Beranda Berita Nasional Ada 17 Ribu Pulau Lebih di Indonesia, 10 Ribu Desa Masih Gelap-Gulita

Ada 17 Ribu Pulau Lebih di Indonesia, 10 Ribu Desa Masih Gelap-Gulita

105
0
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat membuka MKI Electricity Connect 2026, di ICE BSD (Foto: MNI/Tubagus)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Negara Indonesia terdiri dari 17 ribu lebih pulau, tetapi 10 ribu lebih desa di dalamnya masih belum terjangkau listrik atau gelap-gulita pada malam hari jikalau tanpa penerangan. Jumlah desa tersebut cukup banyak apabila dibandingkan dengan jumlah desa di Indonesia yang mencapai 80 ribuan.

Hal tersebut disinggung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, saat membuka gelaran MKI Electricity Connect 2026, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Selasa (22/9/2026).

Bahlil mengungkapkan, rencana pengembangan 100 gigawatt (GW) pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai bagian dari program pemenuhan kebutuhan listrik dan transisi energi Indonesia. Indonesia, katanya menjelaskan, telah memprogramkan pembangunan pembangkit sebesar 69,5 GW pada periode 2025 hingga 2034 untuk memenuhi kebutuhan listrik domestik.

Dari kapasitas tersebut, sekitar 70% ditargetkan menggunakan bauran energi baru terbarukan (EBT). Pemerintah juga menyiapkan pembangunan jaringan sekitar 48 ribu kilometer sirkuit dengan kebutuhan investasi Rp2.600 triliun hingga Rp2.700 triliun.

“Ini adalah sebuah opportunity yang sudah kita rencanakan minus 100 gigawatt PLTS. Forum ini menurut saya sangat penting untuk menyampaikan ini,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, pengembangan 100 GW PLTS menjadi peluang investasi yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha. Pemerintah akan mendorong kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pengusaha untuk memenuhi kebutuhan proyek tersebut, dengan memprioritaskan penggunaan bahan produksi dalam negeri. Impor tetap dibuka secara selektif apabila kebutuhan tidak dapat dipenuhi dari dalam negeri.

“Untuk memenuhi semua kebutuhan proyek 100 GW maupun 69,5 GW, kita akan memprioritaskan bahan-bahan produksi dari dalam negeri. Kalau dalam negerinya tidak cukup, kita akan membuka peluang untuk impor,” jelasnya.

Menteri yang juga Ketua Umum Parta Golkar itu menyampaikan, pemerintah telah meluncurkan tahap pertama pengembangan PLTS sekitar 5,5 GW pada tahun ini. Untuk pengembangan berikutnya, pemerintah merencanakan pembangunan 100 GW PLTS tersebut dalam waktu tiga tahun.

“Khusus untuk PLTS 100 GW, kami rencanakan 3 tahun. Tahun ini kita sudah luncurkan kurang lebih 5,5 GW tahap pertama dan dalam perencanaan itu kurang lebih 25 sampai dengan 30 GW,” ucapnya.

Selain itu, pemerintah juga tengah menyelesaikan aturan untuk mendukung pelaksanaan tender pembangkit tersebut. Ia mengatakan, proses tender akan diarahkan agar tidak berlangsung terlalu lama, dengan mempertimbangkan perusahaan yang kompetitif dan memiliki kemampuan teknologi yang baik. (Tubagus)