga Produksi dan Tekan Karbon
  2. APNI Soroti Peluang Biomassa dan Sistem Hybrid untuk Memenuhi Kebutuhan Energi Industri
  3. Wartsila Energy: Hibridisasi Off-Grid Jadi Kunci Stabilitas dan Efisiensi Energi sedang Anda baca
  4. Ada 17 Ribu Pulau Lebih di Indonesia, 10 Ribu Desa Masih Gelap-Gulita

Agenda industri terdekat

Semua agenda →